Klinik Aborsi, Polisi Tangkap 1 Tersangka dan Sita Uang Ratusan Juta
INDEX

BISNIS-27 491.129 (13.1)   |   COMPOSITE 5612.42 (122.41)   |   DBX 1062.36 (2.27)   |   I-GRADE 161.886 (4.73)   |   IDX30 478.794 (14.1)   |   IDX80 126.714 (3.33)   |   IDXBUMN20 355.426 (11.39)   |   IDXG30 131.028 (2.69)   |   IDXHIDIV20 432.126 (12.24)   |   IDXQ30 139.823 (4.13)   |   IDXSMC-COM 243.691 (3.73)   |   IDXSMC-LIQ 294.252 (6.49)   |   IDXV30 122.487 (3.86)   |   INFOBANK15 946.8 (31.92)   |   Investor33 412.464 (11.62)   |   ISSI 165.112 (2.46)   |   JII 597.802 (9.66)   |   JII70 206.187 (3.56)   |   KOMPAS100 1134.88 (29.69)   |   LQ45 883.061 (24.55)   |   MBX 1552.46 (38.43)   |   MNC36 308.511 (8.65)   |   PEFINDO25 308.232 (4.87)   |   SMInfra18 281.756 (7.28)   |   SRI-KEHATI 352.482 (9.97)   |  

Klinik Aborsi, Polisi Tangkap 1 Tersangka dan Sita Uang Ratusan Juta

Selasa, 1 September 2020 | 11:11 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / WBP

Jakarta, Beritasatu.com -Polda Metro Jaya, kembali menangkap satu tersangka terkait kasus praktik aborsi di Klinik Dr. Sarsanto WS, Sp. OG, Jalan Raden Saleh I RT 02 RW 02 Nomor 10 A, Kenari, Senen, Jakarta Pusat. Tersangka yang ditangkap bernama Jainatun alias Atun (52), dengan barang bukti uang tunai Rp 881 juta.

"Setelah kita lakukan pendalaman, kami mengamankan salah satu tersangka inisial J, 52 tahun, tugasnya sebagai costumer service dan mengitung. Dia yang melakukan negosiasi harga dengan pasien untuk aborsi," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, Senin (31/8/2020).

Dikatakan Yusri, tersangka J juga berperan menyimpan seluruh keuangan hasil dari praktik aborsi. Penyidik menyita uang ratusan juta dari rekeningnya. "Total yang kita temukan sekitar Rp 881.500.000 dari rekening yang bersangkutan. Ini hasil pengembangan yang dilakukan oleh penyidik," ungkapnya.

Yusri menyampaikan, berdasarkan keterangan tersangka J, klinik itu telah beroperasi selama 5 tahun. Sekitar lima pasien datang melakukan aborsi setiap hari. Biayanya bervariasi, semisal usia kandungan 6 sampai 7 minggu biayanya Rp 1.500.000 hingga Rp 2.000.000, usia kandungan 8-10 minggu Rp 3.000.000 sampai Rp 3.500.000, usia kandungan 10-12 minggu dengan biaya Rp 4.000.000 hingga Rp 5.000.000 dan usia 15-20 minggu dengan biaya Rp 7.000.000 sampai Rp 9.000.000. "Rata-rata pendapatannya Rp 70.000.000 per bulan. Biaya aborsi pada klinik tersebut bervariasi berdasarkan usia kandungan, katanya.

Yusri menyebutkan, tersangka J diduga melanggar tindak pidana dengan sengaja mengobati seorang perempuan atau menyuruh supaya diobati, dengan diberitahukan atau ditimbulkan harapan bahwa karena pengobatan itu hamilnya dapat digugurkan dan atau sengaja menggugurkan atau mematikan kandungannya dan atau membantu melakukan kejahatan berdasarkan Pasal 346, ataupun melakukan atau membantu melakukan salah satu kejahatan yang diterangkan dalam Pasal 347 dan Pasal 348 KUHP.

"Kemudian, dengan sengaja melakukan aborsi tidak sesuai ketentuan dan atau dengan sengaja melakukan aborsi terhadap anak yang masih dalam kandungan dengan alasan dan tata cara yang tidak dibenarkan oleh ketentuan peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 299 KUHP dan atau Pasal 346 KUHP dan atau Pasal 348 ayat (1) KUHP dan atau Pasal 349 KUHP dan atau Pasal 194 juncto Pasal 75 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dan atau Pasal 77A juncto Pasal 45A Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak," jelasnya.

Sebelumnya diketahui, Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, berhasil membongkar praktik aborsi di Klinik Dr. Sarsanto WS, Sp. OG, Jalan Raden Saleh I RT 02 RW 02 Nomor 10 A, Kenari, Senen, Jakarta Pusat, medio Agustus lalu.

Penyidik menangkap dan menetapkan 17 orang tersangka dalam kasus ini antara lain dr. Sarsanto WS (84), dr. SS (57) selaku dokter yang bertanggungjawab terhadap klinik, dr. TWP (59), EM (68), AK (27), SMK (32), W (44), J (52), M (42), S (57), WL (46), AR (44), MK (38), WS (49), CCS (22), HR (23), dan LH (46).

Praktik aborsi ini terbongkar bermula dari keterangan SS salah satu tersangka kasus pembunuhan bos roti asal Taiwan, Hsu Ming Hu, yang jenazahnya dibuang di Sungai Citarum, Subang, Jawa Barat. Dia melakukan aborsi di klinik itu.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Langgar Operasional Jam Malam, 4 Tempat Usaha di Bogor Didenda

Jika aturan hanya dianggap sepele oleh masyarakat, maka upaya besar Pemkot Bogor menurunkan tingkat penularan Covid-19 akan sia-sia.

MEGAPOLITAN | 1 September 2020

Bekasi Gencarkan Tes Usap di Kawasan Industri

Jumlah kasus positif mencapai hingga kini mencapai 1.016.

MEGAPOLITAN | 31 Agustus 2020

Gubernur DKI Keluarkan Kepgub PSBB Perpanjangan Otomatis

Kepgub tersebut memungkinkan PSBB transisi diperpanjang secara otomatis tanpa pengumuman dari Pemprov DKI.

MEGAPOLITAN | 31 Agustus 2020

Pembangunan ITF Sunter Masih Tahap Pendanaan

Pembangunan fisik proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter hingga saat ini belum dimulai.

MEGAPOLITAN | 31 Agustus 2020

Air PDAM Mengalir ke Hidran Umum, Warga Cibarusah Gembira

Penantian panjang warga Cibarusah, Kabupaten Bekasi, telah berakhir. Selama bertahun-tahun lamanya, warga menantikan air bersih mengalir ke wilayahnya.

MEGAPOLITAN | 31 Agustus 2020

Polisi Bekuk Sindikat Pencurian Modul Menara BTS

Polda Metro Jaya, membekuk enam tersangka sindikat pencurian modul atau alat penguat sinyal tower Base Transceiver Station (BTS).

MEGAPOLITAN | 31 Agustus 2020

Ini Cara Pemkot Bekasi Bangkitkan Perekonomian di Masa Pandemi

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menganggap upaya pemutusan mata rantai virus corona dan membangkitkan perekonomian harus seimbang.

MEGAPOLITAN | 24 Agustus 2020

Upaya Pemkot Bekasi Disiplinkan Penggunaan Masker

Pemkot Bekasi mengeluarkan kebijakan kepada warganya untuk memakai masker selama beraktivitas di luar rumah.

MEGAPOLITAN | 31 Agustus 2020

Pembatasan Aktivitas di Depok, Karyawan Diizinkan Pulang Larut Malam

Pemberlakuan pembatasan aktivitas di malam hari dilakukan Pemkot Depok untuk mengendalikan penyebaran virus corona.

MEGAPOLITAN | 31 Agustus 2020

Tersangka Penanam Ganja di Lantai 2 Rumah Dikenal Sebagai Pemakai Narkoba

Warga mengetahui kedua tersangka tersebut suka menggunakan ganja dan kerap mengedarkannya di daerah sekitar rumahnya.

MEGAPOLITAN | 31 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS