New Normal, IDI Ingatkan Tenaga Medis Cegah Infeksi Silang
INDEX

BISNIS-27 448.028 (-0.29)   |   COMPOSITE 5099.84 (-2.99)   |   DBX 964.111 (0.24)   |   I-GRADE 139.821 (-0.09)   |   IDX30 426.948 (0.87)   |   IDX80 113.317 (0.27)   |   IDXBUMN20 291.67 (3.2)   |   IDXG30 118.931 (0.29)   |   IDXHIDIV20 379.8 (0.34)   |   IDXQ30 124.715 (0.06)   |   IDXSMC-COM 219.701 (0.44)   |   IDXSMC-LIQ 255.871 (2.66)   |   IDXV30 106.644 (0.76)   |   INFOBANK15 836.821 (-4.09)   |   Investor33 373.706 (-0.46)   |   ISSI 150.561 (0.38)   |   JII 547.285 (1.78)   |   JII70 187.054 (0.64)   |   KOMPAS100 1020.57 (-0.41)   |   LQ45 786.439 (1.69)   |   MBX 1410.93 (-1)   |   MNC36 280.006 (-0.35)   |   PEFINDO25 280.13 (1.79)   |   SMInfra18 241.99 (0.7)   |   SRI-KEHATI 316.197 (0.07)   |  

New Normal, IDI Ingatkan Tenaga Medis Cegah Infeksi Silang

Selasa, 2 Juni 2020 | 10:30 WIB
Oleh : Dina Manafe / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia bersiap menghadapi new normal atau kenormalam baru di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Aktivitas sosial dan ekonomi akan kembali normal, tetapi di saat bersamaan kemungkinan penyebaran virus makin besar apabila tidak semua orang menerapkan protokol kesehatan dalam kesehariannya. Oleh karena itu, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) meminta seluruh tenaga medis di Indonesia untuk menerapkan protokol kesehatan ketat guna mencegah terjadinya infeksi silang.

Ketua Umum PB IDI, Daeng Faqih mengatakan, hingga saat ini belum ditemukan obat yang secara spesifik membunuh virus SARS Cov-2 penyebab Covid-19. Demikian pula vaksinnya, para ahli masih terus masih mempelajari dan mengembangkannya. Oleh karena itu, tindakan yang paling bijaksana dan efektif saat ini adalah mencegah agar tidak terinfeksi atau tertular. Terutama bagi tenaga medis yang kontak erat dan dekat dengan pasien.

“Karena mau diterapkan new normal, kita harus hati-hati melaksanakan protokol kesehatan supaya tidak terinfeksi. Petugas kesehatan harus ekstra hati hati terhadap penularan silang,” kata Daeng dalam diskusi secara daring “Betadine Webiner: Together We Fight Covid-19”, Senin (1/6/2020).

Menurut Daeng, infeksi silang terjadi karena tenaga medis berisiko tinggi untuk tertular, terutama pada pasien non-Covid-19 yang mendapat pelayanan. Meski tidak tercatat, menurut laporan dari anggota IDI di berbagai daerah, pasien yang awalnya masuk ke rumah sakit tanpa Covid-19 pada akhirnya tertular. Di Tiongkok, 4 persen dari seluruh kasus Covid-19 di awal pandemi adalah tenaga medis.

Di Indonesia, pada awal pandemi, banyak tenaga medis gugur karena tidak siap, misalnya karena alat pelindung diri (APD) kurang, APD dimodifikasi, kebiasaan praktik berubah sehingga tertular dari pasien positif. Pasien yang menularkan ke tenaga medis lebih banyak tanpa pasien tanpa gejala. Masih dari Tiongkok, infeksi nosokomial SARS Cov-2 pada pasien di intensive care unit (ICU) mencapai 41 persen. “Sekarang sudah mulai berkurang infeksi karena tenaga medis kita mulai sadar dan pencegahan infeksi sudah membaik. Tetapi kita jangan lengah, tetap waspada karena angka kesakitan dan kematian masih terus bertambah,” kata Daeng.

Daeng meminta tenaga medis dan rumah sakit mengendalikan infeksi selama new normal, mengacu pada rekomendasi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) dan WHO. Pertama, kurangi risiko penularan di fasilitas kesehatan. Misalnya, tidak melakukan operasi elektif, membatasi pintu masuk, mengatur dan skrining pengunjung. Kecuali untuk kasus emergensi. Untuk pelayanan yang tidak memerlukan tatap muka langsung disarankan menggunakan teknologi informasi.

Kedua, mengisolasi pasien bergejala secepatnya. Membuat triase terpisah yang berventilasi baik, memisahkan pasien yang diduga atau positif dengan pintu tertutup dan toilet sendiri. Hal ini sulit dilakukan rumah sakit pada awal pandemi, sehingga infeksi silang banyak terjadi.

Ketiga, melindungi tenaga kesehatan dengan higiene tangan dan APD. Kebersihan diri harus menjadi perhatian serius tenaga medis. Selain tangan, organ lain seperti hidung, tangan, dan mata juga dijaga karena ini adalah tempat masuknya virus.

Kemudian, untuk perlindungan pasien non-Covid-19 termasuk tenaga medis, ada hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Yang tidak boleh dilakukan, yaitu sedapat mungkin jangan mendaur ulang atau menyimpan APD sekali pakai. APD yang didaur ulang atau dimodifikasi tidak 100 persen mencegah infeksi.

“Di lapangan kadang situasi memaksa tenaga kesehatan untuk memodifikasi. Misalnya dengan jas hujan, kantong plastik, baju operasi. Tetapi mudah-mudahan sekarang tidak lagi,” kata Daeng.

Kemudian, jangan menyentuh mata, hidung dan mulut. Jaga tangan selalu bersih. Organ ini menjadi pintu masuk virus ke dalam saluran napas. Tenaga medis juga diminta untuk tidak pindah ke pasien lain atau ruangan lain sebelum menjalani prosedur higiene tangan. Pindah tanpa melalui prosedur kesehatan terutama higiene bisa menyebabkan terjadinya penularan silang. CDC juga tidak menyarankan tenaga medis menggunakan bahan berbasis benzolkonium chloride.

Sedangkan hal yang boleh dilakukan tenaga medis, yaitu selalu pakai APD yang rasional dan memadai ketika bekerja. APD dipakai selama minimal 6 jam, tanpa dibuka, ke kamar mandi, toilet, keluar ruangan, dan lain-lain. Disarankan menggunakan pampers.

Yang paling penting, menurut Daeng, APD tidak hanya memenuhi sandar, tetapi cara pemakaiannya juga tepat baik itu saat memasang maupun membukanya. Penelitian menujukkan, ruangan APD justru adalah tempat paling berisiko terjadinya penularan silang pada tenaga medis. Kemudian tempat rapat atau pertemuan tenaga medis juga berisiko. Kamar mandi atau toilet tanpa disadari juga menjadi tempat berisiko terjadi penularan.

Lakukan higiene tangan dengan bahan berbasis etanol 60 persen atau isopranolol 70 persen. Untuk higiene tangan, hidung, mulut gunakan bahan berbasis antiseptik.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

New Normal, Bintang Toedjoe Sebar 1 Juta Joss C 1000

Kick off Joss C 1000 ditandai dengan penyerahan bantuan produk tersebut di dua rumah sakit rujukan Covid-19.

KESEHATAN | 1 Juni 2020

Merokok Memperparah Infeksi Covid-19

Penelitian menunjukkan para perokok lebih berisiko terinfeksi Covid-19.

KESEHATAN | 1 Juni 2020

Gugus Tugas: Kita Harus Kembali Menata Kehidupan

Masyarakat harus melakukan perubahan perilaku dalam kesehariannya karena sampai hari ini vaksin Covid-19 belum ditemukan.

KESEHATAN | 1 Juni 2020

Penambahan Kasus Positif DKI Jakarta Tertinggi, 15 Provinsi Lain Nol Penambahan

Angka penambahan kasus Covid-19 yang masih cukup tinggi disebutkan Yurianto ada di DKI Jakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Jawa Barat dan di Kalsel.

KESEHATAN | 1 Juni 2020

Tekan Penyebaran Covid-19, Dinkes Bengkulu Perbanyak Pemeriksaan PCR

Total warga Bengkulu yang terjangkit Covid-19 mencapai 91 orang.

KESEHATAN | 1 Juni 2020

Update Covid-19: Kasus Positif Bertambah 467, Pasien Sembuh 329, Meninggal 28

Total spesimen Covid-19 yang sudah diperiksa sampai hari ini, Senin (1/6/2020) sebanyak 333.415.

KESEHATAN | 1 Juni 2020

Doni Monardo: Protokol Kesehatan Harga Mati

Kampanye "4 Sehat 5 Sempurna" juga digunakan di saat masyarakat menghadapi pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 31 Mei 2020

Dukung Tenaga Medis, Hansaplast Donasikan APD ke PMI

Upaya penanggulangan wabah Covid-19 memerlukan kolaborasi semua elemen masyarakat, termasuk dunia usaha.

KESEHATAN | 31 Mei 2020

Persiapan New Normal di Bawah Kendali Gugus Tugas Covid-19 Pusat

Pemda menyiapkan semua tahapan sektor-sektor mana yang dilonggarkan secara bertahap berikut protokol kesehatan yang harus dipenuhi, dan menyosialisasikannya.

KESEHATAN | 31 Mei 2020

New Normal Akan Berjalan Bertahap

Sebab, persoalan di masing-masing daerah tidaklah sama.

KESEHATAN | 31 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS