Danone SN dan LIPI Dukung Nutrisi Anak di Masa Pandemi
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Danone SN dan LIPI Dukung Nutrisi Anak di Masa Pandemi

Kamis, 9 Juli 2020 | 13:10 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com – Danone Specialized Nutrition (Danone SN) Indonesia bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan kolaborasi riset dan teknologi untuk memproduksi produk suplementasi gizi “Aitamie" dan “Probarz", produk makanan terfortifikasi dari sumber daya dan diproduksi secara lokal dengan tujuan meningkatkan asupan gizi keluarga kurang mampu. Dalam kolaborasi ini, Danone SN menggandeng Foodbank of Indonesia (FOI) untuk pendistribusian gratis pada anak-anak terdampak pandemi Covid-19.

“Di masa pandemi, dengan keyakinan kekuatan sains dan nutrisi untuk membawa dampak positif bagi kehidupan masyarakat, Danone SN bekerja sama dengan berbagai pihak melakukan inisiatif menyediakan akses nutrisi bagi mereka yang membutuhkan," kata Corporate Communication Director Danone Indonesia, Arif Mujahidin pada webinar bertema 'Kolaborasi Penelitian & Teknologi untuk Mendukung Gizi Anak di Masa Pandemi' Kamis (9/7/2020).

Indonesia masih menghadapi tantangan permasalahan gizi buruk, khususnya stunting dimana prevelensi terakhir di Indonesia berdasarkan hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) 2019 menunjukan sebesar 27,67 persen. Artinya, setiap 10 anak ada 3 di antaranya yang mengalami stunting. Angka tersebut masih di atas yang disyaratkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni minimal 20 persen.

Arif Mujahidin mengungkapkan perusahaan mendukung langkah LIPI mengkontribusikan keilmuan untuk bersama-sama menangani dampak pandemi. “Kami menyambut baik kolaborasi ini sebagai upaya gotong royong antarpemangku kepentingan di Indonesia dalam penanganan permasalahan gizi di tengah masa pandemi," ata Arif.

Dalam kesempatan yang sama Peneliti Madya Bidang Kepakaran Pangan dan Gizi, Pusat Penelitian Teknologi Tepat Guna (P2TTG), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ainia Herminiati mengatakan, dampak ekonomi di tingkat rumah tangga mempengaruhi pemenuhan kebutuhan dasar anak yaitu makanan. "Sebanyak 24 juta balita berisiko lebih tinggi mengalami kurang gizi atau gizi buruk selama masa pandemi," kata Ainia Herminiati.

Untuk itu kata dia, diperlukan komoditas esensial yang kaya nutrisi untuk anak-anak sehingga dapat menyangga kebutuhan nutrisi mereka minimal selama dua bulan. "Oleh karena itu, perlu adanya upaya bersama baik dari pihak swasta maupun pemerintah untuk saling berkolaborasi mendukung tersedianya akses produk bernutrisi bagi anak-anak Indonesia,” kata dia.

Pendiri Foodbank of Indonesia Hendro Utomo, mengatakan, penguatan pangan menjadi hal yang penting karena banyak temuan FOI di lapangan menunjukkan masyarakat rentan masih terhambat akses pangan khususnya pada balita karena kendala ekonomi dan pola asuh. "Dengan bantuan produk suplementasi gizi berbasis pangan lokal hasil kolaborasi Danone SN dan LIPI ini, diharapkan memunculkan harapan baru bagi kelompok masyarakat yang rentan yaitu anak-anak, dalam menghadapi wabah ini," kata dia.

Kedua produk suplementasi gizi hasil kolaborasi Danone SN dan LIPI adalah produk makanan yang dapat mendukung kebutuhan pemenuhan gizi anak. Probarz merupakan produk makanan jenis snack bar yang terbuat dari pisang, susu, telur, dan bahan-bahan bebas gluten dengan diformulasikan khusus sesuai dengan kebutuhan yang direkomendasikan untuk anak-anak agar dapat memenuhi kebutuhan nutrisi selama bencana seperti pandemi Covid-19. Sedangkan, Aitamie merupakan produk makanan yang mengandung serat dan protein yang tinggi, mengandung beta karoten, bebas bahan pengawet dan tanpa pewarna sintetis serta terbuat dari komoditas lokal berkualitas tinggi.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Zona Hijau Belum Tentu Aman, Tetap Waspadai Penularan Covid-19

Suatu wilayah dikategorikan sebagai zona hijau, belum tentu wilayah tersebut aman dari penularan Covid-19.

KESEHATAN | 8 Juli 2020

WHO Ketahui Covid-19 Bisa Menyebar Lewat Udara

Terdapat bukti-bukti bahwa penyebaran virus corona dapat melalui udara.

KESEHATAN | 8 Juli 2020

Pentingnya Higienitas Rongga Mulut dan Tenggorok Selama Pandemi Covid-19

Menjaga higienitas atau kebersihan mulut dan tenggorok merupakan hal yang penting dilakukan, terutama selama pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 8 Juli 2020

Penderita Penyakit Tidak Menular Harus Waspada di Masa Pandemi

Penderita penyakit tidak menular memiliki risiko tinggi terinfeksi virus corona (Covid-19).

KESEHATAN | 8 Juli 2020

Kasus Harian Covid-19 di 6 Provinsi Lebih dari 100

Sebanyak enam provinsi memiliki angka penambahan kasus positif Covid-19 di atas 100 pada Rabu (8/7/2020).

KESEHATAN | 8 Juli 2020

Update Covid-19: Kasus Baru Catat Rekor Terbanyak 1.853

Kasus harian Covid-19 mencatatkan rekor baru pada hari ini, Rabu (8/7/2020), yakni 1.853. Rekor terbanyak sebelumnya terjadi Kamis, 2 Juli 2020, yaitu 1.624.

KESEHATAN | 8 Juli 2020

Ritel Kesehatan Dukung Program Pengurangan Sampah Plastik

Watson juga mendukung penggunaan minyak kelapa sawit berkesinambungan.

KESEHATAN | 7 Juli 2020

Hemaviton Serahkan Donasi Covid-19 untuk Dua RS Bhayangkara

Bantuan yang diberikan berupa produk Vitamin C, hemaviton C1000.

KESEHATAN | 7 Juli 2020

30% Penderita Tuberkulosis Belum Ditemukan dan Berpotensi Menularkan

Pemerintah menargetkan temuan kasus dan keberhasilan pengobatan tuberkulosis mencapai 90% pada 2022 mendatang.

KESEHATAN | 7 Juli 2020

13 Orang Indonesia Meninggal Tiap Jam Akibat Tuberkulosis

Artinya, dalam sehari 312 orang, atau setahun mencapai 113.880 orang.

KESEHATAN | 7 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS