Sidang Irwandi Yusuf, Kontraktor di Aceh Ungkap Aliran Rp 1 M ke Nasir Djamil
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

Sidang Irwandi Yusuf, Kontraktor di Aceh Ungkap Aliran Rp 1 M ke Nasir Djamil

Senin, 11 Februari 2019 | 17:41 WIB
Oleh : Fana Suparman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com- Direktur PT Kenpura Alam Nangroe Dedi Mulyadi mengaku pernah menyerahkan uang Rp 1 miliar kepada seorang bernama Rizal yang disebut asisten atau orang kepercayaan anggota DPR RI dari Fraksi PKS Nasir Djamil. Hal itu diakui Dedi saat bersaksi dalam sidang perkara dugaan suap dan gratifikasi dengan terdakwa Gubernur nonaktif Aceh Irwandi Yusuf dan dua terdakwa lain, yakni Teuku Saiful Bahri dan Hendri Yuzal di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (11/2).

Mencuatnya nama Nasir Djamil bermula saat Jaksa Penuntut KPK membacakan barang bukti berupa catatan yang didapat dari penggeledahan salah satu lokasi atas nama Mamik Riswanti uang merupakan Komisaris PT Kenpura Alam Nanggroe dan juga istri Dedi. Dalam catatan tersebut bertuliskan "kewajiban" itu terdapat sejumlah nama, salah satunya Zal, Nasir Djamil. Jaksa pun mengonfirmasikan Dedi mengenai nama tersebut yang disebut dalam catatan menerima Rp 1 miliar. "Dia (Nasir Djamil) anggota DPR RI. Tapi dia tidak tahu apa-apa, yang menawarkan kerjaan si Rizal. Uang diserahkan ke Rizal," kata Dedi dalam kesaksiannya di persidangan.

Dedi menuturkan, perusahaannya bergerak di bidang jasa konstruksi. Rizal yang mengaku orang dekat Nasir Djamil menawarkan Dedi untuk mengerjakan proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Aceh. Untuk mendapat proyek itu, Dedi mengaku menyerahkan uang Rp 1 miliar kepada Rizal. "Rizal ini orang dekatnya Pak Nasir Djamil," kata Dedi.

Selain kepada Nasir Djamil, Dedi juga mengaku pernah menyerahkan uang Rp 1 miliar kepada Irwandi Yusuf melalui Saiful Bahri yang dikenal dekat dengan Irwandi. Uang tersebut diberikan agar perusahaan milik Dedi memenangkan lelang proyek. "Saya minta Saiful supaya dimenangkan perusahaan saya. Beliau bilang kan ini lebaran, mungkin ada kebutuhan untuk megang," ungka Dedi.

Megang merupakan acara syukuran yang menjadi tradisi di Aceh menjelang Lebaran. Megang biasanya diadakan oleh para pejabat Aceh, termasuk Gubernur Aceh.

Dituturkan Dedi, awalnya Saiful tidak menyebut nominal uang yang diminta. Dedi kemudian menawarkan untuk memberikan Rp 500 juta. Namun, Saiful kemudian memberitahunya bahwa dana yang diperlukan bisa lebih dari itu. Pada akhirnya, Dedi sepakat memberikan Rp 1 miliar. Penyerahan uang dilakukan oleh staf Dedi. Dalam berita acara pemeriksaan, Dedi mengatakan, Saiful menyebut uang tersebut sebagai dana partisipasi untuk kepentingan Irwandi Yusuf.

Diketahui, Jaksa Penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa Gubernur nonaktif Aceh Irwandi Yusuf menerima suap sebesar Rp 1,050 miliar dari Bupati nonaktif Bener Meriah Ahmadi terkait Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh. Tak hanya menerima suap, Jaksa KPK juga mendakwa Irwandi telah menerima gratifikasi dengan total sebesar Rp 41,7 miliar selama menjabat sebagai Gubernur Aceh yakni periode 2007-2012 dan periode 2017-2022.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kasus Penganiayaan Pegawai KPK, Polisi Panggil Sekda Papua

Hery Dosinaen diminta hadir di Polda Metro Jaya Kamis pekan ini.

NASIONAL | 11 Februari 2019

KPK Segera Limpahkan Kasus Suap Pesawat Garuda ke Pengadilan

Emirsyah Satar dan Soetikno Soedarjo telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 16 Januari 2017.

NASIONAL | 11 Februari 2019

RI Perkuat Kerja Sama dengan Rusia Berantas Terorisme

Rusia sudah menawarkan membuat suatu peta anatomi terorisme dunia.

NASIONAL | 11 Februari 2019

Korban Banjir Bandang di Bandung Masih Trauma

Tak hanya merusak rumah warga, banjir bandang juga menelan 4 korban jiwa.

NASIONAL | 11 Februari 2019

PHRI Terus Dorong Pengembangan Pariwisata Indonesia

Tren peningkatan ini akan terus meningkat jika seluruh komponen industri bisa saling berkolaborasi dalam membangun pariwisata Indonesia secara berkelanjutan.

NASIONAL | 11 Februari 2019

Hamil 7 Bulan, Penahanan Muncikari Prostitusi Online Ditangguhkan

Polda Jawa Timur mengabulkan penangguhan penahanan terhadap tersangka muncikari prostitusi online berinisial F.

NASIONAL | 11 Februari 2019

JK: PMI Sanggup Penuhi Kebutuhan Stok Darah

PMI mampu menjaga stok darah hingga 97 persen.

NASIONAL | 11 Februari 2019

JK: Bencana Hanya Bisa Diprediksi, Tidak Diketahui Kapan Datangnya

Mitigasi merupakan serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana.

NASIONAL | 11 Februari 2019

Pemeriksaan Ketua Umum PA 212 Dialihkan ke Polda Jateng

Polri berkoordinasi dengan Bawaslu di dalam payung Sentra Gakkumdu.

NASIONAL | 11 Februari 2019

Polisi Kebut 3 Berkas Tersangka Perusak Barang Bukti di Komdis PSSI

Sampai hari ini sudah ada 14 tersangka yang disidik satgas anti mafia bola.

NASIONAL | 11 Februari 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS