161 Dokter Wafat Akibat Covid-19, IDI Imbau Waspadai Peningkatan Kasus
INDEX

BISNIS-27 491.129 (11.79)   |   COMPOSITE 5612.42 (107.29)   |   DBX 1062.36 (2.93)   |   I-GRADE 161.886 (4.39)   |   IDX30 478.794 (11.91)   |   IDX80 126.714 (2.89)   |   IDXBUMN20 355.426 (9.19)   |   IDXG30 131.028 (2.31)   |   IDXHIDIV20 432.126 (9.67)   |   IDXQ30 139.823 (3.66)   |   IDXSMC-COM 243.691 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 294.252 (6.39)   |   IDXV30 122.487 (4.35)   |   INFOBANK15 946.8 (30.61)   |   Investor33 412.464 (9.91)   |   ISSI 165.112 (2.2)   |   JII 597.802 (8.77)   |   JII70 206.187 (3.19)   |   KOMPAS100 1134.88 (26.95)   |   LQ45 883.061 (21.01)   |   MBX 1552.46 (33.81)   |   MNC36 308.511 (6.95)   |   PEFINDO25 308.232 (9.26)   |   SMInfra18 281.756 (5.45)   |   SRI-KEHATI 352.482 (8.69)   |  

161 Dokter Wafat Akibat Covid-19, IDI Imbau Waspadai Peningkatan Kasus

Selasa, 3 November 2020 | 10:33 WIB
Oleh : Dina Manafe / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengumumkan total tenaga medis yang wafat akibat terinfeksi Covid-19 sejak Maret hingga Oktober 2020 mencapai 161 orang. IDI mengingatkan tenaga medis maupun semua elemen masyarakat untuk mewaspadai kenaikkan kasus positif Covid-19 di semua daerah.

Ketua Tim Mitigasi PB IDI, Dr Adib Khumaidi, mengatakan, aktivitas masyarakat khususnya pada libur panjang dan akhir pekan berpotensi memicu lonjakan kasus Covid-19 yang akan terlihat dalam kurun waktu sekurang-kurangnya dua minggu mendatang. Hal ini terjadi karena sebagian besar masyarakat mengabaikan protokol kesehatan.

Pada libur panjang sebelumnya periode Mei terjadi lonjakan kasus 41% dan bulan Agustus sebesar 21% dengan peningkatan rata-rata tes perorangan sepekan sebesar 20%. “Yang perlu diwaspadai terutama orang tanpa gejala (OTG) yang berpotensi menularkan pada orang lain tanpa disadari. Liburan meningkatkan mobilitas manusia, semakin tinggi mobilitas akan meningkatkan transmisi virus,” kata Adib dalam keterangan pers, Selasa (11/3/2020).

Adib meminta masyarakat untuk sabar, sadar, dan mempunyai daya juang dalam upaya penanganan pandemi Covid -19 dengan berpartisipasi aktif melakukan testing agar dapat melindungi dirinya sekaligus orang disekitarnya. Semakin bertambahnya jumlah kematian tenaga medis akibat Covid-19 menjadi semacam alarm bahwa penularan penyakit ini masih mengkhawatirkan.

Hari ini Tim Mitigasi PB IDI menyampaikan pembaruan data tenaga medis yang wafat akibat terinfeksi Covid-19. Selama delapan bulan sejak Covid-19 masuk di Indonesia Maret 2020 hingga Oktober sebanyak 161 dokter dan dokter gigi yang wafat. Para dokter yang wafat tersebut terdiri dari 82 dokter umum, empat di antaranya guru besar. Kemudian 68 dokter spesialis termasuk enam guru besar. Sementara dua dokter residen berasal dari 18 kantor IDI wilayah (provinsi) dan 69 IDI cabang (kota/kabupaten).

Berdasarkan data propinsi, jumlah dokter yang wafat terbanyak berasal dari Jawa Timur 33 dokter, Sumatera Utara 23 dokter, DKI Jakarta 24 dokter, Jawa Barat 12 dokter, Jawa Tengah 10 dokter, Sulawesi Selatan tujuh dokter, Banten enam dokter, Bali lima dokter, Kalimantan Selatan empat dokter, Aceh empat dokter, Riau empat dokter, Kalimantan Timur empat dokter, Sumatera Selatan tiga dokter, Kepulauan Riau dua dokter, Yogyakarta dua dokter, Nusa Tenggara Barat dua dokter, Sulawesi Utara dua dokter, dan Papua Barat satu dokter, Sumatera Barat satu dokter, dan Bengkulu satu dokter. Sementara ada dua dokter masih menunggu verifikasi.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Satgas Covid-19: Hasil Survei UNICEF dan Nielsen, Penerapan 3M Masih Rendah

Juru bicara Satgas Covid-19 Reisa Brotoasmoro mengatakan hasil survei Unicef dan Nielsen, terlihat warga yang menerapkan protokol kesehatan 3M masih rendah

KESEHATAN | 2 November 2020

Miris, Balita Tak Sarapan, Orang Tua Habiskan Uang untuk Rokok

Kondisi kesehatan anak Indonesia sungguh memprihatinkan. Sebanyak 27% dari total 21,9 juta balita tak sarapan hingga siang hari. Sementara itu, orang tua khususnya ayah, justru menghabiskan 2/3 pengeluaran keluarga untuk rokok.

KESEHATAN | 2 November 2020

Di Eropa Muncul Gelombang Kedua Covid-19, Jokowi: Jangan Sampai Kita Teledor

Jokowi mengingatkan telah terjadi gelombang kedua pandemi Covid-19 di negara-negara Benua Eropa. Dia pun mengingatkan semua tidak teledor dan tetap waspada.

KESEHATAN | 2 November 2020

Senin, Kasus Harian Covid-19 di Jakarta Kembali di Atas 1.000

Setelah beberapa hari sempat turun, jumlah kasus harian Covid-19 di DKI Jakarta kembali di atas 1.000 pada Senin (2/11/2020).

KESEHATAN | 2 November 2020

Update Covid-19: Tambah 2.618, Kasus Positif di Indonesia Jadi 415.402

Kasus baru Covid-19 di Indonesia bertambah 2.618 selama 24 jam terakhir sampai Senin (2/11/2020) siang WIB. Total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 415.402.

KESEHATAN | 2 November 2020

Mayapada Hospital Buka Layanan Bagi Pasien Pasca-Sembuh Covid-19

Mayapada Healthcare, lewat semua unit Mayapada Hospital siap membuka Post Covid Recovery & Rehabilitation Center (PCRR Center) yang pertama di Indonesia.

KESEHATAN | 2 November 2020

Peduli Kebersihan Rumah Penting di Masa Pandemi

Untuk membersihkan perabotan rumah, bisa dilakukan dengan desinfektan atau pengharum ruangan multifungsi.

KESEHATAN | 2 November 2020

Jokowi: Kasus Aktif Covid-19 Membaik, Tingkat Kematian Masih Buruk

Tingkat kematian Indonesia masih di angka 3,38%, rata-rata dunia berada di angka 2,5%.

KESEHATAN | 2 November 2020

IDI: Relaksasi Tenaga Medis Kurangi Risiko Kematian

Tim Mitigasi PB IDI per tanggal 25 Oktober 2020 melaporkan, jumlah dokter yang wafat mencapai 141 orang.

KESEHATAN | 2 November 2020

Putus Mata Rantai Covid-19, Batasi Inner Circle Selama Pandemi

Masyarakat harus membatasi inner circle menjadi dua kelompok selama pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 2 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS