Tes AJT Bantu Siswa Gali Potensi Bakat dan Minat
INDEX

BISNIS-27 503.107 (8.47)   |   COMPOSITE 5679.25 (80.67)   |   DBX 1039.52 (14.71)   |   I-GRADE 166.189 (3.47)   |   IDX30 492.322 (9.09)   |   IDX80 129.082 (2.66)   |   IDXBUMN20 363.759 (7.86)   |   IDXG30 133.243 (2.59)   |   IDXHIDIV20 440.08 (10.13)   |   IDXQ30 143.762 (2.86)   |   IDXSMC-COM 242.127 (2.51)   |   IDXSMC-LIQ 293.644 (5.57)   |   IDXV30 123.61 (3.35)   |   INFOBANK15 979.67 (10.23)   |   Investor33 423.592 (6.88)   |   ISSI 165.745 (2.98)   |   JII 604.859 (14.26)   |   JII70 207.745 (4.44)   |   KOMPAS100 1155.02 (20.8)   |   LQ45 903.46 (17.32)   |   MBX 1578.72 (22.44)   |   MNC36 316.411 (5.51)   |   PEFINDO25 310.113 (3.58)   |   SMInfra18 286.549 (5.46)   |   SRI-KEHATI 362.507 (5.51)   |  

Tes AJT Bantu Siswa Gali Potensi Bakat dan Minat

Rabu, 5 Februari 2020 | 20:48 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - PT Melintas Cakrawala Indonesia merilis alat tes bakat dan minat AJT yang mengedepankan teori kepribadian andal dan kecerdasan mutakhir. Dengan alat ini, siswa di Indonesia dapat mengetahui pilihan jurusan maupun bidang studi dengan lebih baik.

"Tes bakat minat merupakan rangkaian tes dan analisis yang menggambarkan kemampuan kognitif, karakteristik minat serta kepribadian siswa terhadap suatu bidang atau jurusan tertentu," kata CEO PT Melintas Cakrawala Indonesia, Ari Kunwidodo di sela peluncuran alat tes bakat minat AJT di Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Dia mengatakan, tes bakat dan minat ini penting mengingat hasil penelitian Indonesia Career Center Network (ICCN) tahun 2017 menunjukkan bahwa sebanyak 87 persen mahasiswa di Indonesia mengakui jurusan yang diambil tidak sesuai dengan minatnya. Hal ini membuat mereka kesulitan menyelesaikan pendidikannya secara tepat waktu.

Ari Kunwidodo mengungkapkan, tes bakat dan minat untuk mengetahui pilihan bidang studi atau jurusan bagi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang akan melanjutkan pendidikannya ke Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sederajat, maupun siswa SMA yang akan melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi, sesuai minat dan potensi yang dimilikinya. "Siswa yang tahu dan sadar akan minat dan potensi kognitifnya, akan lebih percaya diri dan terhindar dari situasi salah jurusan," kata Ari Kunwidodo.

Tes ini juga dapat melihat dinamika kepribadian, kegemaran atau hal-hal yang menarik perhatian siswa. Lebih detil pada tes bakat, siswa diuji inteligensi untuk memberikan gambaran umum tentang kapasitas kemampuan kognitifnya. Aspek yang diukur umumnya seperti kemampuan verbal, logika berpikir dan daya ingat.

Sedangkan pada tes minat, siswa diukur kecenderungan atau minat individu terhadap bidang studi atau jurusan tertentu. Beberapa teori menuliskan bahwa minat seseorang merupakan cerminan dibanding gambaran kepribadian orang tersebut.

Chief Technolgy Officer (CTO) dan Direktur Research & Development PT Melintas Cakrawala Indonesia, Abi Jabar mengatakan, alat pengukuran tes bakat minat AJT menggunakan gabungan dua alat tes yaitu AJT CogTest dan AJT CiTest. AJT CogTest adalah alat tes yang mengukur kemampuan kognitif pertama di Indonesia yang didasarkan pada teori kecerdasan mutakhir, yaitu Cattell-Horn-Carroll (CHC Theory), dan telah dinormakan untuk siswa usia 5-18 tahun.

AJT CogTest adalah hasil penelitian yang dilakukan bersama oleh Yayasan Dharma Bermakna, Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada dan PT Melintas Cakrawala Indonesia dengan supervisi langsung oleh penemu teori Cattell-Horn-Carroll yaitu Kevin McGrew dari AS antara tahun 2013 – 2018. "Kevin McGrew mangakui AJT CogTest sebagai salah satu alat tes kemampuan kognitif yang paling komprehensif di dunia," kata Abi Jabar.

Sedangkan AJT Citest adalah alat tes yang mengukur minat sekaligus kepribadian anak yang didasarkan teori RIASEC dari John Lewis Holland. Tes ini menekankan pada kecocokan antara tipologi kepribadian dengan lingkungan yang ideal untuk perkembangannya. Dengan kata lain, seseorang akan memilih apa yang ia minati sesuai dengan karakteristik kepribadiannya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Delapan Pembobol Rekening Wartawan Terancam 20 Tahun Penjara

Delapan pembobol rekening wartawan senior Ilham Bintang terancam hukuman 20 tahun penjara.

NASIONAL | 5 Februari 2020

WNI Positif Virus Korona di Singapura, Pemerintah Belum Ambil Sikap

Fadjroel menyatakan kondisi WNI yang bekerja sebagai asisten rumah tangga itu tengah dibahas oleh pihak terkait.

NASIONAL | 5 Februari 2020

Dukung Usulan PD dan PKS, Fadli Zon: Kenapa Takut Pakai Pansus Jiwasraya?

Secara fraksi, Gerindra sudah ikut di dalam Panja Jiwasraya. Namun secara pribadi, Fadli Zon berpendapat lebih efisien menggunakan Pansus dibanding Panja.

NASIONAL | 5 Februari 2020

PGRI Desak MPR Turut Perjuangkan Nasib Guru Honorer

PGRI mendorong dan memperjuangkan agar dilakukan revisi Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN) secara meluas terkait tenaga honorer.

NASIONAL | 5 Februari 2020

Presiden Singapura Disambut Sultan di Keraton Yogyakarta

Presiden Singapura tidak akan mengeluarkan pernyataan saat berada di Keraton, namun akan memberikan pidatonya saat berada di UGM.

NASIONAL | 5 Februari 2020

Tak Dilibatkan Susun Omnibus Law, KSPSI Akan Demo ke DPR

Aksi pada 12 Februari mendatang akan diikuti sekitar 20.000 buruh dari Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.

NASIONAL | 5 Februari 2020

Jokowi Yakin Omnibus Law Bisa Percepat Membuat Kebijakan

Untuk merespons perubahan dunia yang sangat cepat, harus diikuti dengan adanya regulasi yang mendukung pengambilan keputusan atau kebijakan yang cepat pula.

NASIONAL | 5 Februari 2020

Pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Terancam Molor Lagi

Hal ini lantaran Baleg DPR menyatakan RUU PKS bukan salah satu RUU yang dilungsurkan atau carry over dari DPR periode 2014-2019.

NASIONAL | 5 Februari 2020

Rencana Pemulangan 600 WNI Eks ISIS Harus Dikaji Mendalam

Pengambilan keputusan pemulangan WNI eks ISIS nantinya harus dilakukan langsung oleh Presiden Jokowi.

NASIONAL | 5 Februari 2020

Dilantik Jadi Kepala BPIP, Yudian Diminta Bumikan Pancasila kepada Kaum Milenial

Presiden Jokowi mengharapkan Yudian mampu lebih cepat lagi membumikan Pancasila dengan merangkul 129 juta anak-anak muda di bawah 39 tahun atau kaum milenial.

NASIONAL | 5 Februari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS