Ganjar Bangga 3.000 Pelajar di Semarang Demo Antikorupsi
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Ganjar Bangga 3.000 Pelajar di Semarang Demo Antikorupsi

Minggu, 8 Desember 2019 | 10:20 WIB
Oleh : Stefi Thenu / WBP

Semarang, Beritasatu.com - Sebanyak 3.000 pelajar dari berbagai sekolah di Jawa Tengah (Jateng) menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Gubernur Jateng, Jl Pahlawan Kota Semarang, Minggu (8/12/2019). Aksi itu digelar dalam rangka peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2019.

Sambil berjalan menuju kantor Gubernur, para pelajar meneriakkan yel-yel antikorupsi dan mengangkat poster dengan kalimat unik khas milenial seperti 'Jangan Makan Uangku, Makan Saja Mantanku', 'Cukup Atiku Sing Ambyar, Negoroku Ojo', 'Mending Ketemu Tikus Tanah, Dibanding Tikus Berdasi', dan lainnya.

Sesampainya di depan kantor Gubernur, ribuan pelajar itu langsung satu komando dan menggelar aksi. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang mengenakan kaos putih bertuliskan 'Mboten Korupsi, Mboten Ngapusi' dan berikat kepala merah putih, langsung naik panggung memimpin aksi. "Tadi malam saya mendapat kabar, ada ribuan pelajar yang mau demo melawan korupsi. Saya minta para orator, ayo langsung ke atas panggung," kata Ganjar Pranowo.

Satu per satu perwakilan pelajar berorasi dengan lantang. Mereka memompa semangat generasi muda untuk melawan segala bentuk praktik korupsi yang telah menyengsarakan rakyat.

"Kita sebagai generasi muda, mari kita berikhtiar mewujudkan Indonesia dan Jawa Tengah bebas korupsi. Walaupun masih muda, tapi jiwa dan semangat kita membara," kata Intan Latifah, salah satu orator dari SMAN 1 Purwanegara Banjarnegara.

"Kalau PNS jadi koruptor, nggak usah ngantor, tapi langsung didor. Koruptor harus dihukum mati," timpal M Aji Kurniawan, orator dari SMK Negeri Jateng di Pati.

Tak hanya memimpin aksi demo, Ganjar juga mengajak ribuan pelajar itu menempel stiker antikorupsi di sejumlah mobil dinas Pemprov Jateng. Stiker bertuliskan 'Nek Aku Korupsi, Ora Slamet' itu ditempel di mobil-mobil pelat merah Pemprov Jateng.

Demo di tengah Car Free Day itu semakin meriah dengan instalasi mosaik. Ribuan kertas warna warni ditempelkan para pelajar dan warga pada sembilan panel.

Sebelumnya mereka menuliskan harapan, doa, kritik, dan dukungan untuk pemberantasan korupsi. Sembilan panel itu kemudian digabung membentuk gambar tikus dicoret.

"Saya senang dan bangga pada pelajar yang hebat-hebat ini, mereka menegaskan diri untuk siap menjadi agen antikorupsi. Sejak dini kami ajak mereka untuk terlibat, merasakan, mengkritik bahkan mencaci terhadap hal-hal berbau korupsi," kata Ganjar Pranowo.

Menurut Ganjar, aksi demonstrasi yang digelar oleh para pelajar itu merupakan hal yang luar biasa. Mereka berani untuk menyerukan perlawanan terhadap praktik korupsi demi masa depan bangsa.

"Tadi keren, ini merupakan ungkapan kejengkelan dari mereka yang mudah-mudahan menjadikan mereka generasi berintegritas," tegas Ganjar Pranowo.

Kepedulian anak muda akan gerakan antikorupsi lanjut Ganjar memang penting diterapkan sejak dini dan mulai dari hal-hal kecil, semisal tidak mencontek, disiplin masuk sekolah, atau tidak berbohong.

"Mereka kelak akan menjadi pemimpin bangsa, semoga ini awal yang bagus untuk menanamkan integritas. Saya minta guru-guru membimbing," tegas Ganjar Pranowo.

Ganjar menegaskan bahwa para pelajar yang hadir dalam acara tersebut telah resmi menjadi agen antikorupsi. Mereka diminta ikut mengawasi seluruh kegiatan di sekolah, seperti pungutan, pembangunan sarana prasarana hingga di lingkungan masing-masing.

"Anak-anak ini akan menjadi agen saya untuk melawan korupsi. Kepala sekolah dan guru harus bertanggungjawab dalam pengelolaan sekolahnya, karena anak-anak ini akan mengawasi. Maka kita harapkan ke depan, akan tumbuh kesadaran jaga sekolahku, jaga puskesmasku, dan semua akan berintegritas," tegas Ganjar Pranowo.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Setelah 3 Bulan Dibongkar Ombudsman, Pencemaran Sungai Cileungsi Masih Berlanjut

Ombudsman menilai DLH Kabupaten Bogor tak bekerja maksimal.

NASIONAL | 8 Desember 2019

52% Anak Indonesia Terpengaruh Iklan Digital dalam Berbelanja

Sebanyak 91 persen anak-anak Indonesia memilih ponsel pintar sebagai perangkat pilihannya.

NASIONAL | 8 Desember 2019

Sektor Pengadaan Barang dan Jasa Paling Rawan Dikorupsi

Korupsi sektor pengadaan barang dan jasa sudah dimulai sejak perencanaan.

NASIONAL | 8 Desember 2019

Gus Yaqut: Banser Harus Solid Satu Komando

Jumlah anggota Banser mencapai 7 juta di seluruh Indonesia.

NASIONAL | 8 Desember 2019

Kempora dan Dilo Gelar Pelatihan Peneliti Data di Yogyakarta

Selama tiga hari anak-anak muda yang berasal dari berbagai disiplin ilmu mempelajari teori data science hingga praktek forecasting.

NASIONAL | 7 Desember 2019

Sawit Berkelanjutan Bantu Kendalikan Perubahan Iklim

Skema sertifikasi pengelolaan sawit lestari ISPO yang kini sedang diperbarui, diharapkan bisa mendukung penguatan pengelolaan sawit di Indonesia.

NASIONAL | 7 Desember 2019

Disinyalir Ada Agenda Papua Merdeka pada Peringatan Hari HAM Sedunia

Persoalan utama di Papua saat ini terkait dengan masala pendidikan dan kesehatan yang belum merata dan stabilitas keamanan.

NASIONAL | 7 Desember 2019

Irjen Fakhrizal Diminta Jadi Pemimpin di Sumatra Barat

Di Sumatra Barat, Irjen Fakhrizal dikenal sebagai "Kapolda Ninik Mamak" yang sangat mengayomi masyarakat.

NASIONAL | 7 Desember 2019

Inovasi Perpusnas Jadi Ikon Peradaban dan Ilmu Pengetahuan

Buku ini juga memuat kisah para founding fathers bangsa Indonesia tentang kecintaan membaca buku.

NASIONAL | 7 Desember 2019

BNPB Harapkan Presiden Segera Keluarkan Inpres Penanggulangan Bencana

BNPB mengharapkan Presiden Joko Widodo segera mengeluarkan Inpres terkait kewajiban kabupaten/kota untuk membuat rencana darurat dalam penanggulangan bencana.

NASIONAL | 7 Desember 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS