Wapres Jelaskan Langkah RI Jadi Pusat Produsen Halal Dunia
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-3.69)   |   COMPOSITE 5822.94 (-25.17)   |   DBX 1088.19 (3.29)   |   I-GRADE 169.852 (-1.7)   |   IDX30 498.88 (-3.97)   |   IDX80 132.065 (-0.81)   |   IDXBUMN20 376.263 (-4.1)   |   IDXG30 135.508 (-1.09)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-3.85)   |   IDXQ30 145.713 (-1.46)   |   IDXSMC-COM 252.052 (-0.16)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (-1.2)   |   IDXV30 130.911 (0.61)   |   INFOBANK15 993.498 (-12.22)   |   Investor33 428.541 (-3.18)   |   ISSI 170.173 (-0.41)   |   JII 616.286 (-0.96)   |   JII70 212.951 (-0.53)   |   KOMPAS100 1185.6 (-7.39)   |   LQ45 921.176 (-7.27)   |   MBX 1613.76 (-8.73)   |   MNC36 320.851 (-2.49)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.5)   |   SMInfra18 296.861 (-1.69)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-3.03)   |  

Wapres Jelaskan Langkah RI Jadi Pusat Produsen Halal Dunia

Sabtu, 24 Oktober 2020 | 12:49 WIB
Oleh : WBP

Jakarta, Beritasatu.com- Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan diperlukan langkah strategis yang kolaboratif dari seluruh pihak untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat produsen produk halal dunia.

"Untuk menjadikan Indonesia menjadi pusat produsen produk halal dunia, Indonesia memerlukan langkah-langkah strategis yang dilaksanakan para pemangku kepentingan terkait secara simultan dan kolaboratif," ujar Wapres saat menjadi pembicara kunci pada webinar "Indonesia Menuju Pusat Produsen Halal Dunia" di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Sabtu (24/10/2020).

Saat ini, industri halal global tidak hanya diminati oleh negara berpenduduk mayoritas muslim tetapi juga negara berpenduduk nonmuslim.

Sebagai contoh, berdasarkan laporan Global Islamic Economic Report tahun 2019, Brazil merupakan eksportir produk makanan dan minuman halal nomor satu di dunia dengan nilai US$ 5,5 miliar disusul Australia senilai US$ 2,4 miliar.

Wapres menyampaikan permintaan produk halal oleh konsumen muslim global pun mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Melansir data dari the State of Global Islamic Economy Report 2019/2020, besarnya pengeluaran konsumen muslim dunia untuk makanan dan minuman halal, pariwisata ramah muslim, halal lifestyle, serta farmasi halal mencapai US$ 2,2 triliun pada 2018 dan diproyeksikan mencapai US$ 3,2 triliun pada 2024. "Dengan perkiraan penduduk muslim yang akan mencapai 2,2 miliar jiwa pada 2030, maka angka perekonomian pasar industri halal global akan terus meningkat dengan pesat," ujarnya.

"Tentunya, hal ini merupakan potensi yang sangat besar yang harus dimanfaatkan peluangnya oleh Indonesia dengan memenuhi kebutuhan global melalui ekspor produk halal dari Indonesia," imbuhnya.

Wapres menuturkan sebagai negara berpenduduk 267 juta jiwa dengan jumlah penduduk muslim yang mencapai 87% dari total populasinya, Indonesia merupakan pasar yang sangat menentukan dalam perdagangan produk halal dunia.

Namun sayangnya, kata dia, hingga saat ini Indonesia masih berperan sebagai konsumen produk halal dunia, bahkan menjadi yang terbesar di antara negara-negara mayoritas muslim lainnya.

Pada 2018, Indonesia membelanjakan US$ 214 miliar untuk produk halal atau mencapai 10% dari pangsa produk halal dunia. "Indonesia masih banyak mengimpor produk-produk halal dari luar negeri. Indonesia selama ini hanya menjadi konsumen dan 'tukang stempel' untuk produk halal yang diimpor," ungkapnya.

Untuk itu, pada kesempatan tersebut Wapres mengajak berbagai pemangku kepentingan untuk bersungguh-sungguh bergerak menjadikan Indonesia tidak lagi sebagai konsumen, tetapi sebagai produsen dan eksportir produk halal terbesar di dunia.

Beberapa langkah strategis yang dapat dilakukan, menguatkan industri produk halal melalui pembentukan kawasan-kawasan industri halal maupun zona-zona halal di dalam kawasan industri yang sudah ada, sehingga kapasitas produksi produk halal Indonesia bisa meningkat secara signifikan dan terintegrasi, semakin berkualitas, serta berdaya saing global. "Kawasan industri halal yang tumbuh dan berkembang diharapkan akan menarik perhatian investor global untuk menjadikan Indonesia sebagai global hub produk halal dunia," harapnya.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Angkat Merek Kebanggaan Lokal, Coconut Island dan Wafer Tango Berkolaborasi

Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan jangkauan pasar yang lebih luas, serta berusaha mengangkat kebanggan lokal sebagai merek asli Indonesia.

EKONOMI | 24 Oktober 2020

Kemkeu Kawal Lima Prioritas Pemerintahan Jokowi di Tengah Pandemi

Kementerian Keuangan terus berupaya mengawal lima program prioritas pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, meski di tengah pandemi.

EKONOMI | 24 Oktober 2020

Vaksinasi Covid-19 pada November Belum Pasti

Raden Pardede, mengatakan rencana pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pada November 2020 sebetulnya belum pasti.

EKONOMI | 24 Oktober 2020

Ditutup Hari Ini, CMSE 2020 Hadirkan Lo Kheng Hong

Panitia Capital Market Summit and Expo (CMSE) 2020 menghadirkan Lo Kheng Hong sebagai pembicara kunci di acara penutupan even tersebut pada Sabtu (24/10/2020).

EKONOMI | 24 Oktober 2020

Rata-rata Frekuensi Transaksi Harian Saham Turun 9,28%

Rata-rata frekuensi transaksi saham harian di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama sepekan turun sebesar 9,28% menjadi 706,677 ribu kali transaksi.

EKONOMI | 24 Oktober 2020

Lewat InvestASIK, Danareksa Ajak Milenial Berinvestasi

InvestASIK mengajak milenial untuk mengatur dan menyisihkan dana.

EKONOMI | 24 Oktober 2020

CMSE 2020 Jaring Puluhan Ribu Pengunjung

Capital Market Summit and Expo (CMSE) 2020 yang diadakan secara virtual untuk pertama kalinya, disambut positif publik dan pelaku pasar modal Indonesia.

EKONOMI | 24 Oktober 2020

Harga Minyak Tertekan Produksi Libia dan Kekhawatiran Permintaan

WTI untuk pengiriman Desember kehilangan 79 sen atau 1,9% menjadi US$ 39,85 per barel.

EKONOMI | 24 Oktober 2020

Harga Emas Naik Ditopang Pelemahan Dolar

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember naik tipis hanya 0,6 dolar AS atau 0,03 persen, menjadi ditutup pada US$ 1.905.

EKONOMI | 24 Oktober 2020

Sejak Awal Tahun, Obligasi dan Sukuk di BEI Rp 71,01 Triliun

EBA sebanyak 10 emisi senilai Rp 7,28 triliun.

EKONOMI | 24 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS