Mochtar Riady: Tetap Sehat Meski dengan Penyakit Jantung
INDEX

BISNIS-27 503.6 (2.5)   |   COMPOSITE 5652.76 (48.27)   |   DBX 1032.04 (3.25)   |   I-GRADE 164.451 (1.87)   |   IDX30 490.95 (3.33)   |   IDX80 128.766 (0.95)   |   IDXBUMN20 358.484 (4.17)   |   IDXG30 133.521 (0.92)   |   IDXHIDIV20 437.723 (3.27)   |   IDXQ30 142.408 (1.41)   |   IDXSMC-COM 239.978 (2.77)   |   IDXSMC-LIQ 292.98 (3.3)   |   IDXV30 120.747 (2.08)   |   INFOBANK15 969.323 (8.87)   |   Investor33 424.184 (2.73)   |   ISSI 165.497 (1.49)   |   JII 607.992 (3.57)   |   JII70 207.954 (1.77)   |   KOMPAS100 1151.81 (10.08)   |   LQ45 901.663 (6.22)   |   MBX 1571.94 (14.64)   |   MNC36 316.426 (2.22)   |   PEFINDO25 300.975 (9.54)   |   SMInfra18 283.853 (1.3)   |   SRI-KEHATI 362.321 (2.15)   |  

Mochtar Riady: Tetap Sehat Meski dengan Penyakit Jantung

Selasa, 14 Februari 2017 | 21:57 WIB
Oleh : Dina Manafe / WBP

Tangerang - Setelah konsultasi rawat jalan maupun pascarawat inap, sering kali penderita gagal jantung dan keluarganya tidak memahami konsekuensi penyakit tersebut. Bagaimana sebaiknya pengaturan makanan di rumah, olahraga apa yang dilarang atau diperbolehkan, serta bingung dengan fungsi maupun cara konsumsi obat.

Menyadari kondisi ini, Siloam Hospitals Lippo Village Karawaci meresmikan klinik baru khusus untuk penanganan penyakit gagal jantung secara terpadu. Tujuan utama klinik yang diberi nama "Heart Failure Clinic" ini untuk membantu pasien agar bisa hidup lebih berkualitas meski menderita gagal jantung.

Saat meresmikan klinik ini, Chairman dan Founder Lippo Group, DR Mochtar Riady mengatakan yang terpenting bagi penderita jantung adalah sehat secara psikologis. Penderita yang tetap berpikir sehat dan gembira juga akan meningkatkan kualitas hidup. Selain itu, rutin kontrol kesehatan jantung ke dokter dan patuh terhadap rangkaian pengobatan yang diberikan.

“Kalau kita menderita suatu penyakit dan menganggapnya beban atau selalu takut, maka kita malah tambah sakit. Senang akan membuat kita merasa selalu sehat meski sedang sakit,” kata Mochtar.

Mochtar mengatakan hal ini berdasarkan pengalaman pribadinya sebagai penderita jantung. Selalu gembira, berpikir positif, rutin kontrol dan patuh anjuran dokter maupun orang-orang di sekitarnya membuat Mochtar tetap bugar meski menderita gangguan jantung. Bahkan ia masih kuat berolah raga di usianya yang ke 89 tahun.

Mochtar mengisahkan awal mula ia terdiagnosis menderita kelainan jantung pada usia 60 tahun oleh dokter jantung di Indonesia. Kemudian sekitar tahun 1985--saat masih menjabat CEO Bank Central Asia (BCA)--Mochtar melakukan general check up di sebuah rumah sakit di Los Angeles, Amerika Serikat, bersama partnernya Sudono Salim. Dari hasil check up ini, dokter menganjurkan melakukan cek rutin karena ada masalah pada jantungnya, walaupun tidak serius.

Tiga tahun kemudian, dokter di Jakarta mendiagnosisnya menderita gangguan di jantung dan perlu perhatian. Oleh gubernur Bank Indonesia kala itu, Radius Prawiro, Mochtar dianjurkan memeriksakan jantung pada dokter spesialis jantung terkemuka di Sydney, Australia. Di sana, Mochtar divonis menderita penyakit jantung serius, dan satu-satunya pengobatan adalah tindakan operasi. Mendengar ini, Mochtar merasa takut dan berpikir akan meninggal akibat penyakit jantung ini.

“Mendengar itu saya ketakutan. Karena di tahun 1990-an, operasi itu bukan hal yang biasa seperti sekarang ini, tetapi sangat serius. Jadi saya cepat-cepat pulang ke Jakarta dan menyelesaikan semua pekerjaan dan masalah saya, seperti utang-utang dan pembukuan. Saya pun buat pesan dengan partner saya, kalau misalnya saya tidak selamat saat operasi, tolong selesaikan semuanya,” kata Mochtar.

Namun, Mochtar sempat pasrah dan mengurungkan niatnya untuk menjalani operasi jantung. Selama 1,5 tahun ia menjalani hidup dengan penyakit jantung hingga akhirnya Radius Prawiro kembali mengingatkan untuk menjalani operasi.

“Waktu itu Pak Radius mengatakan saya egois. Dia mengatakan Mochtar itu bukan miliki diri saya sendiri, tetapi milik orang lain. Istri saya masih muda, dan anak-anak masih membutuhkan saya. Saat itu saya berumur 60 tahun, istri 50 tahun lebih dan anak 20 tahun,” katanya.

Mochtar akhirnya memutuskan terbang ke Sydney untuk menjalani operasi. Di Sydney tim dokter melakukan operasi 5 bypass sekaligus. Operasi bypass jantung adalah salah satu penanganan untuk penyakit jantung koroner, yaitu penyakit karena penyempitan dan penyumbatan pembuluh nadi koroner jantung.

Kini, hidup dengan penyakit jantung tak membuatnya takut atau terbeban. Mochtar menjalani hari-hari layaknya orang sehat meski usianya kini 89 tahun.

“Usia saya 89 tahun, tetapi merasa baru 70-an, dan sebenarnya jantung saya sudah terlalu tua dan tidak berfungsi optimal. Tetapi saya selalu gembira dan berpikir saya sehat, dan sampai sekarang saya sehat. Saya memutuskan rutin jalan kaki, tiap bulan ke dokter, dan mendengarkan nasihat istri yang menjaga kesehatan saya,” ujarnya.









Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Siloam Resmikan Klinik Penanganan Terpadu Gagal Jantung

Membantu mengajarkan kepada pasien tentang kondisi gagal jantung.

KESEHATAN | 14 Februari 2017

Cedera Ligamen Tak Perlu Jadi Momok untuk Atlet

Banyak atlet nasional dikatakan Dr Febry terhenti kariernya di dunia olahraga setelah mengalami cedera ligamen.

KESEHATAN | 14 Februari 2017

Peduli Kesehatan Mata Anak, Panasonic Bagikan Kaca Mata Gratis

Sekitar 10 persen dari 66 juta anak usia sekolah di Indonesia mengalami gangguan mata.

KESEHATAN | 14 Februari 2017

Deteksi Dini, Kunci Utama Perempuan Mencegah Penyakit Kanker

Kanker payudara menempati peringkat teratas.

KESEHATAN | 9 Februari 2017

Kasus Keracunan Makanan Terbanyak Berasal dari Jajanan

Sebagian besar kasus kecarunan bersumber dari makanan olahan jajanan.

KESEHATAN | 9 Februari 2017

Minat Masyarakat Mengkonsumsi Produk Pertanian Organik Meningkat

Minat masyarakat untuk menggunakan produk pertanian organik (alami) makin meningkat

KESEHATAN | 9 Februari 2017

Lippo Group Akuisisi Healthway Medical Singapura

Healthway merupakan jaringan privat pusat medis dan klinik terbesar serta terluas di Singapura.

KESEHATAN | 9 Februari 2017

Ratusan Pelajar di Medan Keracunan Makanan

Para korban mengaku mual dan muntah-muntah setelah mengonsumsi makanan yang dimakan bersama di sekolah tersebut.

KESEHATAN | 8 Februari 2017

Pasien Kanker Masih Banyak Berobat Keluar Negeri

Saat ini banyak rumah sakit di dalam negeri yang mulai menyediakan fasilitas pelayanan khusus untuk pasien kanker

KESEHATAN | 8 Februari 2017

Kontrasepsi Hormonal Tingkatkan Risiko Kanker?

Mitos mengenai pengaruh antara kontrasepsi hormonal dengan peningkatan risiko kanker tidak seluruhnya benar.

KESEHATAN | 6 Februari 2017


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS