Pemasok Sabu Nunung Beraksi di Balik Lapas Pakai Modus Tempel
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Pemasok Sabu Nunung Beraksi di Balik Lapas Pakai Modus Tempel

Kamis, 25 Juli 2019 | 14:21 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / WBP

Jakarta, Beritasatu.com -Penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menelusuri jaringan pemasok barang bukti narkotika jenis sabu-sabu yang dikonsumsi Nunung dan suaminya. Terungkap, jaringan itu berada di balik jeruji besi, berkomunikasi menggunakan handphone, dan beraksi dengan modus tempel.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, hasil pengembangan diketahui, Nunung dan suami mendapatkan sabu-sabu dari tersangka Hadi Moheriyanto alias Hery alias Tabu yang sudah ditangkap sebelumnya. Kemudian, Tabu memesan barang haram itu dari seseorang berinisial E yang ternyata berada di dalam Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Bogor, Jawa Barat. "Si E ini napi yang ada di dalam lapas. Si E dimintai tolong oleh tersangka TB untuk mencarikan narkoba jenis sabu. Jadi komunikasinya menggunakan telepon (handphone)," ujar Raden Prabowo Argo Yuwono Kamis (25/7/2019).

Dikatakan Argo, ketika itu tersangka Tabu memesan dua gram sabu kepada E sekitar pukul 22.00 WIB, Kamis (28/7/2019). Tersangka E kemudian berkomunikasi dengan seseorang berinisial IP yang berada dalam satu lapas dengannya. "IP ini di atasnya E. IP juga napi narkotika di lapas. Berdekatan selnya," ungkap Raden Prabowo Argo Yuwono.

Selanjutnya, IP memesan barang haram itu kepada seseorang berinisial Zul yang masih dalam pencarian (DPO). Kemudian, pesanan itu diletakkan seseorang berinisial K (DPO), di tiang listrik dekat sebuah warung di bawah Fly Over Cibinong. "K ini orang di luar lapas. Ya temannya tersangka E. Jadi E ngomong sama K, ini ada orang pesan tolong barang diletakkan di pinggir jalan, di Fly Over Cibinong, nanti ada orang yang ambil," kata Raden Prabowo Argo Yuwono.

Sejurus kemudian, tersangka Tabu mengambil pesanannya itu di tiang listrik, sekitar pukul 09.00 WIB, Jumat (19/7/2019), dan diantar ke rumah Nunung. "Jadi ini melalui beberapa tahap. NN ke TB, TB ke E, kemudian ke IP, dan ke Zul. Zul masih DPO, sekarang sedang kita deteksi," tandas Raden Prabowo Argo Yuwono.

Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengungkapkan, jaringan ini menggunakan modus tempel agar pembeli dan penjual tidak saling bertemu. "Jadi itu meletakkan di suatu tempat. Mereka janjian dulu. E memerintahkan DPO K, kemudian ditentukan titik mana diletakkan barang bukti itu. Fungsinya biar nggak ada pertemuan antara penjual dan pembeli itu yang dihindari mereka," jelas Calvijn Simanjuntak.

Sementara Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Bogor, Tomi Elyus mengatakan, tersangka E mendapatkan handphone dari keluarga yang menjenguk. Telepon genggam itu, disembunyikan di dalam tumpukan gula sehingga tidak terdeteksi masuk ke dalam Lapas. "Itu disembunyikan dalam tumpukan gula. Gulanya dari keluarga," kata Tomi Elyus.

Tomi Elyus mengaku, kesulitan mengawasi aktivitas seluruh warga binaan di lapas. Sebab, jumlah narapidananya over kapasitas hingga tiga kali lipat. "Kita enggak bisa membendung teknologi. Lapas Bogor adalah lapas medium yang sudah over kapasitas. Harusnya menampung 300 narapidana, saat ini ada sekitar 900 narapidana," kata Tomi Elyus.

Sebelumnya, polisi menangkap komedian senior Tri Retno Prayudati alias Nunung dan suaminya July Jan Sambiran, terkait kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu, di kediamannya Jalan Tebet Timur III, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (19/7/2019). Termasuk, pengedarnya bernama Hadi alias Hery alias Tabu.

Penyidik menyita barang bukti diantaranya satu klip sabu seberat 0,63 gram, dua klip kecil bekas bungkus sabu, tiga sedotan plastik untuk menggunakan sabu, satu botol plastik, satu sendok, potongan pecahan pipet kaca, satu korek api, dan empat handphone, ketika menggeledah rumah Nunung.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Pukat Korupsi UGM: Tidak Laporkan LHKPN, Langsung Coret

Lolosnya pendaftar capim KPK tanpa LHKPN, membuktikan pansel belum bisa meyakinkan publik bahwa mereka bekerja dengan kredibilitas dan independensi

NASIONAL | 25 Juli 2019

Menkes: Penjualan Produk Obat Nasional Capai Rp 59,5 Triliun

Nila Moeloek mengatakan, pabrik bahan baku kosmetik dan suplemen kesehatan ini menjadi bagian dari industri bioteknologi di Tanah Air.

NASIONAL | 25 Juli 2019

Menkes: Penjualan Produk Obat Nasional Capai Rp 59,5 Triliun

Astaxanthin merupakan salah satu karotenoid yang memiliki kemampuan alami untuk bertahan melawan efek negatif akibat radikal bebas atau oksigen aktif.

NASIONAL | 25 Juli 2019

Mendagri Sebut PKK Sudah Diakui Secara Internasional

Saat ini hanya perlu mengintegrasikan program dengan isu-isu yang menjadi permasalahan kerentanan keluarga.

NASIONAL | 25 Juli 2019

Paripurna DPR Setujui Amnesti Baiq Nuril

Baiq Nuril berterima kasih kepada Presiden, DPR RI yang terus membela perjuangannya. Baiq Nuril berharap segera pulang ke kampung halamannya.

NASIONAL | 25 Juli 2019

Kemarau Panjang, Empat Waduk di Jateng Kering Kerontang

Eko Yunianto menjelaskan, akibat kemarau, rata-rata keterisian air waduk di Jateng berkurang menjadi 63-73 persen.

NASIONAL | 25 Juli 2019

Terkait Gugatan Perusakan Food Court Pondok Mansyur, Pemkot Medan Kecewakan Pengadilan

"Padahal, pengadilan sudah berulangkali mengingatkan mereka sebagai tergugat," ujar Erintuah Damanik.

NASIONAL | 25 Juli 2019

Kebakaran Gunung Panderman Berhasil Diatasi

"Namun masih ditemukan bara api di beberapa titik yang berpotensi memunculkan api lagi jika tertiup angin kencang. Makanya diperlukan pengawasan,” ujar Choirur.

NASIONAL | 25 Juli 2019

Siloam Hospitals Beri Pelayanan Kesehatan bagi Pegawai Bank Jatim

Ke depan, kerja sama pelayanan kesehatan antara Siloam Hospitals dengan Bank Jatim bisa dikembangkan kepada nasabah.

NASIONAL | 25 Juli 2019

Taspen-Prodia Kerja Sama Layanan Kesehatan untuk ASN

Taspen dan Prodia menjalin kerja sama pelayanan jasa kesehatan bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), pensiunan ASN, karyawan Taspen, dan pensiunan Taspen

NASIONAL | 25 Juli 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS