Besok, Rekonstruksi Pembunuhan Hakim Jamaluddin Tahap 2 Digelar
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Besok, Rekonstruksi Pembunuhan Hakim Jamaluddin Tahap 2 Digelar

Rabu, 15 Januari 2020 | 21:49 WIB
Oleh : Arnold H Sianturi / WBP

Medan, Beritasatu.com - Rekonstruksi pembunuhan hakim Jamaluddin oleh istrinya, Zuraidah Hanum, bersama dua eksekutor, eksekutor pembunuhan hakim Jamaluddin, Jefri Pratama dan Reza Fahlevi, rencananya kembali digelar, Kamis (16/1/2020).

"Rekonstruksi tahap dua ini merupakan adegan pembunuhan, sehingga ketiga tersangka juga dibawa untuk memperagakan adegan pembunuhan," ujar Kepala Sub Penerangan Masyarakat (Penmas) Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan di Medan, Rabu (15/1/2020).

Nainggolan menjelaskan, saat rekonstruksi pembunuhan pertama dengan agenda rencana pembunuhan, sedikitnya ada lima lokasi sebagai tempat pertemuan. "Untuk rekonstruksi tahap dua dilakukan di kediaman korban di Komplek Perumahan Royal Monaco, kawasan Medan Johor. Rumah korban merupakan lokasi pembunuhan oleh Jefri Pratama, Reza Fahlevi yang didalangi oleh istri Jamaluddin, Zuraidah," kata AKBP MP Nainggolan.

Setelah di kediaman korban, rekonstruksi pembuangan jenazah korban dilakukan di lokasi penemuan di sebuah jurang di Dusun II Namo Bintang, Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut).

"Setelah rekonstruksi ini selesai, maka penyidik tinggal merampungkan berkas acara pemeriksaan (BAP) kasus pembunuhan hakim Jamaluddin. Kita mengupayakan berkas ini secepatnya dilimpahkan ke kejaksaan untuk ditindaklanjuti," jelas AKBP MP Nainggolan.

Adapun rekonstruksi pembunuhan ini diawali dengan Zuraidah Hanum membuka pagar rumah, kemudian pergi dan balik lagi membawa kedua eksekutor ke rumahnya di Jalan Aswad, Komplek Perumahan Royal Monaco, Blok B No 22 Medan Johor. Seperti biasanya, Jamaluddin belum pulang ke rumah di waktu yang disebutkan.

Setelah itu, Zuraidah Hanum menyembunyikan Jefri Pratama dan Reza Fahlevi di lantai 3 rumahnya. Sekitar pukul 20.00 WIB, Zuraidah Hanum naik ke lantai 3 membawakan air mineral. Setelah turun dan masuk kamar tidur, Zuraidah kembali naik mengecek kedua eksekutor, sekitar pukul 21.00 WIB.

Sekitar pukul 22.00 WIB, Jamaluddin pulang ke rumahnya. Setelah membersihkan diri, Jamaluddin kemudian tidur di kamarnya yang berada di lantai 2. Jamaluddin tidur tanpa mengenakan pakaian dan hanya menggunakan sarung. Di tengah mereka, ada anak mereka yang sudah tertidur bernama Kanza (7).

Pada Jumat (29/11/2019) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, Zuraidah naik lagi ke lantai 3 rumahnya, memberikan informasi bahwa suaminya sudah tertidur nyenyak. Jefri dan Reza mengikuti langkah Zuraidah menuju kamar tidur.

Reza mengambil kain dari pinggir kasur korban, kemudian berjalan dan berdiri tepat di hadapan kepala Jamaluddin dengan kedua tangan sudah memegang kain untuk melakukan pembekapan di bagian hidung dan mulut Jamaluddin.

Sementara itu, Jefri naik ke atas kasur, berdiri tepat di atas korban dan memegang kedua tangan korban di samping kanan dan kiri badan korban. Zuraida berbaring di samping kiri korban sambil menindih kaki korban dengan kedua kakinya dan menenangkan Kanza yang terbangun untuk tidur kembali pada saat eksekusi berlangsung.

Setelah korban tidak bergerak, Jefri dan Reza mengecek bagian perut apakah ada pergerakan tanda bernapas. Setelah yakin korban sudah meninggal dunia, Zuraida memerintah Jefri dan Reza untuk kembali menunggu di lantai 3. Sekitar pukul 03.00 WIB, Zuraida naik ke lantai 3 memanggil Jefri dan Reza untuk turun ke kamar korban.

Ketiganya kemudian berdiskusi untuk menentukan lokasi pembuangan mayat dan akhirnya disepakati dibuang di Berastagi. Mereka memakaikan baju dan perlengkapan korban. Jefri dan Reza memakaikan baju lengan panjang olahraga PN Medan warna hijau dengan posisi didudukkan, sedangkan Zuraida memakaikan celana panjang hijau olahraga PN Medan. Reza memakaikan kaos kaki korban.

Jefri, Reza, dan Zuraida mengangkat mayat korban turun ke lantai 1 dan memasukkan ke dalam mobil korban Toyota Land Cruiser Prado BK 77 HD melewati pintu kanan belakang dengan posisi berbaring di kursi baris kedua dengan kepala di sebelah kanan. Kemudian, Jefri menyetir mobil korban dan Reza duduk di sebelah kiri depan sementara Zuraida membuka dan menutup pintu garasi.

Adapun rute jalan yang dilalui setelah keluar dari rumah korban dengan belok ke kanan menuju Jalan Aswad, dan belok kiri menuju Jalan Eka Warni, belok ke kanan menuju Jalan Karya Wisata, belok ke kiri menuju Jalan AH Nasution Medan, Fly Over Jalan Jamin Ginting dan menuju Jalan Ngumban Surbakti Medan.

Mereka kemudian mengambil belokan ke kiri melintasi Simpang Pemda dan menuju Jalan Setiabudi, Jalan Stella Raya Medan. Mereka sempat berhenti, Reza turun mengambil sepeda motor Honda Vario hitam BK 5898 AET, yang sudah disiapkan dan membuntuti kendaraan yang dikemudikan Jefri Pratama. Mereka meluncur menuju arah Berastagi, Kabupaten Tanah Karo.

Kali ini, Reza yang mengendarai sepeda motor berada di depan mobil selama berkendara. Selama perjalanan, Reza melihat ada jurang. Jefri kemudian menghentikan mobil. Mereka kemudian membuang mobil korban dalam kondisi menyala. Mobil Land Cruiser Prado BK 77 HD berjalan secara automatis masuk ke dalam jurang kebun sawit.

Jefri langsung naik ke sepeda motor Reza, karena ketakutan apabila ada yang melihat kejadian tersebut. Jefri dan Reza langsung bergerak meninggalkan lokasi tanpa melihat bagaimana kondisi mobil korban. Sore hari sekitar pukul 16.00 WIB, warga menemukan mobil di jurang. Saat itu, warga sedang menuju lokasi kebun sawit. Temuan itu dilaporkan kepada warga lain, kepala desa dan polisi. Belakangan diketahui, mayat di dalam mobil adalah hakim merangkap Humas PN Medan, Jamaluddin.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pasca Hujan Angin, Rest Area KM 166 Kembali Kondusif

Hingga kini memang masih dilakukan perbaikan minor di beberapa sektor yang terkena dampak tiupan angin.

NASIONAL | 15 Januari 2020

Salju di Puncak Jaya Tinggal 1%

Pemanasan Global, Salju di Puncak Jaya Tinggal 1%

NASIONAL | 15 Januari 2020

KPK Tak Tahu Asal Usul Sprinlidik yang Ditunjukkan Masinton

Tim yang diterjunkan KPK ke lapangan mengantongi surat perintah.

NASIONAL | 15 Januari 2020

Tim Hukum PDIP Kupas Dugaan Penyalahgunaan Wewenang oleh Oknum KPK

Salah satu pimpinan KPK saat itu, Saut Situmorang telah menyatakan mundur dari lembaga antirasuah itu pada 13 September 2019.

NASIONAL | 15 Januari 2020

Erick Thohir Pastikan Likuiditas Asabri Aman

Asabri diduga melakukan investasi pada saham-saham gorengan.

NASIONAL | 15 Januari 2020

PDIP Tak Ajukan PAW ke KPU, tetapi Pengajuan Penetapan Calon Terpilih

PDIP tak pernah mengajukan PAW terhadap Riezky Aprillia dengan calon Harun Masiku, yang benar adalah pengajuan penetapan calon terpilih.

NASIONAL | 15 Januari 2020

Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut Raih Sertifikasi ISO

Sertifikasi ini menandakan Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut sudah melakukan perbaikan terkait aspek pelayanan maupun dokumentasi.

NASIONAL | 15 Januari 2020

Diadili DKPP, Wahyu Setiawan Akui Sulit Tolak Permintaan Kader PDIP

Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengakui dalam posisi sulit menanggapi permintaan PDIP untuk memperjuangkan nama Harun Masiku untuk ditetapkan PAW anggota DPR.

NASIONAL | 15 Januari 2020

YLBHI Catat 169 Kasus Pelanggaran Fair Trial di 2019

Polisi merupakan aktor pelaku paling banyak dalam pelanggaran fair trial.

NASIONAL | 15 Januari 2020

KPU Akui KPK Sita Surat dari PDIP Terkait Pengajuan PAW Harun

Semua surat yang berkaitan dengan PAW Harun Masiku diminta penyidik KPK.

NASIONAL | 15 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS