Jokowi Minta Risiko Gagal Panen Akibat Kemarau Diantisipasi
INDEX

BISNIS-27 491.129 (11.99)   |   COMPOSITE 5612.42 (112.33)   |   DBX 1062.36 (4.11)   |   I-GRADE 161.886 (4.37)   |   IDX30 478.794 (12.21)   |   IDX80 126.714 (3.02)   |   IDXBUMN20 355.426 (9.57)   |   IDXG30 131.028 (2.32)   |   IDXHIDIV20 432.126 (9.85)   |   IDXQ30 139.823 (3.69)   |   IDXSMC-COM 243.691 (3.69)   |   IDXSMC-LIQ 294.252 (6.8)   |   IDXV30 122.487 (4.61)   |   INFOBANK15 946.8 (29.41)   |   Investor33 412.464 (10.19)   |   ISSI 165.112 (2.43)   |   JII 597.802 (9.53)   |   JII70 206.187 (3.44)   |   KOMPAS100 1134.88 (27.52)   |   LQ45 883.061 (21.77)   |   MBX 1552.46 (34.83)   |   MNC36 308.511 (7.09)   |   PEFINDO25 308.232 (9)   |   SMInfra18 281.756 (5.87)   |   SRI-KEHATI 352.482 (8.96)   |  

Jokowi Minta Risiko Gagal Panen Akibat Kemarau Diantisipasi

Senin, 15 Juli 2019 | 21:16 WIB
Oleh : WBP

Jakarta, Beritatasatu.com - Presiden Joko Widodo meminta kementerian dan lembaga mengambil langkah-langkah untuk mengantisipasi risiko gagal panen sektor pertanian akibat musim kemarau.

"Saya minta risiko terjadinya gagal panen bisa kita hindari," kata Presiden Jokowi ketika memimpin rapat kabinet terbatas membahas antisipasi dampak kekeringan di Kantor Presiden Jakarta, Senin (15/7/2019).

Kepala Negara meminta suplai air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat maupun suplai air pertanian tetap terjaga. "Kalau perlu kita lakukan modifikasi cuaca, pembangunan sumur bor," kata Presiden dalam rapat terbatas yang juga dihadiri Wapres M Jusuf Kalla.

Presiden mengaku mendapat laporan BMKG bahwa musim kemarau di 2019 akan lebih kering dan mencapai puncaknya pada bulan Agustus sampai nanti September. "Beberapa daerah di negara kita sudah mengalami keadaan 21 hari tanpa hujan, berarti statusnya waspada, 31 hari tanpa hujan berarti status siaga, dan juga 61 hari tanpa hujan, ini statusnya sudah awas," jelas Jokowi.

Ia menyebutkan kondisi itu sudah terjadi di beberapa provinsi di Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Bali, NTB, NTT."Oleh karena itu saya minta para menteri dan kepala lembaga gubernur untuk turun melihat langsung ke lapangan dan segera melakukan langkah antisipasi, mitigasi terhadap dampak kekeringan ini," kata Jokowi.

Presiden juga meminta Menteri LHK memantau dan mengendalikan potensi titik panas yang ada. "Kita harapkan kebakaran hutan dan lahan gambut bisa kita antisipasi dan kita hindari," kata Jokowi.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Dibelit Kasus Novel, Polri dan Iriawan Kompak Meluruskan

Menurut Dedi, TKP-nya sangat minim.

NASIONAL | 15 Juli 2019

Usai Dirawat, Lima Calon Jemaah Haji Asal Makassar Diberangkatkan

Kelima orang jemaah calon haji yang telah lansia ini berusia sekitar 60 sampai 70 tahun.

NASIONAL | 15 Juli 2019

Hindari Perpeloncoan, Bima Arya Minta Sekolah Perketat Pengawasan

Wali Kota Bima Arya Bima meminta pihak sekolah memperketat pengawasan sekolah, baik SLTP maupun SLTA mengantisipasi kekerasan terhadap siswa baru.

NASIONAL | 15 Juli 2019

Pemerintah Optimistis DPR Setujui Amnesti untuk Baiq Nuril

Presiden Jokowi akan menetapkan amnesti setelah diberikan pertimbangan dari DPR.

NASIONAL | 15 Juli 2019

ACT Tasikmalaya Bagikan Enam Tangki Air Bersih ke Tiga Kecamatan

Aksi cepat tanggap (ACT) telah dilakukan dengan memberikan 30 ribu liter air bersih kepada warga.

NASIONAL | 15 Juli 2019

Insiden Crane Roboh di Semarang Masih Diselidiki

Hingga Senin (15/7/2019), petugas masih menyelidiki penyebab terjadinya insiden robohnya crane setelah ditabrak kapal MV Soul of Luck.

NASIONAL | 15 Juli 2019

Menhan: Kamboja Mitra Utama Jaga Stabilitas Keamanan Kawasan

Saat ini ada banyak negara di dunia yang belum dapat merasakan perdamaian.

NASIONAL | 15 Juli 2019

Presiden Sudah Serahkan Surat Amnesti Baiq Nuril ke DPR

Yasonna yakin permohonan amnesti itu akan disetujui DPR.

NASIONAL | 15 Juli 2019

Kasus Bowo Sidik, Adik Nazaruddin Mangkir Lagi dari Pemeriksaan KPK

Keterangan Muhajidin diperlukan penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Indung, anak buah Bowo yang juga petinggi PT Inersia.

NASIONAL | 15 Juli 2019

Moeldoko: Keinginan Presiden Beri Amnesti Didukung Publik

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan kasus yang membelit Baiq Nuril menjadi perhatian khusus pemerintah.

NASIONAL | 15 Juli 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS