Pencegahan Akses Rokok Bagi Anak Ditingkatkan
INDEX

BISNIS-27 503.6 (2.5)   |   COMPOSITE 5652.76 (48.27)   |   DBX 1032.04 (3.25)   |   I-GRADE 164.451 (1.87)   |   IDX30 490.95 (3.33)   |   IDX80 128.766 (0.95)   |   IDXBUMN20 358.484 (4.17)   |   IDXG30 133.521 (0.92)   |   IDXHIDIV20 437.723 (3.27)   |   IDXQ30 142.408 (1.41)   |   IDXSMC-COM 239.978 (2.77)   |   IDXSMC-LIQ 292.98 (3.3)   |   IDXV30 120.747 (2.08)   |   INFOBANK15 969.323 (8.87)   |   Investor33 424.184 (2.73)   |   ISSI 165.497 (1.49)   |   JII 607.992 (3.57)   |   JII70 207.954 (1.77)   |   KOMPAS100 1151.81 (10.08)   |   LQ45 901.663 (6.22)   |   MBX 1571.94 (14.64)   |   MNC36 316.426 (2.22)   |   PEFINDO25 300.975 (9.54)   |   SMInfra18 283.853 (1.3)   |   SRI-KEHATI 362.321 (2.15)   |  

Pencegahan Akses Rokok Bagi Anak Ditingkatkan

Senin, 18 November 2019 | 16:22 WIB
Oleh : WBP

Jakarta, Beritasatu.com– PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) menggelar sosialisasi program Pencegahan Akses Pembelian Rokok oleh Anak-Anak (PAPRA) di Jakarta, Senin (18/11/2019). Program yang dilakukan sejak 2013 ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai larangan penjualan rokok terhadap anak-anak di bawah usia 18 tahun.

Implementasi PAPRA yang dilaksanakan melalui kerja sama komunitas toko kelontong masa kini binaan Sampoerna, yaitu Sampoerna Retail Community (SRC), sejalan semangat Peraturan Pemerintah 109/2012, yakni anak-anak tidak boleh memiliki akses terhadap rokok.

Director External Affairs Sampoerna, Elvira Lianita, mengatakan, perokok anak di Indonesia merupakan permasalahan kompleks, dan membutuhkan partisipasi semua pihak, termasuk pemerintah, swasta, masyarakat, pendidik, peritel, dan orangtua. “PAPRA melibatkan peran serta masyarakat untuk mengedukasi bahwa anak tidak boleh memiliki akses terhadap rokok, termasuk mencegah akses penjualan,” kata Elvira di Jakarta, Senin (18/11/2019).

Partisipasi Sampoerna ini dilakukan melalui dua inisiatif, yaitu menempatkan sticker dan wobbler, serta menayangkan video guna mengedukasi para peritel komunitas toko kelontong masa kini binaan Sampoerna agar tidak menjual rokok kepada anak-anak di bawah usia 18 tahun.

Saat diluncurkan di bulan Oktober 2013, hanya sekitar 4.800 toko di area Jabodetabek yang berpartisipasi dalam program ini. Kini, program PAPRA telah menjangkau lebih dari 120.000 toko kelontong masa kini di seluruh Indonesia yang tergabung dalam SRC.

Seiring edukasi terus-menerus secara berkelanjutan dan semakin luasnya jangkauan program PAPRA, Sampoerna berharap kesadaran masyarakat akan larangan penjualan rokok kepada anak-anak juga meningkat. "Harapan kami, program seperti ini juga dilakukan dan didukung oleh semua pihak secara berkesinambungan, melalui peran pemerintah, swasta, masyarakat, pendidik, dan orangtua,” ujar Elvira.

Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan larangan penjualan rokok kepada anak di bawah usia 18 tahun. Untuk menyukseskannya, diperlukan peran aktif berbagai kalangan, bukan hanya perusahaan.

Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian Abdul Rochim menekankan pentingnya sinergi antarpemangku kepentingan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. “Seluruh pemangku kepentingan memiliki peran dan tanggung jawabnya masing-masing dalam menanggulangi isu perokok anak di Indonesia," kata dia.

Dukungan seluruh lapisan masyarakat, baik dari pemerintah, produsen seperti Sampoerna, orangtua, pendidik, masyarakat, dan peritel sangat diperlukan. "Tujuannya, untuk mendukung pencapaian tujuan pemerintah menekan angka perokok anak di Indonesia,” kata Abdul Rochim.

Tri, pemilik toko Trijaya yang juga anggota SRC, mendukung komitmen Sampoerna. "Sebagai salah satu retail binaan, kami dibekali ilmu pengelolaan bisnis dengan cara yang bertanggung jawab. Pengusaha toko kini paham bahwa peritel dilarang menjual produk rokok kepada anak-anak,” kata dia.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bom di Medan Terbuat dari Pupuk Urea

Semuanya ini adalah low eksplosif atau bom yang memiliki daya ledak rendah namun demikian ditambah komponen mematikan saat dirakit.

NASIONAL | 18 November 2019

Ini 20 Identitas Tersangka yang Terlibat Bom Bunuh Diri

Mereka dipastikan adalah jaringan Jamaah Ansharu Daulah (JAD) Sumatera Utara.

NASIONAL | 18 November 2019

Kementerian PAN dan RB Beberkan 9 Upaya Sederhanakan Birokrasi

Mengidentifikasi unit kerja eselon III, IV, dan V yang dapat disederhanakan dan dialihkan jabatan strukturalnya.

NASIONAL | 18 November 2019

Terduga Teroris Sumut Rencanakan Penyerangan di Masjid dan Gereja

Sebelum melancarkan serangan itu, para terduga terorisme melakukan pelatihan di sebuah tempat di Kabupaten Tanah Karo, Sumut.

NASIONAL | 18 November 2019

Tes DNA, Jenazah 3 Terduga Teroris Belum Bisa Diserahkan ke Keluarga

Proses pengembalian jenazah masih menunggu Densus 88 melakukan pemeriksaan DNA.

NASIONAL | 18 November 2019

Tembak Mati Teroris Bukan Melanggar HAM

Kelompok aliran keras yang menebar teror di ibu kota Sumut itu merupakan pelaku pelanggaran HAM berat.

NASIONAL | 18 November 2019

PWI Siapkan Pendidikan Jurnalistik Jarak Jauh

Keseragaman berita yang semakin sering mewarnai pemberitaan media massa online tersebut cenderung membuat penghargaan masyarakat terhadap media berkurang.

NASIONAL | 18 November 2019

APCI Bertekad Kuasai Pasar Cat

APCI mendukung program pemerintah mengenai pemenuhan akan tingkat komponen dalam negeri.

NASIONAL | 18 November 2019

Amir dan Istri Bomber Medan Ikut Latihan Paramiliter

"DA juga bersama suaminya ikut ke dalam jaringan JAD pimpinan Y, melakukan iddad (latihan paramiliter) bersama kelompok JAD Y,” kata Dedi Prasetyo.

NASIONAL | 18 November 2019

Kelompok Teroris Sumut Diduga Memulai Gerakannya Sejak 2015

Di lokasi tambak udang, kelompok terduga terorisme itu diduga merakit bom bunuh diri yang digunakan Rabbial melakukan aksi bunuh diri di Mapolrestabes Medan.

NASIONAL | 18 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS