Kasus Suap PAW, KPK Periksa Pengacara PDIP
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Kasus Suap PAW, KPK Periksa Pengacara PDIP

Selasa, 21 Januari 2020 | 11:48 WIB
Oleh : Fana Suparman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan memeriksa kader PDIP Donny Tri Istiqomah, Selasa (21/1/2020). Donny bakal diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap terhadap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan terkait proses pergantian antarwaktu (PAW) caleg PDIP, Harun Masiku. Pemeriksaan terhadap Donny dilakukan tim penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Saeful Bahri, kader PDIP yang juga mantan caleg PDIP untuk DPR dari dapil Riau II.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SAE (Saeful)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Selasa (21/1/2020).

Tim Hukum PDIP Sambangi Kantor KPU

Donny merupakan salah satu pihak yang ikut terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Rabu (8/1/2020) lalu. Namun, KPK melepaskan Donny dan saat ini masih berstatus sebagai saksi. Dalam konstruksi perkara yang dipaparkan KPK, Donny yang juga seorang advokat merupakan pihak yang disuruh oleh pengurus DPP PDIP untuk mengajukan gugatan uji materi Pasal 54 Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2019 Tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara. Pengajuan gugatan materi ini terkait dengan meninggalnya caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas pada Maret 2019.

Setelah ke KPU dan Dewas KPK, Tim Hukum PDIP Konsultasi ke Dewan Pers

Nama Donny tercantum sebagai kuasa hukum PDIP dalam gugatan tersebut. Selain itu, Donny bersama Saeful juga berperan sebagai perantara suap kepada Wahyu melalui mantan anggota Bawaslu yang juga mantan caleg PDIP, Agustiani Tio Fridelina.

Pada pertengahan Desember 2019, seorang sumber yang masih didalami penyidik KPK memberikan uang Rp 400 juta yang ditujukan pada Wahyu melalui Agustiani, Doni dan Saeful. Dari jumlah itu, Wahyu menerima uang sebesar Rp 200 juta dari Agustiani di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan. Selanjutnya, pada akhir Desember 2019, Harun memberikan uang kepada Saeful sebesar Rp 850 juta melalui salah seorang staf di DPP PDIP. Saeful kemudian memberikan Rp 150 juta kepada Donny. Sementara sisanya, sebanyak Rp 700 juta yang masih berada di tangan Saeful dibagi menjadi Rp 450 juta untuk Agustiani dan Rp 250 juta untuk operasional.

Selain Donny, tim penyidik juga akan memeriksa staf Komisi Pemilihan Umum (KPU) Retno Wahyudiarti, asisten Wahyu bernama Rahmat Setiawan Tonidaya serta pihak swasta bernama Moh Ilham Yulianto. "Mereka juga akan diperiksa sebagai saksi untuk SAE," kata Ali Fikri.

Diketahui, KPK menetapkan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan; caleg PDIP, Harun Masiku; mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina dan seorang swasta bernama Saeful sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait PAW anggota DPR. Wahyu dan Agustiani diduga menerima suap dari Harun dan Saeful dengan total sekitar Rp 900 juta. Suap itu diduga diberikan kepada Wahyu agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia. Tiga dari empat tersangka kasus ini telah mendekam di sel tahanan. Sementara, tersangka Harun Masiku masih buron hingga kini.

Ditjen Imigrasi menyebut Harun telah meninggalkan Indonesia menuju Singapura menggunakan pesawat dari Bandara Soekarno-Hatta pada 6 Januari 2020 atau dua hari sebelum KPK melancarkan OTT yang membekuk Wahyu dan sejumlah pihak lain pada Rabu (8/1/2020). Namun, terdapat informasi yang menyebut harun telah kembali ke Indonesia pada Selasa (7/1/2020).



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kasus Imam Nahrawi, KPK Periksa Tono Suratman

Tono sebelumnya juga sempat diperiksa pada Februari 2019.

NASIONAL | 21 Januari 2020

Haerul, Montir Pembuat Pesawat dari Mesin Motor Ninja Kebanjiran Apresiasi

Kendati tidak tamat SD, Haerul yang berprofesi sebagai montir terus berusaha mewujudkan impiannya untuk membuat dan menerbangkan pesawat.

NASIONAL | 21 Januari 2020

Eks Kadinkes Tangsel Disebut Terima Setoran Terkait Proyek Pengadaan

Eks Kadinkes Tangsel, Dadang yang juga dihadirkan sebagai saksi membenarkan adanya jatah 4 persen dan pengambilan uang oleh anak buahnya itu.

NASIONAL | 21 Januari 2020

Ngabalin dan Rokhmin Dahuri Masuk 13 Tokoh Penasihat Menteri KKP

Pengangkatan penasihat menteri dan komisi pemangku kepentingan dilakukan agar langkah KKP membangun sektor kelautan dan perikanan tidak salah arah.

NASIONAL | 21 Januari 2020

Tim Gabungan Operasi Udara Cari Kapal Panji Saputra

TNI AL turut mengerahkan pesawat CN 235 TNI AL dari Koarmada III Sorong yang target utama pencarian seputar wilayah tenggara Pulau Ambon.

NASIONAL | 21 Januari 2020

Billy Mambrasar Menginspirasi Komunitas Earth Hour di Yogyakarta

Generasi muda Indonesia ke depan harus lebih mawas dan ikut berkontribusi dalam peningkatan angka target indikator SDGs.

NASIONAL | 20 Januari 2020

Harun Masiku Ditetapkan Jadi DPO KPK

Firli kembali mengimbau Harun untuk menyerahkan diri.

NASIONAL | 20 Januari 2020

PKB Rekomendasikan Machfud Arifin di Pilwalkot Surabaya

Musyafak Rouf membenarkan, pihaknya menyerahkan kepada Bacawali Surabaya untuk memilih bakal calon wakilnya sendiri.

NASIONAL | 20 Januari 2020

Jokowi Siapkan Puncak Waringin Jadi Creative Hub

Menurut Presiden Jokowi melalui creative hub nantinya para pengusaha UMKM akan diberikan sejumlah pelatihan.

NASIONAL | 20 Januari 2020

Matakin Akan Selenggarakan Puncak Perayaan Imlek Nasional

Peringatan Imlek Nasional ini rencananya dihadiri Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma'ruf Amin, serta sejumlah menteri.

NASIONAL | 20 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS