Dapat Gelar Profesor Kriminologi, Yasonna Soroti Persoalan Narkoba
INDEX

BISNIS-27 447.461 (-2.06)   |   COMPOSITE 5059.22 (-11.24)   |   DBX 933.73 (-1.47)   |   I-GRADE 135.366 (-0.54)   |   IDX30 427.201 (-2.69)   |   IDX80 111.513 (-0.62)   |   IDXBUMN20 284.629 (-1.83)   |   IDXG30 118.405 (-0.64)   |   IDXHIDIV20 382.903 (-2.08)   |   IDXQ30 125.347 (-0.86)   |   IDXSMC-COM 215.54 (-0.5)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-1.73)   |   IDXV30 105.043 (-0.46)   |   INFOBANK15 803.622 (-0.3)   |   Investor33 371.182 (-1.18)   |   ISSI 148.056 (-0.56)   |   JII 539.107 (-4.57)   |   JII70 182.679 (-1.3)   |   KOMPAS100 996.599 (-3.91)   |   LQ45 780.316 (-4.21)   |   MBX 1404.61 (-3.24)   |   MNC36 278.843 (-0.76)   |   PEFINDO25 265.576 (-2.94)   |   SMInfra18 242.356 (-2.15)   |   SRI-KEHATI 313.434 (-0.82)   |  

Dapat Gelar Profesor Kriminologi, Yasonna Soroti Persoalan Narkoba

Kamis, 25 Juli 2019 | 10:47 WIB
Oleh : Fana Suparman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna H Laoly mengungkapkan keprihatinannya atas banyaknya pengguna narkotika yang menjadi penghuni lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan). Dikatakan, lebih dari separuh penghuni lapas dan rutan di Indonesia terkait kejahatan narkoba.

“Ada satu keanehan kejahatan narkoba ini sudah melebihi 50 persen dari penghuni lapas dan rutan seluruh di di Indonesia,” kata Yasonna H Laoly dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (24/7/2019).

Keprihatian terkait banyaknya pengguna narkoba yang mendekam di lapas dan rutan ini disampaikan Yasonna tidak hanya sebagai Menkumham, melainkan sebagai seorang akademisi yang melihat persoalan hukum dari banyak aspek. Yasonna diketahui telah diangkat dalam jabatan profesor dengan status sebagai dosen tidak tetap dalam bidang Ilmu Kriminologi.

Surat pengangkatan tersebut ditandatangani Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir pada 11 Juli 2019. Selama ini Yasonna kerapmenjadi dosen tidak tetap pada Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian.

Yasonna menyatakan keinginannya agar persoalan narkoba di Indonesia dapat ditangani secara holistik dan tidak hanya dari segi penegakan hukum saja. Yasonna berharap ada kajian atau penelitian ilmiah yang dapat berkontribusi menyelesaikan persoalan narkotika di Indonesia.

Mengutip data Kemkumham akhir tahun 2018 lalu, diketahui bahwa penghuni lapas di Indonesia mencapai 256.273 orang. Sementara, kapasitas hunian lembaga pemasyarakatan hanya untuk 126.164 orang. Artinya, penghuni lapas mencapai 203 persen dari daya tampungnya.

Dalam laporan tersebut Yasonna mengatakan bahwa penambahan penghuni itu setiap tahunnya rata-rata mencapai angka 22 ribu orang. perinciannya, pada 2017 jumlah penghuni lapas mencapai 232.080, meningkat dibandingkan pada 2016 yakni 204.549 orang, dan 2015 hanya sebanyak 173.572 orang. Sedangkan pada tahun 2018 meningkat 24.197 orang.

Berdasar data tersebut, diketahui jumlah narapidana khusus terdiri dari 5.110 napi korupsi, lalu 74.037 bandar narkoba, 41.252 napi narkoba pengguna, 441 napi teroris, 165 pencucian uang, dan 890 pelaku penebangan liar atau illegal logging.

Sebagai Menteri, Yasonna juga mendorong lembaga yang dipimpinnya melakukan upaya dari segi akademis untuk mengatasi persoalan narkoba di Indonesia. “Itu sebabnya saya sudah meminta ada penelitian khusus yang kita lakukan tentang itu (narkoba),” kata Yasonna H Laoly.

Yasonna yang memperoleh gelar Ph.D di North Carolina State University, Amerika Serikat pada tahun 1994 dan tercatat sebagai anggota The American Society of Criminology serta anggota The Shoutern Sociological Society ini ingin pengalamannya dalam segi keilmuan dapat berkontribusi bagi masyarakat banyak. Apalagi, selain akademisi, Yasonna memiliki pengalaman sebagai anggota legislatif dan saat ini masih menjabat sebagai menteri.

“Dengan ini saya pasti berbakti dan melakukan tugas-tugas saya sebagai seorang dosen di PTIK. Dengan ilmu pengetahuan dan pengalaman saya di kriminologi, lalu di DPR terlebih di Menteri, yang berurusan juga dengan lapas. Pengalaman ini akan saya gunakan sebagai bahan-bahan kuliah dan ilmu pengetahuan atau mungkin juga di tempat-tempat lain yang mengundang saya sebagai dosen atau tenaga pengajar,” papar Yasonna H Laoly.

Yasonna juga ingin pengalamannya tersebut dapat berkontribusi bagi lembaga penegak hukum ataupun instansi terkait yang memiliki andil dalam penanganan narkotika di Indonesia. “Apakah kita mau melakukan pendekatan hukum atau pendekatan kesehatan,” tutur Yasonna H Laoly.

Menurutnya, jika pendekatannya adalah pendekatan kesehatan maka sudah pasti pemakai yang sudah bertahun-tahun jalan keluarnya hanyalah rehab bukan penjara. Hal inilah yang menurutnya dilakukan oleh negara-negara lain.

“Maka saya menyuruh litbang yang ada di Kementerian kami untuk melakukan penelitian yang lebih komprehensif tentang kejahatan narkotika. Yang dilakukan ini sekarang nanti saya mau tahu hasilnya, datanya yang banyak supaya menjadi bahan kami untuk melakukan analisis,” papar Yasonna H Laoly.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Education Expo 2019 Kembali Digelar

Education Expo digelar di empat kota.

NASIONAL | 24 Juli 2019

Setahun Buron, Tangan Kanan Mantan Bupati Labuhanbatu Ditangkap KPK

Umar merupakan tersangka kasus dugaan suap proyek di lingkungan Pemkab Labuhanbatu yang telah ditetapkan KPK sebagai buronan sejak 24 Juli 2018.

NASIONAL | 25 Juli 2019

Pemerintah Diminta Segera Putuskan Kelanjutan Bandara Adisutjipto

"Jadi memang harus ada ketegasan itu, seperti halnya yang terjadi di Bandung antara Bandara Husein Sastranegara dan Bandara Kertajati," imbuh Tengku.

NASIONAL | 25 Juli 2019

Pandangan Pendiri Jababeka tentang Masa Depan Indonesia

Pendiri Jababeka menggambarkan masa depan Indonesia dalam buku Bringing Civilizations Together: Nusantara di Simpang Jalan.

NASIONAL | 25 Juli 2019

TN Komodo Masih Dibuka untuk Umum

Pulau Komodo masih terbuka untuk umum.

NASIONAL | 25 Juli 2019

Investor India Bangun Pabrik Minyak Goreng di Bengkulu Senilai Rp 4,5 Triliun

Pabrik minyak goreng yang dibangun PT Sudevam ini memiliki kapasitas produksi sebanyak 1.000 ton per hari.

NASIONAL | 25 Juli 2019

Penyebar Video Hoax Surat Suara Tercoblos Dihukum 14 Bulan Penjara

Andi Kusmana dihukum karena memfitnah KPU Medan telah mencoblos surat suara pilpres.

NASIONAL | 24 Juli 2019

Menteri Syafruddin: Generasi Smart ASN Siap Hadapi Era Digitalisasi

Digitalisasi birokrasi akan menciptakan pelayanan masyarakat yang semakin optimal, efisien, dan cepat.

NASIONAL | 24 Juli 2019

Syahrul Yasin Limpo: Pemimpin Tak Boleh Hanya Meladeni Dirinya Sendiri

Pemimpin harus menjadi orang yang berani berkorban untuk orang lain demi terwujud kebaikan bersama.

NASIONAL | 24 Juli 2019

Kasus Sengketa Lahan Mengendap, Kejati Sulsel Diadukan ke Kejagung

Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) diminta untuk memproses jajaran Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan (Sulsel).

NASIONAL | 24 Juli 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS