Zulkifli: RI Sudah Merdeka 72 Tahun, Tidak Perlu Pertentangkan SARA
INDEX

BISNIS-27 503.107 (8.47)   |   COMPOSITE 5679.25 (80.67)   |   DBX 1039.52 (14.71)   |   I-GRADE 166.189 (3.47)   |   IDX30 492.322 (9.09)   |   IDX80 129.082 (2.66)   |   IDXBUMN20 363.759 (7.86)   |   IDXG30 133.243 (2.59)   |   IDXHIDIV20 440.08 (10.13)   |   IDXQ30 143.762 (2.86)   |   IDXSMC-COM 242.127 (2.51)   |   IDXSMC-LIQ 293.644 (5.57)   |   IDXV30 123.61 (3.35)   |   INFOBANK15 979.67 (10.23)   |   Investor33 423.592 (6.88)   |   ISSI 165.745 (2.98)   |   JII 604.859 (14.26)   |   JII70 207.745 (4.44)   |   KOMPAS100 1155.02 (20.8)   |   LQ45 903.46 (17.32)   |   MBX 1578.72 (22.44)   |   MNC36 316.411 (5.51)   |   PEFINDO25 310.113 (3.58)   |   SMInfra18 286.549 (5.46)   |   SRI-KEHATI 362.507 (5.51)   |  

Zulkifli: RI Sudah Merdeka 72 Tahun, Tidak Perlu Pertentangkan SARA

Minggu, 22 Oktober 2017 | 07:19 WIB
Oleh : Robertus Wardi / WBP

Jakarta - Ketua MPR Zulkifli Hasan mengemukakan Indonesia telah merdeka 72 tahun. Para pendiri bangsa sudah sepakat untuk mendirikan bangsa ini, tanpa mempertentangkan suku, agama ras dan antargolongan (SARA). Karena itu, dalam usia yang begitu panjang hingga saat ini, tidak perlu lagi mempertentangkan masalah SARA.

"Kalau kita masih mempertentangkan SARA berarti kita mundur ke belakang. Kita jangan lagi mundur ke belakang, tapi maju ke depan. Bangsa ini sudah harus merebut dan menatap masa depannya dengan lebih baik," kata Zulkifli usai menjadi pembicara dalam acara ‎Conference on Indonesian Foreign Policy (CIFP) di Jakarta, Sabtu (21/10) malam.

Ia menjelaskan para pendiri bangsa ini sudah membangun Indonesia dengan sangat indah dan berpikir jauh ke depan.‎ Mereka tahu bangsa ini terdiri atas berbagai SARA. Namun mereka tidak mempertentangkannya, tetapi sepakat untuk bersatu. "Kita sudah punya empat pilar bangsa. Itu sudah dibangun oleh pendiri bangsa ini. Kita kembali ke situ aja," tutur Zulkifli yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Menurutnya, pendiri bangsa sudah menetapkan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai empat pilar bangsa. Persoalannya adalah nilai-nilai yang terkandung pada empat pilar tersebut mulai surut pada dewasa ini. Maka yang harus dilakukan sekarang adalah kembali mengingatkan dan menegaskan kembali nilai-nilai yang terkandung pada empat pilar tersebut. Nilai-nilai Pancasila harus dijahit lagi dalam bingkai NKRI.

Meski mengajak tidak mempertentangkan SARA Zulkifli tetap mendukung pidato serah terima jabatan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Baginya pidato Anies yang mempersoalkan SARA lewat kata-kata 'pribumi'‎ tidak ada persoalan. Pidato Anies harus dilihat konteksnya. "Konteksnya kan saat zaman kolonial. Saat itu, pribumi dijajah dan ditindas oleh Belanda. Jadi itu konteks penyebutan pribumi," tutur Zulkifli.

Sebagaimana diketahui, pidato Anies Baswedan menuai kontroversi karena dia menyebut pribumi harus menjadi tuan di rumah sendiri. Penyebutan tersebut menjadi rasis karena pada pilkada DKI Jakarta yang memenangkan Anis juga sarat dengan kampanye SARA dan rasis.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sekjen PDIP Konsolidasi Pemenangan Gus Ipul-Anas

Seluruh kader PDIP di Jawa Timur harus bah membahu untuk kemenangan Gus Ipul-Anas di Pilgub Jatim.

NASIONAL | 22 Oktober 2017

Dua Orang Tewas Terbakar dalam Kecelakaan di Karawang

Kecelakaan itu melibatkan dua sepeda motor yang sama-sama tidak disertai nomor polisi.

NASIONAL | 21 Oktober 2017

Prabowo: Kalau Tidak Ada Uang, Sulit

Prabowo mengatakan, banyak anak muda menghadap dirinya untuk bisa jadi wali kota atau gubernur.

NASIONAL | 21 Oktober 2017

Ganjar Siap Maju Kembali Pimpin Jateng

Ia pun menyerahkan sepenuhnya kepada Partai PDIP terkait koalisi dan calon pendampingnya.

NASIONAL | 21 Oktober 2017

Menkumham Sambut Baik Hibah Tanah untuk Lapas di Jambi

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menyambut baik hibah tanah Pemprov Jambi untuk pembangunan lembaga permasyarakatan baru di provinsi itu.

NASIONAL | 21 Oktober 2017

Menhub: Tarif Trem di Surabaya Bisa Disubsidi

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan tarif trem yang nanti akan beroperasi di Surabaya bisa mendapatkan subsidi pemerintah.

NASIONAL | 21 Oktober 2017

Japfa Usung Model Kemitraan Berkelanjutan

Model kemitraan ini menjadi salah satu mekanisme yang memungkinkan peternak kecil untuk dapat bertumbuh.

NASIONAL | 21 Oktober 2017

Polisi Tangkap Pelaku Pencurian Kendaraan Bermotor

Anggota Resmob Polres Hulu Sungai Utara, Kalsel, berhasil menangkap seorang pria yang masuk dalam daftar pencarian orang karena mencuri kendaraan bermotor.

NASIONAL | 21 Oktober 2017

Polres Bengkalis Tangkap Bandar Sabu-sabu

Tim opsnal Reskrim Polsek Mandau, Polres Bengkalis, Provinsi Riau berhasil mengamankan bandar narkoba bersama barang bukti sabu sebanyak 11 paket siap edar.

NASIONAL | 21 Oktober 2017

Banjir Dukungan, Khofifah Mantap Maju Pilgub Jatim 2018

Dukungan terhadap Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa untuk maju dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur semakin meluas, ia pun semakin mantap untuk bersaing.

NASIONAL | 21 Oktober 2017


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS