Doni Monardo: Lacak Kontak Kerja Kemanusiaan, Mengapa Ditolak?
INDEX

BISNIS-27 503.6 (2.5)   |   COMPOSITE 5652.76 (48.27)   |   DBX 1032.04 (3.25)   |   I-GRADE 164.451 (1.87)   |   IDX30 490.95 (3.33)   |   IDX80 128.766 (0.95)   |   IDXBUMN20 358.484 (4.17)   |   IDXG30 133.521 (0.92)   |   IDXHIDIV20 437.723 (3.27)   |   IDXQ30 142.408 (1.41)   |   IDXSMC-COM 239.978 (2.77)   |   IDXSMC-LIQ 292.98 (3.3)   |   IDXV30 120.747 (2.08)   |   INFOBANK15 969.323 (8.87)   |   Investor33 424.184 (2.73)   |   ISSI 165.497 (1.49)   |   JII 607.992 (3.57)   |   JII70 207.954 (1.77)   |   KOMPAS100 1151.81 (10.08)   |   LQ45 901.663 (6.22)   |   MBX 1571.94 (14.64)   |   MNC36 316.426 (2.22)   |   PEFINDO25 300.975 (9.54)   |   SMInfra18 283.853 (1.3)   |   SRI-KEHATI 362.321 (2.15)   |  

Doni Monardo: Lacak Kontak Kerja Kemanusiaan, Mengapa Ditolak?

Minggu, 22 November 2020 | 14:20 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com —Penularan Covid-19 yang makin cepat diketahui akan memudahkan pasien menjalani pemulihan. Namun sebaliknya bila terlambat, risiko kematian akan semakin tinggi, apalagi bila pasien memiliki penyakit bawaan.

Berdasarkan data yang dihimpun Satgas Penanganan Covid-19 dari Rumah Sakit Persahabatan Jakarta, ditemukan pasien dengan kategori ringan memiliki risiko kematian nol persen, pasien dengan kategori sedang mencapai 2,6%, pasien kategori berat 5,5% dan pasien kategori kritis memiliki risiko kematian 67,4%. Kategori kritis adalah pasien dengan komplikasi infeksi berat yang mengancam kematian, pneumonia berat, serta gagal oksigenasi dan ventilasi. Tak sedikit pasien memasuki fase kritis karena sebelumnya memiliki penyakit bawaan seperti hipertensi, diabetes, ginjal, dan gangguan paru.

“Jadi tidak ada alasan bagi masyarakat untuk menolak pelacakan kontak, penanganan kesehatan adalah sebuah kerja kemanusiaan. Tenaga kesehatan hendak memastikan gejala sakit dikenali lebih awal dan demikian juga dengan riwayat kontak pasien. Semakin cepat diketahui, penularan lebih luas bisa dicegah karena memang mayoritas penderita Covid-19 adalah orang tanpa gejala,” tutur Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo, di Jakarta, Minggu (22/11/2020).

Menurut Doni, titik paling krusial saat ini dalam menekan risiko kematian akibat Covid-19 dengan menjaga agar pasien tidak berpindah fase atau kategori sakit, dan sedapat mungkin tetap dengan gejala ringan sehingga lebih mudah disembuhkan. “Ini adalah prioritas dokter dan tenaga kesehatan sekarang, apalagi dalam seminggu terakhir tingkat penularan cenderung meningkat,” kata dia.

Kasus baru Covid-19 di Indonesia pada Sabtu (21/11/2020) mencatat peningkatan sebesar 4.998 kasus dalam sehari. DKI Jakarta tercatat sebagai provinsi tertinggi penyumbang kasus yakni mencapai 1.579 atau 31,6% dari kasus nasional, menyusul berbagai kasus kerumunan di wilayah ini.

Dengan tambahan kasus pada Sabtu, tercatat 493.308 orang terkonfirmasi positif, dimana 413.955 di antaranya sembuh atau 83,9%. Total pasien meninggal sebanyak 15.774 orang, bertambah 96 orang dibandingkan total pasien meninggal sehari sebelumnya. Di seluruh dunia, pasien meninggal telah mencapai 1,39 juta jiwa.

Doni menambahkan salah satu cara memutus mata rantai penularan dengan melakukan pemeriksaan, pelacakan, dan perawatan yang tepat kepada pasien yang tertular. Namun pemeriksaan dan pelacakan ternyata tidak mudah dilakukan karena terjadi penolakan di masyarakat.

Dia menduga fenomena ini terjadi karena di masyarakat masih berkembang stigma negatif bagi penderita Covid-19, masyarakat takut divonis tertular. “Padahal, masyarakat tak perlu takut karena mayoritas penderita Covid-19 sembuh. Di Indonesia sekarang angka kesembuhan telah menembus 83,9% dari kasus aktif, jauh di atas kesembuhan dunia yang di level 69%.”

Saat ini, Satgas Penanganan Covid-19 bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Daerah telah menurunkan lebih dari 5.000 relawan pelacak kontak (tracer) untuk melakukan deteksi awal penularan di 10 prioritas. Namun upaya melakukan pelacakan ternyata tidak mudah karena sebagian masyarakat menolak untuk diperiksa.

Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Alexander K Gintings menambahkan, timnya saat ini sedang berada di lapangan untuk melakukan penelusuran kontak erat pasien. “Para pelacak kontak ini yang kini tengah mengalami persinggungan dengan masyarakat untuk memutus rantai penularan,” kata dia.

Dia menegaskan bahwa gerakan kesehatan untuk menanggulangi Covid-19 adalah sebuah gerakan kemasyarakatan nonpartisan, untuk kemanusiaan, nondiskriminatif dan pro-terhadap kehidupan. “Ini yang perlu ditanamkan sehingga masyarakat tidak perlu resisten agar anggota di lapangan bekerja aman dan nyaman dan tidak dicurigai,” kata dia.

Alex menambahkan semua berjuang memutuskan rantai penularan dengan menerapkan protokol kesehatan. Namun, pihaknya juga perlu tim pendukung yaitu tim pelacak kontak dari dinas kesehatan, Kementerian Kesehatan, dan Satgas Penanganan Covid-19. “Jadi tim pelacak kontak adalah sahabat masyarakat yang menolong saya, keluarga, dan sahabat-sahabat semua dari rantai penularan Covid-19,” tuturnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Lewat Zumba Kids, Denada Bangkitkan Semangat Anak Pengidap Kanker

Melalui kelas virtual Zumba Kids, Denada berharap dapat memberikan anak-anak pengidap kanker kebahagiaan dan alasan untuk tersenyum.

KESEHATAN | 21 November 2020

Update Covid-19: Tambah 4.998, Kasus Positif di Indonesia Jadi 493.308

Kasus baru Covid-19 di Indonesia bertambah 4.998 selama 24 jam terakhir sampai Sabtu (21/11/2020) siang WIB. Total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 493.308.

KESEHATAN | 21 November 2020

Penelitian Temukan 1 dari 4 Balita Minum Kental Manis Setiap Hari

PP Aisyiyah dan PP Muslimat NU menemukan 1 dari 4 anak bayi di bawah lima tahun (balita) masih meminum kental manis setiap hari.

KESEHATAN | 21 November 2020

Testing Covid-19 Massal Masih Dibutuhkan untuk Memutus Pandemi

Per 17 November 2020, Indonesia telah menguji 0,12 orang per 1.000 setiap harinya selama rata-rata 7 hari. Angka ini jauh di bawah negara-negara lain di Asia.

KESEHATAN | 20 November 2020

IUIGA Bagikan Vitamin C ke Seluruh Pelanggan

IUIGA membagikan vitamin C di setiap pembelian produk IUIGA tanpa minimum pembelanjaan baik pembelian "online" maupun "offline".

KESEHATAN | 20 November 2020

Siloam Hadirkan Tes Molekuler Covid-19 dengan Hasil Singkat

Hasilnya bisa diketahui hanya dalam waktu lima menit.

KESEHATAN | 20 November 2020

Total Ada 77 Orang Positif Covid-19 dari Kegiatan di Petamburan, Tebet dan Mega Mendung

Rinciannya dari kegiatan di Petamburan ada 15 orang positif Covid-19, lalu dari Megamendung ada 20 orang positif dan 55 orang positif dari kegiatan di Tebet.

KESEHATAN | 20 November 2020

Delapan Hari Beruntun Kasus Harian Covid-19 di Jakarta Tembus 1.000

Dengan penambahan sebanyak 1.240 pada hari ini maka total kasus Covid-19 di Jakarta kini mencapai 124.243.

KESEHATAN | 20 November 2020

Update Covid-19: Tambah 4.792, Kasus Positif di Indonesia Jadi 488.310

Kasus sembuh bertambah 3.940 sehingga total menjadi 410.552 dan kasus meninggal bertambah 78, total menjadi 15.678.

KESEHATAN | 20 November 2020

Peneliti: Jokowi Siap Pertama Disuntik Bukti Keamanan Vaksin Covid-19

Prioritas pertama yang akan menerima vaksin adalah tenaga kesehatan.

KESEHATAN | 20 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS