Tes Covid-19 di DKI 4 Kali Lipat Standar WHO
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.23)   |   COMPOSITE 4934.09 (-16.14)   |   DBX 924.804 (3.39)   |   I-GRADE 130.838 (-0.55)   |   IDX30 413.425 (-1.26)   |   IDX80 108.094 (-0.37)   |   IDXBUMN20 272.657 (-3.39)   |   IDXG30 115.379 (0.39)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-2.24)   |   IDXQ30 120.916 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.82)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.83)   |   IDXV30 102.468 (-0.58)   |   INFOBANK15 776.883 (-3.28)   |   Investor33 360.093 (-0.17)   |   ISSI 144.765 (-0.24)   |   JII 523.909 (0.36)   |   JII70 177.568 (-0.12)   |   KOMPAS100 966.07 (-3.19)   |   LQ45 756.376 (-2.2)   |   MBX 1366.8 (-5.86)   |   MNC36 270.277 (-1.09)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.93)   |   SMInfra18 233.321 (-1.32)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.74)   |  

Tes Covid-19 di DKI 4 Kali Lipat Standar WHO

Kamis, 13 Agustus 2020 | 05:03 WIB
Oleh : Yustinus Paat / WBP

Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan keseriusannya dalam menangani Covid-19 dengan terus meningkatkan kapasitas 3T, yakni testing, tracing dan treatment (pengetesan, pelacakan dan pengendalian). Peningkatan kapasitas 3T merupakan bukti nyata tanggung jawab Pemprov DKI untuk mencegah penularan Covid-19.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, pihaknya memperbanyak testing (pemeriksaan PCR) untuk menyelesaikan masalah pandemi Covid-19. Bahkan, DKI Jakarta telah melampaui 4 kali lipat dari standar testing yang ditetapkan WHO, yakni 1.000 orang per 1 juta penduduk per minggu.

Berdasarkan standar WHO, DKI harus melakukan pemeriksaan PCR minimum pada 10.645 orang (bukan spesimen) per minggu atau 1.521 orang per hari. Sementara DKI dalam sepekan terakhir, telah melakukan testing sebanyak 46.360 atau 4 kali lipat dari standar WHO. “Kami memang lebih baik memperbanyak testing supaya bisa menyelesaikan masalah. Menyelesaikan masalah kan harus mengidentifikasi masalah. Itu solusi dengan testing,” ujar Ariza saat dihubungi, Rabu (12/8/2020).

Tak heran, kata Ariza, jumlah kasus positif di Jakarta terutama pada masa PSBB transisi lebih banyak karena meningkatnyatesting. Yang perlu dicermati, kata dia, adalah angka positivity rate di Jakarta yang tidak jauh dari standar ideal dari WHO. Standar ideal positivity rate WHO adalah 5 persen. Sementara, angka positivity rate DKI Jakarta dari awal Maret 2020 sampai sekarang sebesar 5,7 persen. Meskipun, dalam sepekan terakhir, angka positivity rate-nya mengalami kenaikan menjadi 8,3 persen.

“Kalau testing diperbanyak memang angka penyebarannya kelihatan. Memperbanyak testing kita bisa mengetahui kasusnya. Lalu kita tangani, yang tanpa gejala atau gejala ringan, lakukan isolasi mandiri dan yang bergejala berat atau orang-orang yang rentan, dirawat di rumah sakit rujukan,” terang dia.

Terkait kapasitas testing, DKI Jakarta saat ini sudah memiliki 54 jejaring laboratorium dengan kapasitas testing 10.917 sampel. Pemeriksaan gratis dilakukan terhadap 5.020 atau 45,98 persen sampel di laboratorium pemerintah dan pemeriksaan berbayar dilakukan terhadap 5.897 atau 54,02 persen sampel di laboratorium swasta.

Dari 54 laboratorium tersebut terdiri dari 17 laboratorium pemerintah pusat dengan kapasitas pemeriksaan 2.660 sampel, 7 laboratorium Pemprov DKI (4 laboratorium dan tiga laboratorium container) dengan kapasitas pemeriksaan 2.360 sampel, 29 laboratorium swasta dengan kapasitas pemeriksaan 4.917 sampel dan 4 laboratorium BUMN dengan kapasitas pemeriksaan 980 sampel.

Pemprov DKI Jakarta juga terus meningkatkan kemampuan tracing. Jika pada awal-awal pandemi Covid-19, Pemprov DKI lebih banyak melakukan passive case finding di mana kasus Covid-19 ditemukan karena orang bergejala mendatangi fasilitas kesehatan atau rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan dan testing. Sejak Juni 2020, DKI lebih pro aktif dengan melakukan active case finding atau mencari dan menemukan orang yang terpapar Covid-19 karena telah melakukan interaksi dengan orang konfirmasi Covid-19.

“Dengan active case finding ini, kita bisa menemukan lebih banyak kasus untuk segera ditangani sehingga tidak terjadi penularan yang lebih besar lagi. Apalagi kurang lebih 60 persen lebih yang ditemukan orang tanpa gejala,” tutur Ariza.

Yang terakhir, lanjut Ariza adalah kemampuan treatment atau pengendalian khususnya terkait dengan kesiapan fasilitas kesehatan dalam menangani kasus Covid-19. Menurut dia, kapasitas dan fasilitas rumah sakit masih memadai untuk menangani kasus Covid-19, meskipun belakangan ini terjadi peningkatan jumlah orang yang memanfaatkan fasilitas kesehatan.

Saat ini, terdapat 67 rumah sakit rujukan di DKI Jakarta dengan jumlah tempat tidur isolasi sebanyak 4.800 lebih dan 600 lebih ICU. “Tidak overload. Kapasitas (rumah sakit) kami lebih dari cukup. Memang ada peningkatan dari 45 menjadi 55 persen (tingkat keterisian), tapi masih mencukupi. Jadi tidak ada pasien yang terbengkalai,” pungkas Ariza.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan keseriusan dalam menangani Covid-19 tidak bisa hanya ditunjukan dengan menyusun dan membuat regulasi, tetapi perlu langkah konkret dengan terus meningkatkan kapasitas 3T, testing, tracing dan treatment. Menurut Anies, 3T ini merupakan kewajiban pemerintah dalam rangka mengendalikan Covid-19 untuk menyelamatkan warga DKI Jakarta.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Ganjil Genap Dipaksakan, PSI Waspada Klaster Baru di Angkutan Umum

Fraksi Partai Solidaritas Indonesia DKI Jakarta menilai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terlalu memaksakan penerapan sistem ganjil genap.

MEGAPOLITAN | 13 Agustus 2020

ETLE Tahap Akan 3 Dibangun, Pelanggar di Tol dan Jalur Transjakarta Dibidik

Penggunaan ETLE dinilai efektif untuk mengurangi kemacetan, kelancaran, dan ketertiban laju bus Transjakarta, serta lalu lintas secara umum.

MEGAPOLITAN | 12 Agustus 2020

Wagub DKI: Tak Ada Zona Hitam di Jakarta

Menyelesaikan masalah harus dengan mengidentifikasi masalah.

MEGAPOLITAN | 12 Agustus 2020

Pengusaha Roti Asal Taiwan Dibunuh Selingkuhan di Cikarang

Tersangka SS sakit hati karena korban tidak mau bertanggung jawab atas kehamilannya.

MEGAPOLITAN | 12 Agustus 2020

Solusi Pemprov DKI Cegah Kasus Covid-19 di Perkantoran

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya menekan kasus Covid-19 di klaster perkantoran.

MEGAPOLITAN | 12 Agustus 2020

BPTJ Luncurkan JR Connexion Kemang Pratama-Gambir

BPTJ telah meresmikan uji coba layanan Jabodetabek Residence Connexion (JR Connexion) dengan rute Perumahan Kemang Pratama Kota Bekasi-Stasiun Gambir.

MEGAPOLITAN | 12 Agustus 2020

Polisi Pastikan Pelaku Teror Penembakan di Tangsel Hanya 3 Orang

Polisi memastikan pelaku teror penembakan di wilayah hukum Tangerang Selatan, beberapa pekan terakhir, hanya berjumlah tiga orang.

MEGAPOLITAN | 12 Agustus 2020

Pemkab Tangerang Siapkan Rp 56 Miliar untuk Bayar Gaji Ke-13

Pemkab Tangerang telah menyiapkan dana sebesar Rp 56 miliar lebih untuk pencairan gaji ke-13 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada di wilayah tersebut.

MEGAPOLITAN | 12 Agustus 2020

Bertambah, 30 Pekerja Puskesmas di Kota Bogor Positif Covid-19

Pemkot Bogor menutup sementara 6 puskesmas yang dianggap beresiko atau kategori merah.

MEGAPOLITAN | 12 Agustus 2020

ASN Positif Covid-19, Kemkumham Tutup Satu Gedung

Satu gedung Kemkumham di jalan Rasuna Said Kavling 6-7 ditutup setelah sejumlah ASN Ditjen Imigrasi terkonfirmasi positif Covid-19.

MEGAPOLITAN | 12 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS