KPK Cecar Anak Menkumham soal Proyek di Medan
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

KPK Cecar Anak Menkumham soal Proyek di Medan

Senin, 18 November 2019 | 16:55 WIB
Oleh : Fana Suparman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung memeriksa Direktur PT Kani Jaya Sentosa Yamitema T. Laoly, Senin (18/11/2019). Anak dari Menkumham Yasonna H Laoly itu diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap terkait dengan proyek dan jabatan di lingkungan pemerintahan Kota Medan tahun anggaran 2019 yang menjerat Wali Kota nonaktif Medan, Tengku Dzulmi Eldin. Keterangan Yamitema dibutuhkan penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan Kadis PUPR nonaktif Kota Medan Isa Ansyari yang juga menyandang status tersangka kasus ini.

Dalam pemeriksaan ini, tim penyidik mencecar Yamitema mengenai proyek-proyek di Dinas PUPR Medan yang digarap perusahaannya. "Saksi Yamitema Laoly diklarifikasi terkait dengan proyek di Dinas PUPR Kota Medan yang pernah dikerjakan oleh perusahaannya," kata Jubir KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (18/11/2019).

Selain Yamitema, dalam mengusut kasus ini, tim penyidik juga memeriksa 14 saksi di Kantor Perwakilan BPKP Sumatera Utara. Para saksi itu, yakni M Husni selaku Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan; Renwaard Parapat selaku Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Medan; Zulkarnain selaku Kadis Dukcapil Kota Medan; dan Suryadi Panjaitan selaku Direktur RSUD Dr Pringadi. Kemudian, Hasan Basri selaku mantan Kadisdik Kota Medan; Bob Harmansyah Lubis selaku Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Medan; Emilia Lubis selaku Kadis Ketahanan Pangan Kota Medan; serta Ikhsar Risyad Marbun selaku Kadis Pertanian dan Perikanan Kota Medan.

Selain itu, terdapat nama Benny Iskandar selaku Kadis PUPR Kota Medan; Suherman selaku Kadis Badan Pengelola Pajak Dan Retribusi Daerah Kota Medan; Izwar Kadishub Kota Medan; Edwin Effendi Kadinkes Kota Medan; Rusdi Simoraya selaku Direktur PD Pasar Kota Medan; dan Agus Suriyono. Febri mengatakan, 14 saksi tersebut memenuhi panggilan penyidik. Dalam pemeriksaan ini, tim penyidik mencecar para saksi mengenai setoran kepada Tengku Dzulmi Eldin "Pada 14 orang saksi tersebut didalami terkait dengan setoran yang diduga diberikan pada Wali Kota Medan, baik terkait jumlah ataupun sumber uang dan alasan pemberian. Apakah atas permintaan atau tidak," kata Febri Diansyah.

Febri menyatakan terdapat sejumlah saksi yang dijadwalkan diperiksa tim penyidik di Kantor Perwakilan BPKP Sumatera Utara besok. KPK mengingatkan para saksi memenuhi panggilan penyidik. "Kami imbau agar para saksi yang telah diagendakan agar dapat hadir dan memberikan keterangan dengan jujur. Sikap koperatif akan dihargai secara hukum," kata Febri Diansyah.

Yamitema terlihat keluar ruang pemeriksaan sekitar pukul 15.27 WIB. Kepada awak media, Yamitema mengaku dicecar penyidik mengenai proyek-proyek yang digarap perusahaannya. "Macam-macam bisnis apa, kerja apa begitu saja," kata Yamitema usai diperiksa.

Yamitema juga mengaku dicecar penyidik mengenai hubungannya dengan Dzulmi Eldin dan Isa Ansyari. Yamitema mengaku mengenal kedua tersangka tersebut. "Pak Isa kenal. Baru kenal, sama Walkot (Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin) kenal," kata Yamitema.

Namun, Yamitema membantah pernah menggarap proyek-proyek di lingkungan Dinas PUPR Medan. Yamitema mengklaim tidak pernah mengikuti lelang maupun dimintai uang oleh Isa untuk memuluskan proyek. "Nggak ada. Nggak ada sama sekali," kata Yamitema.

Diketahui, KPK menetapkan Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin sebagai tersangka. Selain Dzulmi, KPK juga menjerat dua orang lainnya, yakni Kepala Dinas PUPR Kota Medan Isa Ansyari, dan Syamsul Fitri Siregar selaku Kepala Bagian Protokoler Pemkot Medan. KPK menduga, Isa menyetorkan uang tunai sebesar Rp 20 juta setiap bulan pada periode Maret-Juni 2019 kepada Dzulmi. Kemudian pada 18 September 2019, Isa juga memberikan uang senilai Rp50 juta kepada Dzulmi. Tak hanya itu, Isa juga mengirim Rp 200 juta ke Dzulmi atas permintaan melalui protokoler untuk keperluan pribadi Wali Kota. Uang suap itu untuk memperpanjang perjalanan dinas Dzulmi bersama keluarganya di Jepang.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Aceh Barat Dilanda Banjir

Ketinggian genangan air di sebagian wilayah Aceh Barat berkisar antara 30-80 sentimeter.

NASIONAL | 18 November 2019

Pingsan di Udara, Pilot Batik Air Diduga Serangan Jantung

Pilot Batik Air Kapten Djarot Harnanto pingsan saat mengemudikan pesawat.

NASIONAL | 18 November 2019

Presdir AP II Tegaskan Tak Pernah Arahkan Pemenang Proyek BHS

Awaluddin juga mengaku mengenal sosok Darman. Namun, Awaluddin menyatakan hanya bertemu dengan Darman di forum BUMN dan tidak pernah membahas soal proyek.

NASIONAL | 18 November 2019

Pencegahan Akses Rokok Bagi Anak Ditingkatkan

Saat diluncurkan di bulan Oktober 2013, hanya sekitar 4.800 toko di area Jabodetabek yang berpartisipasi dalam program ini.

NASIONAL | 18 November 2019

Bom di Medan Terbuat dari Pupuk Urea

Semuanya ini adalah low eksplosif atau bom yang memiliki daya ledak rendah namun demikian ditambah komponen mematikan saat dirakit.

NASIONAL | 18 November 2019

Ini 20 Identitas Tersangka yang Terlibat Bom Bunuh Diri

Mereka dipastikan adalah jaringan Jamaah Ansharu Daulah (JAD) Sumatera Utara.

NASIONAL | 18 November 2019

Kementerian PAN dan RB Beberkan 9 Upaya Sederhanakan Birokrasi

Mengidentifikasi unit kerja eselon III, IV, dan V yang dapat disederhanakan dan dialihkan jabatan strukturalnya.

NASIONAL | 18 November 2019

Terduga Teroris Sumut Rencanakan Penyerangan di Masjid dan Gereja

Sebelum melancarkan serangan itu, para terduga terorisme melakukan pelatihan di sebuah tempat di Kabupaten Tanah Karo, Sumut.

NASIONAL | 18 November 2019

Tes DNA, Jenazah 3 Terduga Teroris Belum Bisa Diserahkan ke Keluarga

Proses pengembalian jenazah masih menunggu Densus 88 melakukan pemeriksaan DNA.

NASIONAL | 18 November 2019

Tembak Mati Teroris Bukan Melanggar HAM

Kelompok aliran keras yang menebar teror di ibu kota Sumut itu merupakan pelaku pelanggaran HAM berat.

NASIONAL | 18 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS