WTO Desak G20 Tingkatkan Pembiayaan Perdagangan bagi Negara Berkembang
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

WTO Desak G20 Tingkatkan Pembiayaan Perdagangan bagi Negara Berkembang

Minggu, 22 November 2020 | 16:39 WIB
Oleh : WBP

Washington, Beritasatu.com - Kelompok 20 negara ekonomi terbesar dunia (G20) harus berupaya menyediakan triliunan dolar dalam pembiayaan perdagangan bagi negara-negara berkembang untuk memastikan pemulihan ekonomi global dari pandemi Covid-19, kata seorang pejabat tinggi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Wakil Direktur Jenderal WTO Alan Wolff kepada para pemimpin G20 mengatakan bahwa sangat penting untuk memanfaatkan perdagangan guna membantu menjamin perekonomian, memfasilitasi perdagangan pasokan medis penting, dan mereformasi kerangka kelembagaan untuk perdagangan dunia. "Ketika hasil panen tidak bergerak dan pabrik menganggur di seluruh dunia berkembang, pemulihan global akan tertunda untuk semua," kata Wolff, seorang warga negara AS, kepada para pemimpin G20, Sabtu (21/11/2002).

"Inisiatif pembiayaan perdagangan harus dilihat sebagai bagian penting untuk meningkatkan prospek pemulihan ekonomi," kata dia.

Forum Ekonomi Dunia tahun ini menyatakan pandemi Covid-19 memperburuk kesenjangan dalam pembiayaan perdagangan global yang sudah mencapai US$ 1,5 triliun sebelum krisis dimulai, dengan lebih dari 50%permintaan dukungan keuangan untuk perdagangan ditolak.

Kurangnya akses ke pembiayaan perdagangan menghantam negara-negara paling tidak berkembang yang paling menderita akibat mahalnya biaya transaksi keuangan.

Wolff mengatakan kerja sama erat antara lembaga keuangan internasional, WTO, dan bank komersial besar akan dibutuhkan untuk membebaskan triliunan dolar dalam pembiayaan yang dibutuhkan.

Para pemimpin G20 akan menggarisbawahi komitmen mereka terhadap sistem perdagangan multilateral dalam pernyataan bersama yang akan dirilis pada Minggu, berdasarkan draf komunike yang dilihat Reuters.

Badan perdagangan dunia yang bermarkas di Jenewa itu berada dalam kekacauan karena pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah memblokir pemilihan direktur jenderal baru dan fungsi badan penyelesaian sengketa.

Wolff mendesak para pemimpin G20 untuk terlibat secara serius dalam "upaya reformasi kelembagaan besar" dan memulihkan fungsi musyawarah dan negosiasi WTO.

Wolff juga menyerukan langkah-langkah baru untuk mempercepat pasokan produk medis penting ke tempat yang membutuhkan, termasuk pembaruan pada perjanjian yang ada untuk memastikan perdagangan global bebas bea dalam obat-obatan dan peralatan medis.

Dia mengatakan hambatan di perbatasan dan penggunaan pembatasan ekspor harus dikurangi, memberikan transparansi yang lebih besar dan mempercepat perbaikan dalam upaya fasilitasi perdagangan, terutama untuk negara-negara termiskin.



Sumber:Reuters, Antara


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

BI Dukung Pengembangan UMKM Secara End to End

BI melihat bahwa UMKM memiliki peran yang sangat penting bagi perekonomian, serta menyerap banyak tenaga kerja.

EKONOMI | 22 November 2020

IndiHome Siap Lahirkan Penyanyi Baru Indonesia

Di tengah pandemi Covid-19, IndiHome terus berupaya membangkitkan semangat dan potensi masyarakat Indonesia melalui Semua Bisa Berubah Maju Cover Song

EKONOMI | 22 November 2020

Wapres Sebut Pemerintah Sedang Godok Skema Subsidi Sektor Properti

Pandemi Covid-19 membuat 70% MBR dan 30% masyarakat berpenghasilan tinggi mengalami penurunan pendapatan.

EKONOMI | 22 November 2020

CEO Rifqi Alam Raih Penghargaan Indonesia Award Magazine

Muhammad Rifqi Alam dinilai sebagai sosol muda paling inspiratif oleh Indonesia Award Magazine.

EKONOMI | 22 November 2020

Sambangi Mesir, Sandiaga Jajaki Peluang Perdagangan dan Investasi

Untuk memulihkan dan membangkitkan ekonomi pascapandemi ada tiga sektor utama yang menjadi fokus.

EKONOMI | 22 November 2020

Mentan Ekspor Cabai Kering Perdana ke Pakistan

Produk pertanian segar yang tidak tahan lama harus dilakukan hilirisasi.

EKONOMI | 22 November 2020

Menko Airlangga: Perizinan Berbasis Risiko Lebih Mudah dan Pasti

Pemerintah menetapkan perizinan menggunakan pendekatan berbasis risiko untuk menetapkan jenis perizinan berusaha pada seluruh sektor usaha.

EKONOMI | 22 November 2020

Garuda Indonesia Jadi Salah Satu Maskapai dengan Protokol Kesehatan Terbaik Dunia

Standard penerapan protokol kesehatan dan keamanan layanan Garuda Indonesia mendapatkan empat bintang dari lima.

EKONOMI | 22 November 2020

PPBN Minta Pemerintah Berlakukan Pos Tarif untuk Impor Bawang Putih

Skema pos tarif menguntungkan Indonesia dan Tiongkok tak bisa memainkan harga terhadap importir, sehingga harga bawang putih dalam negeri lebih kompetitif.

EKONOMI | 22 November 2020

CNI Gandeng PTPP Lanjutkan Proyek Smelter Senilai Rp 3,22 Triliun

PTPP kembali dipercaya mengerjakan pembangunan smelter feronikel blok Lapaopao di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

EKONOMI | 22 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS