Penyelidikan Rusuh 21 Mei, Polri Tunggu Komnas HAM-Kompolnas
INDEX

BISNIS-27 448.452 (3.2)   |   COMPOSITE 5112.19 (37.88)   |   DBX 973.986 (6.52)   |   I-GRADE 139.714 (1.75)   |   IDX30 428.304 (3.04)   |   IDX80 113.764 (0.79)   |   IDXBUMN20 291.927 (4.03)   |   IDXG30 119.182 (0.33)   |   IDXHIDIV20 379.228 (3.94)   |   IDXQ30 124.656 (1.32)   |   IDXSMC-COM 220.2 (1.88)   |   IDXSMC-LIQ 259.388 (0.56)   |   IDXV30 107.478 (0.59)   |   INFOBANK15 831.648 (12.44)   |   Investor33 374.125 (3.04)   |   ISSI 151.171 (0.22)   |   JII 550.867 (-0.03)   |   JII70 188.056 (0.12)   |   KOMPAS100 1022.34 (5.53)   |   LQ45 789.815 (5.28)   |   MBX 1412.7 (10.01)   |   MNC36 280.331 (1.92)   |   PEFINDO25 282.464 (3.74)   |   SMInfra18 241.575 (0.89)   |   SRI-KEHATI 316.512 (3.1)   |  

Penyelidikan Rusuh 21 Mei, Polri Tunggu Komnas HAM-Kompolnas

Rabu, 26 Juni 2019 | 14:21 WIB
Oleh : Farouk Arnaz / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Polri mengklaim telah menyelesaikan penyelidikan dalam rentetan kerusuhan 21-22 Mei lalu. Dalam kasus yang diwarnai pembunuhan terhadap sembilan orang itu, Polri masih menunggu hasil Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

“Untuk dari mana asal senjata belum ya. Kalau jenis proyektil sudah selesai yakni kaliber 5,56 mm dan 9 mm. Nanti secara komprehensif tim investigasi gabungan akan rilis bersama Komnas HAM, Ombudsman, dan Kompolnas,” kata Karo Penmas Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Menurut Dedi kasus ini harus diselesaikan melalui kerja bersama dan saling sinergi. “Tolong tanya Komnas HAM, berapa lama untuk melakukan investigasi itu, kalau Polri sudah. Nanti akan dipadukan dengan (hasil) Komnas HAM, Ombudsman. Juga standar investigasinya gimana. Kan berbeda-beda, Kompolnas juga,” sambung Dedi Prasetyo.

Dedi Prasetyo mengaku tidak masalah terkait temuan Amnesty Internasional bahwa Brimob melakukan pelanggaran HAM dengan menyiksa demonstran. “Monggo. Tim investigasi ini kan terbuka, sepanjang data itu masih bisa dipertanggungjawabkan, hasilnya diserahkan. Nanti dipelajari. Tim komperhensif dari Bareskrim, ahli hukum, Div Propam, Labfor, Inafis, kedokteran, dan pakar-pakar,” sambungnya.

Sejauh ini Polri memang baru merilis beberapa hal, misalnya jenis proyektil yang menewaskan dua dari sembilan korban tewas itu. Hasil uji labfor menyebutkan dari tiga proyektil yang didapat dari tubuh korban, yang dilabeli polisi sebagai pelaku perusuh itu—meski belum ada pembuktian secara hukum—adalah kaliber 5,56 mm dan kaliber 9 mm.

Untuk kaliber 9 mm itu tingkat kerusakan proyektil cukup parah, dan pecah, sehingga alur senjata dalam proyektil itu sulit ditemukan.

Dedi Prasetyo mengakui kaliber itu bisa digunakan senjata standar Polri atau TNI, namun juga bisa digunakan senjata rakitan. Contohnya senjata dari konflik di Papua, di Maluku, dan termasuk tersangka terorisme jaringan MIT.

Namun yang jelas pasukan pengamanan secara langsung pada tanggal 21 dan 22 Mei, baik Polri maupun TNI, tidak dibekali senjata api dan peluru tajam. Peluru tajam itu di antataranya diketemukan di jasad dua korban bernama Abdul Azis dan Harun Al Rasyd. Sementara satu korban bernama Zulkifli juga tertembak peluru tajam di pahanya. Dia bisa diselamatkan dan saat ini sedang dirawat.

Selain itu, polisi juga telah mengumumkan lima dari sembilan orang yang tewas itu berasal dari lokasi rusuh yang pecah di Petamburan. Polisi masih mencari empat lokasi korban yang lain.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

IGI Dukung Skema SNMPTN Dihapus

Sekolah berakreditasi bagus semakin bagus, sedangkan yang jelek semakin jelek. Oleh karena itu, IGI mendukung keinginan Kemdikbud agar kuota SNMPTN.

NASIONAL | 26 Juni 2019

Anggota Pansel Akui Ada "Keinginan Pimpinan" Terkait Seleksi Jabatan di Kemag

Hasan mengaku sudah melakukan kewajibannya sebagai pansel jabatan di Kemag.

NASIONAL | 26 Juni 2019

Polda Jatim Bongkar Praktik Aborsi Ilegal Bertarif Tarif Rp 1 Juta

Tersangka membuka praktik aborsi, baik di rumah maupun kamar hotel di Surabaya dengan menggunakan obat-obatan.

NASIONAL | 26 Juni 2019

Penyebab Harga Ayam Merosot, Jateng Tertibkan Peternak Ilegal

Terjadinya oversupply tersebut, tidak terlepas dari munculnya sejumlah peternak ilegal dan tidak terdeteksi.

NASIONAL | 26 Juni 2019

2019, Polri Catat Kasus Hoax Meningkat Tajam

Kalau tahun lalu itu satu tahun ada 52 kasus. Tahun ini dari Januari sampai Juni sudah ada 51 kasus hoax.

NASIONAL | 26 Juni 2019

Khofifah Kembali Tak Hadir untuk Bersaksi di Sidang Jual-Beli Jabatan

Dari sembilan saksi, hanya tujuh orang yang hadir di persidangan.

NASIONAL | 26 Juni 2019

JK Ajak Masyarakat Sama-sama Lawan Narkoba

Wapres JK mengajak masyarakat bersama-sama mengatasi Narkoba. Sebab, BNN tidak bisa kerja sendiri dan butuh bantuan seluruh masyarakat.

NASIONAL | 26 Juni 2019

Peredaran Narkotika Sasar Generasi Millenial

Peredaran Narkotika Sasar Generasi Millenial

NASIONAL | 26 Juni 2019

Sekolah Negeri Wajibkan Seragam Muslim, Ombudsman DIY Minta Surat Edaran Direvisi

Penggunaan kata mewajibkan diganti dianjurkan,belum cukup. Karena secara terminologi, kata dianjurkan masih sama artinya dengan diwajibkan.

NASIONAL | 26 Juni 2019

BNN Minta Kejaksaan Segera Eksekusi Mati Bandar Narkoba

Kepala BNN Komjen Heru Winarko mengaku sudah meminta Kejaksaan Agung segera mengeksekusi para bandar narkoba yang putusan hukumnya berkekuatan hukum tetap.

NASIONAL | 26 Juni 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS