Pengguna Vape 7 Kali Lipat Lebih Berisiko Terpapar Covid-19
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.4)   |   COMPOSITE 4934.09 (-10.74)   |   DBX 924.804 (1.23)   |   I-GRADE 130.838 (-0.44)   |   IDX30 413.425 (-1.03)   |   IDX80 108.094 (-0.32)   |   IDXBUMN20 272.657 (-2.29)   |   IDXG30 115.379 (0.01)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-1.78)   |   IDXQ30 120.916 (-0.28)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.62)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.74)   |   IDXV30 102.468 (-0.42)   |   INFOBANK15 776.883 (-0.34)   |   Investor33 360.093 (-0.3)   |   ISSI 144.765 (-0.41)   |   JII 523.909 (-1.29)   |   JII70 177.568 (-0.55)   |   KOMPAS100 966.07 (-2.27)   |   LQ45 756.376 (-1.69)   |   MBX 1366.8 (-3.68)   |   MNC36 270.277 (-0.57)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.63)   |   SMInfra18 233.321 (-0.92)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.54)   |  

Pengguna Vape 7 Kali Lipat Lebih Berisiko Terpapar Covid-19

Kamis, 13 Agustus 2020 | 07:56 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

California, Beritasatu.com - Pengguna rokok elektrik atau vape pada remaja dan dewasa muda di Amerika Serikat (AS) lebih berisiko terpapar Covid-19 lima hingga tujuh kali lipat. Hal terungkap dalam penelitian yang diterbitkan Selasa (11/8/2020).

Dikutip Reuters Kamis (13/8/2020), para peneliti di Fakultas Kedokteran Universitas Stanford California (AS), menganalisis data survei perwakilan nasional yang dikumpulkan pada Mei 2029 dari 4.351 peserta berusia 13-24 tahun. Penemuan ini dipublikasikan dalam Journal of Adolescent Health.

"Orang muda mungkin percaya usia mereka akan terlindungi dari tertular virus atau mereka tidak akan mengalami gejala Covid-19, tetapi data menunjukkan hal itu tidak benar di antara mereka yang menggunkan vape," kata pemimpin studi Shivani Mathur Gaiha dalam pernyataan pers.

Peserta ditanya apakah mereka pernah menggunakan alat vaping atau rokok yang mudah terbakar, apakah mereka telah merokok dalam 30 hari terakhir, dan apakah mereka mengalami gejala Covid-19, dites Covid-19, atau telah didiagnosis penyakit menular.

Partisipan yang pernah menggunakan rokok dan rokok elektrik dalam 30 hari sebelumnya memiliki kemungkinan 4,7 kali lebih besar mengalami gejala Covid-19 dibandingkan yang tidak pernah merokok atau vape.

Pada partisipan yang menggunakan rokok elektrik, maka lima kali lebih memungkinkan mendapatkan hasil tes Covid-19 positif. Mereka yang pernah menggunakan e-rokok dan rokok, tujuh kali lebih mungkin didiagnosis terkena Covid-19, studi tersebut menemukan.

Studi tersebut tidak membuktikan bahwa vape menyebabkan Covid-19. Namun, para peneliti mencatat bahwa vape melibatkan sentuhan berulang tangan ke mulut dan wajah, sehingga berpotensi terkena Covid-19. Lebih lanjut, paparan nikotin dan bahan kimia lainnya dalam rokok elektrik dan rokok yang mudah terbakar menyebabkan kerusakan paru-paru.

Para peneliti berharap temuan mereka akan mendorong Badan Pengawas Obat dan Makanan AS untuk secara efektif mengatur rokok elektrik selama pandemi Covid-19.



Sumber:Reuters


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Merokok Tingkatkan Risiko Terjangkit Covid-19

Studi-studi tersebut menunjukkan bahwa potensi perokok terjangkit Covid-19 bisa dua sampai tiga kali lebih tinggi dari yang bukan perokok.

KESEHATAN | 12 Agustus 2020

Satgas Covid-19: Kasus Aktif di Indonesia di Bawah Rata-rata Dunia

Rata-rata kasus aktif di Indonesia secara nasional sekitar 30%, masih di bawah angka rata-rata dunia 31,5%.

KESEHATAN | 12 Agustus 2020

Dokter: Paparan Asap Rokok Turunkan Imunitas Tubuh Lawan Covid-19

Paparan asap rokok terbukti dapat menurunkan sistem imunitas khususnya kekebalan tubuh yang berfungsi melawan penularan virus corona penyebab Covid-19.

KESEHATAN | 12 Agustus 2020

Hari Ini, Jakarta Catat 529 Kasus Baru Covid-19 Diikuti Jatim 303

Dari 1.942 kasus baru, sebanyak 529 diantaranya tercatat di Jakarta.

KESEHATAN | 12 Agustus 2020

Update Covid-19: Tambah 1.942, Kasus Positif di Indonesia Jadi 130.718

Penambahan kasus baru Covid-19 sebanyak 1.942 ini didapat dari hasil pemeriksaan spesimen sebanyak 26.248.

KESEHATAN | 12 Agustus 2020

Wapres Tegaskan Pentingnya ASI untuk Cegah Stunting

Wapres mengatakan, inisiasi pemberian ASI sejak dini secara eksklusif hingga enam bulan pertama dapat mengurangi risiko stunting.

KESEHATAN | 12 Agustus 2020

Jangan Bangun Stigma terhadap Pasien Positif Covid-19

Diskriminasi dapat berdampak negatif terhadap kondisi kejiwaan hingga menurunkan imunitas seseorang untuk melawan virus Covid-19.

KESEHATAN | 12 Agustus 2020

Sel Punca Mesenkimal untuk Terapi Covid-19 Masuk Uji Klinis

Kementerian Kesehatan bersinergi dengan perusahaan Biofarmasi Daewoong Infion Korea tengah memersiapkan uji klinis sel punca Mesenkimal tersebut.

KESEHATAN | 11 Agustus 2020

Kulit Tangan Kering karena Hand Sanitizer, Ini Cara Mengatasinya

Jaga kelembapan tangan dengan minum air putih dan lotion yang tepat.

KESEHATAN | 11 Agustus 2020

Khofifah Sebut Peran Ibu Jauh Lebih Besar Selama Pandemi

Menurut Khofifah, pandemi virus corona (Covid-19) telah banyak mengubah sendi kehidupan, termasuk dalam keluarga.

KESEHATAN | 11 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS