WHO: Ratusan Juta Dosis Vaksin Covid-19 Siap Sebelum 2021
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

WHO: Ratusan Juta Dosis Vaksin Covid-19 Siap Sebelum 2021

Jumat, 19 Juni 2020 | 07:40 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jenewa, Beritasatu.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Kamis (18/6/2020) mengatakan bahwa ratusan juta dosis vaksin Covid-19 dapat diproduksi pada akhir tahun ini. Tahap awal vaksin ini ditargetkan menyasar kelompok yang paling rentan terhadap virus. Badan kesehatan PBB ini sedang berupaya mengerjakan asumsi itu, dengan pandangan 2 miliar dosis pada akhir tahun 2021, ketika perusahaan farmasi telah memproduksi vaksin lebih banyak.

Kepala ilmuwan WHO, Soumya Swaminathan, mengatakan para peneliti sedang mengerjakan lebih 200 kandidat vaksin di seluruh dunia, termasuk 10 yang sedang dalam pengujian pada manusia. "Jika kami sangat beruntung, akan ada satu atau dua kandidat yang sukses sebelum akhir tahun ini," katanya dalam konferensi pers virtual.

Dia mengidentifikasi tiga kelompok yang paling membutuhkan tahap pertama vaksin. Mereka adalah pekerja di garda terdepan dengan risiko terpapar tinggi, seperti petugas medis dan polisi. Kelompok kedua, orang yang rentan terhadap penyakit, seperti orangtua dan penderita diabetes. Kelompok ketiga adalah orang-orang di lingkungan penularan tinggi, seperti daerah kumuh perkotaan dan rumah perawatan. "Anda harus mulai dengan yang paling rentan dan kemudian memvaksinasi lebih banyak orang," kata Swaminathan.

WHO sedang bekerja sesuai asumsi itu bahwa akan ada beberapa ratus juta dosis vaksin pada akhir tahun ini. "Sangat optimistis," katanya. "Kami berharap pada 2021 akan memiliki dua miliar dosis satu, dua atau tiga vaksin efektif untuk didistribusikan di seluruh dunia. Tetapi ada 'jika' di sana, karena kami belum memiliki vaksin yang terbukti," kata dia.

"Tetapi karena semua investasi dilakukan untuk ini, katakanlah kita memiliki 2 miliar dosis pada akhir tahun 2021 - kita harus dapat memvaksinasi setidaknya populasi prioritas ini."

Eksekutif perusahaan farmasi akhir bulan lalu mengatakan bahwa satu atau beberapa vaksin Covid-19 dapat diluncurkan sebelum 2021. Eksekutif itu memperkiraan dibutuhkan total 15 miliar dosis untuk menekan virus.

Swaminathan mengatakan para ilmuwan sedang menganalisis 40.000 sekuens virus corona.

Sementara pada Rabu (17/6/2020) WHO memutuskan menghentikan uji coba hydroxychloroquine sebagai pengobatan untuk pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit, setelah ada bukti bahwa obat itu tidak berpengaruh untuk menekan tingkat kematian.

Obat malaria dan rheumatoid arthritis yang telah berusia puluhan tahun, hydroxychloroquine telah menjadi pusat kontroversi politik dan ilmiah.

Tetapi Swaminathan mengatakan uji coba non-WHO yang sedang berlangsung mencoba menentukan apakah hydroxychloroquine dapat membantu melindungi pengembangan penyakit, baik sebelum atau setelah terpapar virus. Hal ini sedang diuji pada petugas kesehatan dan orang risiko terpapar tinggi terhadap virus dalam uji coba besar secara acak.

"Hydroxychloroquine tidak memberi dampak menekan tingkat kematian untuk pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit," katanya.

Hydroxychloroquine adalah satu dari empat kombinasi obat dalam Solidarity Trial WHO: uji klinis acak. Hal ini dianggap sebagai standar emas penyelidikan klinis yang mencakup pasien rumah sakit di beberapa negara.

Percobaan bertujuan untuk menemukan dengan cepat apakah obat tertentu memperlambat perkembangan penyakit atau meningkatkan peluang hidup pasien.



Sumber:CNA, AFP


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

BPJS Kesehatan Butuh Dukungan Ekosistem JKN Agar Terus Membaik

Seluruh pemangku kepenting BPJSK harus terkoneksi dalam sebuah sistem informasi teknologi (IT).

KESEHATAN | 18 Juni 2020

Tata Kelola Makin Baik, BPJS Kesehatan Hemat Rp 10,5 Triliun

Efisiensi ini didapat dari tahapan verifikasi klaim layanan melalui sistem deteksi kecurangan yang dilakukan secara rutin dalam tiga lapis.

KESEHATAN | 18 Juni 2020

Sunat di Rumah, Solusi Aman di Masa Pandemi Covid-19

kerja sama Rumah Sunat dr Mahdian dengan Klinik Kimia Farma hadirkan layanan sunat di rumah.

KESEHATAN | 18 Juni 2020

Ahli Virologi: Indentitas Virus Covid-19 di Indonesia Belum Pasti

Ahli Virologi Universitas Udayana Bali Prof I Gusti Ngurah Kade Mahardika menyebutkan belum mengetahui secara rinci jenis virus yang menyebabkan Covid-19.

KESEHATAN | 18 Juni 2020

Capai 384, Jatim Tertinggi Penambahan Kasus Positif Covid-19 di Indonesia

Jatim menyumbang kasus terbanyak penambahan kasus positif Covid-19 di Indonesia hari ini yakni mencapai 384.

KESEHATAN | 18 Juni 2020

Penambahan Kasus Positif Covid-19 Catat Rekor Baru 1.331

Penambahan kasus positif virus "corona" (Covid-19) di Indonesia dalam 24 jam hari ini Kamis (18/6/2020) mencatatkan jumlah tertinggi yakni 1.331 kasus.

KESEHATAN | 18 Juni 2020

LPKR Salurkan Donasi 26.000 APD kepada Polda Jatim

LPKR memberikan donasi alat pelindung diri (APD) berupa 20.000 masker, 1.000 pelindung muka (face shield), dan 5.000 gown kepada Polda Jatim

KESEHATAN | 18 Juni 2020

Gerakan Indonesia PASTI BISA Donasikan 100.000 Test Kit Buatan Anak Bangsa

Gerakan Indonesia PASTI BISA telah selesai memproduksi dan mendistribusikan lebih dari 100.020 test kit RT-PCR ke 19 provinsi di Tanah Air.

KESEHATAN | 18 Juni 2020

Jaga Imunitas Tubuh dengan Protein Hewani

Salah satu cara meningkatkan imunitas adalah dengan mengonsumsi makanan bergizi, seperti protein hewani yang bersumber dari daging sapi dan susu.

KESEHATAN | 18 Juni 2020

WHO: Hasil Tes Dexamethasone Masih Dini, Publik Diminta Berhati-hati

WHO mengingatkan publik untuk tetap waspada dengan hasil uji coba dexamethasone, obat steroid yang digunakan untuk merawat pasien Covid-19.

KESEHATAN | 18 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS