UU Cipta Kerja Pangkas Birokrasi dan Tingkatkan Daya Saing
INDEX

BISNIS-27 450.657 (-2.63)   |   COMPOSITE 5126.33 (-26.49)   |   DBX 964.304 (-0.19)   |   I-GRADE 140.573 (-0.75)   |   IDX30 429.149 (-2.2)   |   IDX80 113.629 (-0.31)   |   IDXBUMN20 294.159 (-2.49)   |   IDXG30 119.586 (-0.66)   |   IDXHIDIV20 382.889 (-3.09)   |   IDXQ30 125.935 (-1.22)   |   IDXSMC-COM 219.954 (-0.25)   |   IDXSMC-LIQ 256.971 (-1.1)   |   IDXV30 106.718 (-0.07)   |   INFOBANK15 842.264 (-5.44)   |   Investor33 375.573 (-1.87)   |   ISSI 150.643 (-0.08)   |   JII 545.954 (1.33)   |   JII70 186.804 (0.25)   |   KOMPAS100 1025.81 (-5.25)   |   LQ45 790.454 (-4.02)   |   MBX 1419.3 (-8.37)   |   MNC36 282.56 (-2.55)   |   PEFINDO25 281.129 (-1)   |   SMInfra18 242.071 (-0.08)   |   SRI-KEHATI 317.648 (-1.45)   |  

UU Cipta Kerja Pangkas Birokrasi dan Tingkatkan Daya Saing

Sabtu, 17 Oktober 2020 | 16:54 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Undang-Undang (UU) Cipta Kerja dinilai sebagai upaya reformasi besar pemerintah untuk menjadikan Indonesia lebih kompetitif dalam menggaet investor. Beleid ini bisa mendukung pemulihan ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan jangka panjang karena menghapus hambatan investasi dan memberi sinyal bahwa Indonesia terbuka untuk bisnis.

Tokoh politik Sidarto Danusubroto dalam keterangan yang diterima Sabtu (17/10/2020) menilai, UU Cipta Kerja, telah diakui Bank Dunia sebagai terobosan besar untuk mengakselerasi ekonomi. “Substansi UU ini diakui Bank Dunia, dan dibutuhkan sebagai terobosan memajukan ekonomi. UU Cipta Kerja ini juga merampingkan birokrasi perizinan, mafia ini telah lama ada dalam kehidupan ekonomi, menjadi parasit," ujar Sidarto, dalam dialog obrolan santai bertema Omnibus Law dan Covid-19, Jumat malam (16/10/2020).

Menurut Sidarto, UU Cipta Kerja sebagai terobosan ampuh untuk mengundang investasi Hanya saja, berbagai hal positif itu justru tertutupi hoax, digerakkan oleh kelompok yang tak ingin birokrasi makin efisien serta kepentingan politik jangka pendek yang merugikan kepentingan publik yang lebih besar. “Hoax telah menjungkirbalikkan materi UU Cipta Kerja, tanpa membaca mengetahui isi, mereka asal menolak," kata anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) ini.

Antropolog Kartini Sjahrir menambahkan, nilai positif UU Cipta Kerja tidak masuk ke publik, karena kultur masyarakat yang masih lebih percaya hoax. Selain itu, publik belum sampai pada tahap literasi dan tahap tradisi oral dimana setiap tuntutan disampaikan melalui jalur formal maupun informal leader.

Di sisi lain, kata dia, dalam UU Cipta Kerja ada berbagai kepentingan politik, terutama kelompok yang anti terobosan Jokowi. Mereka punya motif jangka pendek sehingga memutar balik cerita. Padahal dalam UU Cipta Kerja, ada poin penting dimana sektor usaha kecil menengah (UKM) makin dimudahkan, dari sisi perizinan. Bahwa UU Cipta Kerja tak sempurna, ada kekurangan, bisa diperbaiki di aturan turunan.

Pakar Teknologi Informasi Marsudi Wahyu Kisworo menilai, UU Cipta Kerja sejatinya memberi kesempatan kepada masyarakat untuk menjadi pengusaha karena berbagai aturan terutama perizinan menjadi lebih ringkas. “Hal ini perlu diketahui masyakat luas, sampaikan melalui berbagai instrumen informasi," ujar Marsudi.

Menurut dia, perlu ada tim khusus yang melakukan komunikasi ke publik, dan dilakukan secara terkoordinasi. Semua kementerian dan lembaga pemerintah kompak satu suara agar gaung positif bisa diterima publik. "UU Cipta Kerja berupaya membangkitkan daya saing," kata dia.

Ketua Umum Pertiwi Putri Kusumawardhani, mengajak relawan Jokowi untuk terus aktif menjelaskan ke masyarakat sesuai bidang masing-masing gugus relawan. "Jokowi harus kita kawal sampai 2024 untuk memastikan legasi ini berjalan," pungkas Putri, yang juga anggota Wantimpres.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pelindo 1 dan BP Batam Kerja Sama Pemanduan dan Penundaan Kapal

Kerja sama Pelindo 1 dan BP Batam juga bertujuan meningkatkan implementasi layanan berbasis digital.

EKONOMI | 17 Oktober 2020

Moeldoko Sebut UU Cipta Kerja Wajah Baru Indonesia

Menurut Moeldoko, UU Cipta Kerja merupakan sarana untuk mengangkat martabat bangsa dalam kompetisi global.

EKONOMI | 17 Oktober 2020

UU Cipta Kerja Terobosan Atasi Kebuntuan Ekonomi

UU Cipta Kerja ini mendorong UMKM menjadi garda terdepan ekonomi.

EKONOMI | 17 Oktober 2020

CORE Indonesia: Perlu Ada Pembuktian Efektifitas UU Cipta Kerja

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menyampaikan perlu ada pembuktian terlebih dahulu terkait efektifitas UU Cipta Kerja

EKONOMI | 17 Oktober 2020

G-20 Dorong Bank Dunia Salurkan Bantuan Signifikan kepada Negara Miskin

G-20 mendorong Bank Dunia dan bank pembangunan multilateral lainnya untuk menyalurkan bantuan pembiayaan yang signifikan kepada negara-negara miskin.

EKONOMI | 17 Oktober 2020

Terdampak Pandemi, G-20 Perpanjang Kewajiban Bayar Utang Negara Miskin

G-20 menyepakati perpanjangan implementasi program penundaan pembayaran kewajiban utang (Debt Service Suspension Initiative/DSSI) bagi negara-negara miskin.

EKONOMI | 17 Oktober 2020

G-20 Berkomitmen Tingkatkan Kerja Sama Tangani Pandemi Covid-19

G-20 berkomitmen meningkatkan kerja sama dalam menangani dampak pandemi Covid-19, yang menyebabkan perekonomian global menghadapi ketidakpastian tingkat tinggi.

EKONOMI | 17 Oktober 2020

Alumni Talenta Juara Luncurkan Aplikasi E-Deso

Diharapkan aplikasi e-Deso dapat memberi solusi atas problem yang ada di lapangan.

EKONOMI | 12 Oktober 2020

Pernilaian Bank Dunia Sejalan dengan Tujuan UU Cipta Kerja

Pernyataan Bank Dunia terkait Omnibus Law Undang-undang (UU) Cipta Kerja dinilai sejalan dengan tujuan awal penyusunan UU tersebut.

EKONOMI | 17 Oktober 2020

Surplus Neraca Perdagangan Harus Dibarengi Perbaikan Fundamental

Neraca perdagangan Indonesia yang mengalami surplus lima bulan berturut-turut, harus dibarengi dengan perbaikan fundamental ekspor.

EKONOMI | 17 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS