2021, BEI Bidik Pencatatan Saham Emiten Sektor Teknologi
INDEX

BISNIS-27 510.733 (-1.34)   |   COMPOSITE 5813.99 (8.96)   |   DBX 1076.27 (11.92)   |   I-GRADE 169.305 (0.55)   |   IDX30 499.8 (-0.92)   |   IDX80 132.38 (-0.32)   |   IDXBUMN20 374.254 (2.01)   |   IDXG30 135.455 (0.05)   |   IDXHIDIV20 450.5 (-0.98)   |   IDXQ30 146.053 (-0.34)   |   IDXSMC-COM 250.881 (1.17)   |   IDXSMC-LIQ 309.077 (0.27)   |   IDXV30 131.098 (-0.19)   |   INFOBANK15 988.482 (5.02)   |   Investor33 429.242 (-0.7)   |   ISSI 170.543 (-0.37)   |   JII 620.021 (-3.74)   |   JII70 214.017 (-1.07)   |   KOMPAS100 1185.8 (-0.19)   |   LQ45 922.358 (-1.18)   |   MBX 1613.53 (0.24)   |   MNC36 321.576 (-0.73)   |   PEFINDO25 321.335 (-2.97)   |   SMInfra18 295.407 (1.45)   |   SRI-KEHATI 367.139 (-0.28)   |  

2021, BEI Bidik Pencatatan Saham Emiten Sektor Teknologi

Selasa, 27 Oktober 2020 | 14:47 WIB
Oleh : Lona Olavia / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2021 dikatakan menargetkan jumlah pencatatan efek baru pada 30 perusahaan terdiri pencatatan efek saham, obligasi korporasi baru, dan pencatatan efek lainnya meliputi Exchange Traded Fund (ETF), Dana Investasi Real Estate (DIRE) dan Efek Beragun Aset (EBA). Target tersebut dicapai melalui kegiatan sosialisasi, one-on-one meeting, serta workshop.

“Kami melihat perkembangan yang ada saat ini. Untuk itu, kita targetkan 30 pencatatan ke depan dari kombinasi bukan hanya perusahaan yang berkembang seperti sekarang atau konvensional, tapi mengarah pada teknologi companies dan e-commerce,” kata Direktur Penilai Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna dalam konferensi pers virtual usai RUPSLB, Selasa (27/10/2020).

BEI juga menargetkan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) pada tahun 2021 mencapai Rp 8,5 triliun. Target tersebut meningkat dibandingkan rerata nilai transaksi harian bursa di tahun ini yang tercatat hanya sebesar Rp 7,9 triliun.

Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi mengatakan, beberapa katalis yang mendorong kenaikan transaksi tersebut ialah optimisme membaiknya pertumbuhan ekonomi domestik di tahun depan. Selain itu aktivitas investor domestik ritel yang kian meningkat. "Kita meyakini tren ini akan tetap berlanjut dan dipertahankan di tahun depan. Salah satu sumber turn over harian datang dari aktivitas transaksi investor ritel domestik,” kata Hasan.

Sementara itu, BEI juga secara berkesinambungan memberikan dukungan pengembangan, serta kepatuhan anggota bursa (AB) dan partisipan. BEI juga fokus pada inovasi untuk meluncurkan produk, layanan, dan instrumen pasar yang baru. Hal tersebut menurutnya sejalan dengan tema pengembangan yang telah ditetapkan untuk tahun 2020-2021, yaitu “Melakukan Pendalaman Pasar Modal, Meningkatkan Efisiensi, dan Transparansi”.

Dalam mewujudkan aspirasi tersebut, BEI dikatakan Hasan telah menetapkan sejumlah inisiatif dalam empat pilar utama pengembangan. Pertama, meningkatkan efisiensi sebagai bursa efek dalam penggalangan dana dan aktivitas perdagangan untuk menarik partisipasi yang lebih besar. Kedua, mengembangkan area pertumbuhan baru, termasuk pasar modal syariah. Ketiga, memperluas cakupan layanan perdagangan untuk memenuhi kebutuhan pelaku pasar. Keempat, menjaga pasar yang teratur melalui tata kelola dan pengawasan berteknologi tinggi.

Sementara Direktur Utama BEI Inarno Djajadi menyampaikan, rencana pengembangan bursa yang akan dilakukan, telah melalui serangkaian koordinasi dan masukan dari seluruh stakeholders pasar modal, baik Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), pemerintah, AB, SRO, dan tentunya juga dari kalangan asosiasi.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

September 2020, Uang Beredar Naik Jadi Rp 6.742,9 T

Bank Indonesia (BI) melaporkan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tetap tinggi pada September 2020.

EKONOMI | 27 Oktober 2020

Hari Listrik ke-75, PLN Diminta Tingkatkan Profesionalisme Pengelolaan Pegawai

SP PLN mengajak direksi PLN bersinergi dalam mengawal setiap permasalahan yang timbul.

EKONOMI | 27 Oktober 2020

Rupiah Tertekan Siang Ini Saat Mata Uang Asia Menguat

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.657-Rp 14.669 per dolar AS

EKONOMI | 27 Oktober 2020

Siang Ini, Mayoritas Bursa Asia di Zona Merah

Indeks Nikkei 225 Jepang turun 46,0 (0,2%) mencapai 23.447 poin.

EKONOMI | 27 Oktober 2020

Legislator Dukung Transformasi Energi yang Dilakukan Kementerian BUMN

Kementerian BUMN tengah melakukan transformasi energi serta pengembangan energi baru terbarukan.

EKONOMI | 27 Oktober 2020

BEI Targetkan Transaksi Harian Bursa Rp 8,5 Triliun

BEI menargetkan jumlah pencatatan efek baru pada 2021 menjadi 30 perusahaan.

EKONOMI | 27 Oktober 2020

Sesi Siang, IHSG Melemah 6 Poin ke 5.137

Volume perdagangan hingga sesi siang ini tercatat sebanyak 82.543 miliar saham senilai Rp 4,447 triliun.

EKONOMI | 27 Oktober 2020

Peringati Sumpah Pemuda, Pemerintah Dorong Pembangunan Industri di Seluruh Negeri

Pembangunan industri juga harus memperhatikan lingkungan hidup dan prinsip pembangunan berkelanjutan untuk kepentingan generasi mendatang.

EKONOMI | 27 Oktober 2020

Emas Antam Stagnan di Rp 1,007 Juta Per Gram

Untuk pecahan 500 gram sebesar Rp 473,820 juta.

EKONOMI | 27 Oktober 2020

Allianz Life Indonesia Luncurkan Sekoci Amana

Prinsip asuransi syariah yang diterapkan pada produk Sekoci Amana, mengajak nasabah untuk memiliki perlindungan sekaligus berbagi kebaikan.

EKONOMI | 27 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS