Menkes Sebut 82% Keluarga Indonesia Tak Sehat
INDEX

BISNIS-27 434.176 (-7.64)   |   COMPOSITE 4917.96 (-75.2)   |   DBX 928.196 (-4.7)   |   I-GRADE 130.286 (-2.42)   |   IDX30 412.166 (-7.85)   |   IDX80 107.727 (-2.08)   |   IDXBUMN20 269.265 (-5.95)   |   IDXG30 115.773 (-2.53)   |   IDXHIDIV20 368.481 (-6.65)   |   IDXQ30 120.761 (-2.3)   |   IDXSMC-COM 210.292 (-3.36)   |   IDXSMC-LIQ 235.988 (-6.09)   |   IDXV30 101.893 (-2.12)   |   INFOBANK15 773.605 (-13.29)   |   Investor33 359.92 (-6.34)   |   ISSI 144.524 (-2.29)   |   JII 524.265 (-9.92)   |   JII70 177.451 (-3.41)   |   KOMPAS100 962.885 (-17.72)   |   LQ45 754.177 (-14.18)   |   MBX 1360.94 (-22.87)   |   MNC36 269.191 (-4.78)   |   PEFINDO25 256.961 (-5.33)   |   SMInfra18 232.003 (-3.35)   |   SRI-KEHATI 302.863 (-5.05)   |  

Menkes Sebut 82% Keluarga Indonesia Tak Sehat

Minggu, 6 Oktober 2019 | 15:42 WIB
Oleh : Dina Manafe / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Hidup bersih dan sehat rupanya belum menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia. Hal ini menyebabkan berbagai penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dengan gaya hidup sehat banyak diderita masyarakat. Bahkan, Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan, sebagian besar atau 82 persen keluarga tidak sehat.

"Pendataan keluarga dengan 12 indikator sehat (menunjukkan) angka nasional baru 18 persen keluarga. Rendah sekali. Berarti 82 persen yang tidak sehat," kata Menkes usai kegiatan Healthies Fun Run 5 K di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Minggu (6/10/2019).

Sebuah keluarga dikatakan sehat apabila memenuhi 12 kategori sehat di antaranya keluarga punya jamban, ibu bersalin di fasilitas kesehatan, balita dipantau tumbuh kembangnya, imunisasi, dan wanita usia subur menggunakan KB.

Menurut Menkes, beberapa daerah menunjukkan indikator kesehatan keluarga yang tinggi dan cenderung meningkat. Hal ini menggambarkan masyarakat masih membutuhkan edukasi dan kampanye hidup sehat untuk mengubah perilaku mereka.

50% Pasien Asing di Malaysia Berasal dari Indonesia

Menkes mengatakan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia meningkat dan masuk dalam kategori atas terutama dari aspek kesehatan. Hal ini ditandai usia harapan hidup orang Indonesia yang meningkat dari 69,19 tahun (2016) menjadi 71,2 tahun (2018). Kondisi ini menunjukkan derajat kesehatan masyatakat juga membaik. Namun, kata Menkes, dari usia harapan hidup 71 tahun lebih itu, usia sehatnya hanya 62 tahun, yang artinya selama 8-9 tahun orang Indonesia hidup dengan sakit sakitan.

Menkes mengatakan, status kesehatan masyarakat masih memprihatinkan. Hal itu terlihat dari data BPJS Kesehatan yang menunjukkan penyakit tidak menular atau penyakit katastropik (berbiaya mahal) mendominasi dalam pelayanan JKN-KIS. Gagal ginjal, kanker, jantung, stroke, diabetes melitus dan hipertensi adalah sederetan penyakit yang menyedot sebagian besar anggaran BPJS Kesehatan. "Semua itu sebenarnya bisa dicegah dengan pola hidup sehat. Misalnya hipertensi sedapat mungkin kita hindari. Caranya ya dengan pola hidup sehat. Kalau pun sudah hipertensi sedapat mungkin terkontrol sehingga tidak jantung," kata Menkes.

Usia Harapan Hidup Orang Indonesia 71,4 Tahun

Untuk tetap sehat, Menkes mengajak masyarakat terapkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Germas adalah ajakan kepada masyarakat untuk berperilaku bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya pola makan. Makan bukan sekadar untuk kenyang, tetapi juga terpenuhi nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Karenanya keberagaman makanan perlu diperhatikan. Dalam satu sajian piring, separohnya terdiri dari buah dan sayuran beragam jenis maupun warna. Separuhnya lagi makanan pokok dan lauk pauk.

Selain pola maka, aktivitas fisik atau olahraga penting. "Jalan kaki misalnya, murah, tanpa bayar. Saya sering melakukan itu karena kebetulan di dekat rumah ada taman. Saya sering kali jalan kaki dengan Pak Emil Salim," kata Menkes.

Selain itu, lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala minimal 6 bulan atau satu tahun sekali. Hal ini tak kalah penting untuk jaga kesehatan, tetapi paling sering diabaikan. Padahal kata Menkes, mengetahui status kesehatan itu penting untuk mencegah kondisi lebih buruk. Hipertensi dan diabetes melitus, misalnya, seringkali disebut sebagai silent killer, karena kedua penyakit ini merusak kesehatan tanpa kadang diketahui.

Faktor lainnya adalah lingkungan sehat. Namun kata Menkes lingkungan sehat dengan sendirinya tercipta apabila setiap individu sudah memiliki pola hidup bersih dan sehat.

Dalam rangka kampanye Germas, hari ini Kemkes menggelar "Healthies Fun Run 5 K" yang dihadiri seluruh perwakilan kementerian/lembaga. Menkes berharap Germas bisa diterapkan oleh semua kementerian lembaga.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

Sebaiknya, Berolahraga di Waktu Pagi atau Malam?

Berolahraga di pagi dan malam hari tidak berpengaruh buruk, asal dilakukan dengan tubuh yang fit

KESEHATAN | 6 Oktober 2019

Efek Paparan Gim Serupa dengan Kecanduan Narkoba

Organisasi kesehatan dunia (WHO) telah menetapkan kecanduan gim sebagai gangguan mental.

KESEHATAN | 5 Oktober 2019

Bantu Cegah Penyebaran Covid-19, UV Care Indonesia Berikan Donasi ke RS Atlet

UV Care Indonesia mendonasikan pinjaman UV Care General Sterilizer untuk Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet.

KESEHATAN | 16 April 2020

BPJS Buka Peluang Berbagi Lewat Donasi JKN

Program Donasi JKN-KIS membuka kesempatan bagi perorangan, badan usaha, maupun lembaga.

KESEHATAN | 4 Oktober 2019

Animasi Berperan dalam Pembentukan Karakter Anak

Karakter animasi dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan dan membiasakan pola hidup sehat pada anak.

KESEHATAN | 4 Oktober 2019

Ibu Negara Iriana Jokowi Apresiasi Upaya Pecegahan Stunting

Pencegahan stunting merupakan prioritas program nasional dalam rangka menghadirkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia unggul dan maju.

KESEHATAN | 3 Oktober 2019

50% Pasien Asing di Malaysia Berasal dari Indonesia

Indonesia menjadi negara penyumbang tertinggi pasien mancanegara di Malaysia.

KESEHATAN | 3 Oktober 2019

Bidik Pasien dari Indonesia, Malaysia Healthcare Gandeng Traveloka

Lebih dari 900.000 pasien dari Indonesian pada 2018 telah menerima perawatan kesehatan di Malaysia.

KESEHATAN | 3 Oktober 2019

34 Juta Peserta PBI Tak Sinkron dengan Data Terpadu

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, mengatakan ada sekitar 34 juta lebih peserta PBI yang tidak sinkron dengan data terpadu.

NASIONAL | 3 Oktober 2019

Data Tidak Valid, Peserta PBI Langsung Dicoret

Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Sosial Mirza Pahlevi memastikan peserta PBI yang dicoret karena data mereka tidak valid dan tidak sesuai dengan NIK.

NASIONAL | 3 Oktober 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS