Ini 3 Aktor Intelektual Kasus Penyerangan Kelompok John Kei
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Ini 3 Aktor Intelektual Kasus Penyerangan Kelompok John Kei

Selasa, 7 Juli 2020 | 13:54 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / WBP

Jakarta, Beritasatu.com-Serangkaian kegiatan rekonstruksi atau reka ulang mengungkap ada tiga aktor intelektual yang berperan aktif dibalik perencanaan hingga eksekusi kasus penyerangan dan penganiayaan kelompok John Kei terhadap kelompok Nus Kei, di Perumahan Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang dan Jalan Kresek Raya, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.

Wakil Direktur Reserse Krimnal Umum Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, ketiga aktor intelektual itu yakni, John Kei alias JK, Daniel Farfar alias DF dan Franklin Resmol alias FR.

"Fakta menarik di rumah JK ini ternyata ada beberapa adegan yang betul-betul dipimpin langsung oleh tiga pelaku intelektual. Jadi tiga pelaku yang sangat berperan aktif dalam merencanakan dan eksekusinya pertama JK, kedua DF, dan ketiga FR," ujar Calvijn, kemarin.

Tersangka John Kei merupakan pimpinan kelompok. Dia sempat menyerahkan uang Rp 10 juta dalam pecahan Rp 50.000 kepada tersangka Daniel sebagai uang operasional aksi penyerangan itu. Tugas para anggota membawa Nus Kei ke John Kei dalam keadaan hidup atau mati. Sebab, John Kei menilai pamannya itu merupakan penghianat, dan hukuman bagi penghianat adalah mati.

Sementara Daniel, merupakan tangan kanan John Kei. Perannya mengatur siasat penyerangan, membagi peran, kelompok, dan perlengkapan senjata. Sedangkan, Franklin bertugas membantu Daniel menghubungi dan mengumpulkan para tersangka.

Pada saat reka ulang terungkap bahwa John Kei awalnya menghubungi Daniel melalui telepon genggam sekitar pukul 09.00 WIB, Minggu 14 Juni 2020 lalu. John meminta Daniel mengumpulkan anggota dan bertemu di PT AG, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Pertemuan itu kemudian digelar sekitar pukul 16.30 WIB. John Kei, Daniel dan tersangka lainnya membahas soal perencanaan menyerang Nus Kei. "Pertemuan ini berjalan dipimpin oleh tersangka JK dan tersangka DF," kata Calvijn.

Daniel juga aktif dalam pertemuan mematangkan aksi penyerangan selanjutnya yang digelar di kediaman John Kei, di Jalan Tytyan Indah Utama X, Medan Satria, Kota Bekasi, 20 Juni. Sebelumnya, Daniel sempat memberikan uang kepada tersangka Franklin untuk ongkos operasi atau eksekusi, membuat tombak modifikasi dari pipa besi yang diruncingkan ujungnya serta mengumpulkan senjata tajam lainnya, tanggal 19 Juni.

Pada Minggu 21 Juli 2020, Daniel meminta sekitar 42 tersangka -34 telah ditangkap dan delapan lainnya masih buron-, untuk berkumpul jam 08.00 WIB, di Arcici Sport Center, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Di sana, dia mematangkan aksi, membagi kelompok, mobil, senjata tajam, dan senjata api.

Sejurus kemudian, para pelaku berangkat dari Arcici Sport Center. Satu kelompok dengan menumpang satu mobil Suzuki Ertiga B 2673 TDA menuju ke arah Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.

Ketika melintas di Jalan Kresek Raya, Duri Kosambi, pelaku putar arah karena melihat ada dua anggota Nus Kei menumpang sepeda motor. Selanjutnya, sepeda motor itu diseruduk mobil pelaku hingga kedua korban Yustus Corwing Rahakbau alias Erwin dan Angky jatuh. Kemudian enam pelaku menghabisi korban tanpa ampun. Erwin meninggal dunia, sedangkan Angky sekarat.

Sementara satu kelompok lainnya dengan menggunakan lima mobil menuju ke kediaman Nus Kei, di Cluster Australia, Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang. Tak ada kendala berarti ketika para gengster itu masuk ke dalam perumahan. Sekuriti yang berjaga dan sempat meminta kartu identitas pelaku tak berkutik ketika ditodong senjata api.

Sambil membawa parang dan senjata lainnya, mereka turun dari mobil dan menggedor rumah Nus Kei. Namun, Nus Kei yang menjadi target tidak berada di rumah. Sementara anak dan istrinya berhasil menyelamatkan diri dengan melompat ke rumah tetangganya.

Tak menemukan sasaran, para pelaku mengobrak-abrik rumah Nus Kei. Salah satu pelaku sempat melemparkan bungkusan plastik berisi bensin, tapi beruntung tidak sempat disulut api.

Ketika keluar dari Cluster Australia, Green Lake City, pelaku yang mengendarai mobil Toyota Fortuner menabrak pintu gerbang. Selanjutnya, mobil Toyota Innova yang berada di belakangnya menabrak seorang sekuriti berinisial A. Pada saat bersamaan tersangka WL dan AY yang menumpang mobil Toyota Calya melepaskan setidaknya tujuh kali tembakan. Salah satunya mengenai jempol kaki kanan pengemudi ojek online di sekitar lokasi. Para pelaku kemudian tancap gas menuju ke arah Jalan Tol Karang Tengah.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Soal Rhoma Irama Manggung, Keluarga Surya Atmaja Ancam Tuntut Bupati Bogor

Bupati Ade Yasin dianggap mencari sensasi dengan menyudutkan keluarga Surya Atmaja.

MEGAPOLITAN | 7 Juli 2020

Buntut Rhoma Irama Pentas di Bogor, Tes Cepat Covid-19 Digelar Massal

Hal itu lantaran masih ada tambahan kasus positif Covid-19.

MEGAPOLITAN | 7 Juli 2020

Kota Depok Lampaui Target Perolehan Akseptor KB

Perolehan akseptor KB di Kota Depok pada Harganas tahun ini berhasil melampaui target yakni sebanyak 13.897 orang.

MEGAPOLITAN | 6 Juli 2020

Butuh Ketegasan Atasi Pandemi Covid-19 di Jakarta

Jumlah pasien positif Covid-19 di Jakarta semakin merebak.

MEGAPOLITAN | 6 Juli 2020

Polisi Temukan Beberapa Temuan Baru dalam Penyerangan Kelompok John Kei

Reka ulang kasus penyerangan kelompok John Kei digelar di lima Tempat Kejadian Perkara (TKP).

MEGAPOLITAN | 6 Juli 2020

Disnaker DKI Awasi Ketat Penerapan Sistem Sif

Sebagian besar perusahaan atau tempat usaha yang diawasi patuh dengan ketentuan kapasitas 50 persen dan sistem sif masuk kerja.

MEGAPOLITAN | 6 Juli 2020

Terminal Poris Tangerang Sudah Kembali Beroperasi

Terminal Poris telah buka dan sudah melayani perjalanan bus dari Tangerang dengan tujuan luar kota sejak Akhir Juni 2020 lalu.

MEGAPOLITAN | 6 Juli 2020

12 Kelurahan di Kota Depok Tanpa Kasus Positif Covid-19

Dari belasan wilayah tersebut, Kelurahan Limo memiliki perkembangan yang pesat yakni dengan kasus sembuh dari Covid-19 sebanyak 16 orang.

MEGAPOLITAN | 6 Juli 2020

Terancam Putus Sekolah, Pemprov DKI Wajib Siapkan Bantuan untuk Calon Siswa Sekolah Swasta

Pemprov DKI dapat memberi bantuan berupa subsidi uang pangkal dan uang sekolah sehingga anak-anak bisa melanjutkan pendidikannya.

MEGAPOLITAN | 6 Juli 2020

Terungkap, Ini Peran John Kei dalam Perencanan Pembunuhan Nus Kei

Peran John Kei terhadap rencana pembunuhan Nus Kei terungkap dalam rekonstruksi yang dilakukan tersangka dan anak buahnya di Tytyan Indah, Bekasi.

MEGAPOLITAN | 6 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS