Perdana Beroperasi, Bus Transpatriot di Bekasi Sepi Penumpang
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Perdana Beroperasi, Bus Transpatriot di Bekasi Sepi Penumpang

Senin, 26 November 2018 | 11:26 WIB
Oleh : Mikael Niman / WBP

Bekasi - Perusahaan Daerah Mitra Patriot (PDMP) mulai mengoperasikan sembilan bus Transpatriot, di Bekasi, Senin (26/11). Rute koridor 1 yakni Terminal Induk Kota Bekasi, Bekasi Timur hingga Harapan Indah, Medansatria dengan waktu tempuh 45-60 menit.

"Hari ini kita mengoperasionalkan sembilan bus Transpatriot dengan rute Terminal Bekasi-Harapan Indah," ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi, Yayan Yuliana, Senin (26/11).

Dia mengatakan, selama lima hari ke depan, tarif bus Transpatriot digratiskan. Setelah itu, dikenakan tarif Rp 3.500 per penumpang.

Di dalam bus ukuran sedang (3/4) ini terdapat kamera pengintai (CCTV) yakni di atas sopir, bangku belakang dan ke arah luar bus. Selain itu, bus dilengkapi AC dan 20 tempat duduk serta satu tempat duduk prioritas. Ada juga alat pemadam api ringan (apar) serta alat pemecah kaca dan tombol pemberhentian.

Satu bus dilayani seorang petugas layanan bus (PLB) serta seorang sopir berpengalaman dari Perum Damri. "Jumlah penumpang duduk 21 orang serta bisa berdiri sekitar 20 orang. Total, bila bus penuh dapat menampung sekitar 41 penumpang," ungkap salah satu PLB Dian Abdiansyah.

Dia mengatakan, satu kursi prioritas dikhususkan untuk kaum disabilitas ataupun penumpang lanjut usia (lansia).

Abdiansyah bersama sopir Bus Transpatriot, Rian, memulai perjalanan dari Harapan Indah sekitar pukul 07.50 WIB dan berakhir di Terminal Induk Kota Bekasi pada pukul 08.35 WIB. Rute yang dilalui selter Gerbang Harapan Indah Timur, Pondok Ungi Naga, Alaxindo, Kalibaru, Stasiun Kranji, Grand Mal, Pemkot Bekasi, Bulan-bulan, Pasar Proyek, Pemda Lama Gedung Papak, Lapangan Multiguna RS Bella dan Terminal Induk Kota Bekasi. Rute ini berjarak sekitar 9,6 kilometer (km) dengan jarak tempuh kurang lebih 45 menit.

Lalu, Rute Terminal Induk Kota Bekasi menuju ke Harapan Indah melalui selter Stasiun Bekasi Timur, Bulak Kapal, Bekasi Trade Center (BCP), Pos Polisi Bekasi Timur, Blue Plaza, Unisma, Setia Kawan, Rawapanjang, Pekayon Revo, Tol Bekasi Barat 2, Bekasi Cyber Park (BCP), Stadion Patriot Candranhaga, Taman Kota, Perumnas 1, Pertokoan Kranji, Harapan Baru, Alexindo, Pondok Ungu Vespa, Gerbang Harapan Indah Barat. Giant Harapan Indah dan berakhir Terminal Harapan Indah. Rute ini menempuh jarak sejauh 14,7 km dengan waktu tempuh sekitar satu jam. "Naik turun penumpang hanya bisa dilakukan di selter yang disediakan. Di luar selter, tidak boleh," sambung Rian.

Rata-rata rute yang dilalui merupakan jalur macet sehingga pengguna Transpatriot mesti merencanakan waktu perjalanan lebih lama lagi.

Adapun jam operasional pada pukul 05.00 hingga 21.00 WIB, setiap hari. "Selama satu hari, ada sekitar enam hingga tujuh bus yang dapat melayani hingga sedikitnya 12 rit," kata Abdiansyah.

Pantauan selama perjalanan, pengguna bus masih sepi. Banyak warga yang belum mengetahui bus Transpatriot ini telah mengaspal setelah mangkrak selama setahun.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi sebelumnya telah meresmikan pengoperasian bus ini pada Desember 2017 lalu. Namun, karena perusahaan daerah belum siap, akhirnya bus Transpatriot hanya diparkir di dalam Stadion Patriot Candrabhaga.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Anies Sebut Tak Ada Aturan untuk ERP Motor

Anies mengaku tidak bisa memutuskan seenaknya.

MEGAPOLITAN | 26 November 2018

Tilang Elektronik, Ratusan Pelanggar Lalin Telah Diproses

3.624 pelanggar terekam kamera, 124 orang diantaranya telah mengikuti sidang dan membayar denda di pengadilan.

MEGAPOLITAN | 26 November 2018

Jakarta Tarik Minat Wisatawan dengan Sajian Kuliner

Membina para pelaku kuliner untuk meningkatkan pelayanan, dan higienitas.

MEGAPOLITAN | 26 November 2018

UMK Kota Depok 2019 Naik Jadi Hampir Rp 3,9 Juta

Putusan ketetapan UMK ini wajib dipatuhi oleh pengusaha untuk membayar upah buruh.

MEGAPOLITAN | 26 November 2018

Polda Metro Jaya Tambah 81 Kamera Tilang Elektronik

81 kamera tersebut dipasang pada 25 persimpangan di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

MEGAPOLITAN | 26 November 2018

Trans Patriot Difungsikan sebagai Feeder

Sembilan bus Trans Patriot akan diujicobakan mulai Senin (26/11).

MEGAPOLITAN | 25 November 2018

Palyja Ikut Lestarikan Ciliwung

Palyja berkomitmen untuk terus mendukung program Hari Ciliwung yang jatuh pada 11 November.

MEGAPOLITAN | 25 November 2018

Ada Bercak Darah, Mobil Dufi Ditemukan di Lampung

Mobil yang ditinggalkan pelaku, ditemukan Jumat (23/11) sekitar pukul 17.00 setelah Eko melapor.

MEGAPOLITAN | 25 November 2018

Pasar Teluk Gong Tahap Dua Ditargetkan Rampung Tahun Depan

Pasar Teluk Gong tahap dua akan terdiri dari bangunan dua lantai.

MEGAPOLITAN | 25 November 2018

Unilever Dukung Pengembangan Bank Sampah

Unilever telah memulai Program Green and Clean sejak 2001.

MEGAPOLITAN | 25 November 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS