Belum Juga Dibekuk, Harun Masiku Kini Diburu Polisi se-Indonesia
INDEX

BISNIS-27 426.538 (7.46)   |   COMPOSITE 4842.76 (69.8)   |   DBX 923.5 (3.46)   |   I-GRADE 127.867 (2.29)   |   IDX30 404.318 (7.37)   |   IDX80 105.647 (1.88)   |   IDXBUMN20 263.312 (7.44)   |   IDXG30 113.239 (1.72)   |   IDXHIDIV20 361.834 (6.55)   |   IDXQ30 118.461 (2.16)   |   IDXSMC-COM 206.934 (2.4)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (3.66)   |   IDXV30 99.778 (2.04)   |   INFOBANK15 760.318 (19)   |   Investor33 353.585 (6.67)   |   ISSI 142.238 (1.59)   |   JII 514.346 (5.58)   |   JII70 174.038 (2.42)   |   KOMPAS100 945.162 (17.43)   |   LQ45 740.002 (13.25)   |   MBX 1338.07 (21.42)   |   MNC36 264.409 (4.88)   |   PEFINDO25 251.635 (5.6)   |   SMInfra18 228.656 (3.16)   |   SRI-KEHATI 297.818 (5.94)   |  

Belum Juga Dibekuk, Harun Masiku Kini Diburu Polisi se-Indonesia

Kamis, 6 Februari 2020 | 19:19 WIB
Oleh : Fana Suparman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan aparat kepolisian hingga kini belum juga berhasil membekuk caleg PDIP Harun Masiku. Sudah hampir sebulan perburuan terhadap buronan kasus suap proses pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR itu tak kunjung membuahkan hasil. Saat ini, Polri telah mengerahkan aparatnya di seluruh Indonesia untuk memburu tersangka penyuap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan tersebut.

KPK mengapresiasi instruksi Kapolri, Idham Azis kepada seluruh jajaran polda dan polres di Tanah Air untuk memburu Harun Masiku. Lembaga Antikorupsi mengaku sangat terbantu dengan bantuan polisi tersebut. “Atas dikirimnya beberapa informasi DPO (daftar pencarian orang), terkait dengan tersangka HAR (Harun Masiku) ke beberapa Polda dan Polres seluruh Indonesia, tentu KPK sangat berterimakasih dan mengapresiasi kepada bapak Kapolri yang telah sepenuhnya akan membantu KPK di dalam pencarian terhadap tersangka HAR ini,” kata Ali Fikri, Kamis (6/2/2020).

Informasi DPO Harun Masiku Disebar hingga Polres

Ali meyakini dengan bantuan dari aparat kepolisian di seluruh Indonesia, perburuan Harun Masiku akan membuahkan hasil. Dengan demikian, Harun dapat dibekuk dan mempertanggungjawabkan secara hukum perbuatannya menyuap Wahyu. "Mudah-mudahan upaya dan usaha kita bersama antara KPK dan Polri kedepan bisa membuahkan hasil, sehingga bisa menangkap tersangka HAR dan dibawa ke KPK, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Ali Fikri.

Kejar Harun Masiku, Polisi Tak Pasang Batas Waktu

Diberitakan, KPK menetapkan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan; caleg PDIP, Harun Masiku; mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina dan seorang swasta bernama Saeful sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait PAW anggota DPR. Wahyu dan Agustiani diduga menerima suap dari Harun dan Saeful dengan total sekitar Rp 900 juta. Suap itu diduga diberikan kepada Wahyu agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia. Tiga dari empat tersangka kasus ini telah mendekam di sel tahanan. Sementara, tersangka Harun Masiku masih buron hingga kini.

Sejak KPK menangkap Wahyu Setiawan selaku Komisioner KPU dan tujuh orang lainnya dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (8/1/2020), Harun seolah 'hilang ditelan bumi'. Ditjen Imigrasi sempat menyebut calon anggota DPR dari PDIP pada Pileg 2019 melalui daerah pemilihan (dapil) Sumatera Selatan I dengan nomor urut 6 itu terbang ke Singapura pada 6 Januari 2020 atau dua hari sebelum KPK melancarkan OTT dan belum kembali. Pada 16 Januari Menkumham yang juga politikus PDIP, Yasonna H Laoly menyatakan Harun belum kembali ke Indonesia. Padahal, pemberitaan media nasional menyatakan Harun telah kembali ke Indonesia pada 7 Januari 2020 yang dilengkapi dengan rekaman CCTV di Bandara Soekarno-Hatta. Setelah ramai pemberitaan mengenai kembalinya Harun ke Indonesia, belakangan Imigrasi meralat informasi dan menyatakan Harun telah kembali ke Indonesia. Meski dipastikan berada di Indonesia, KPK dan kepolisian hingga kini belum berhasil menangkap Harun Masiku.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Sesmenpora Batal Bersaksi di Sidang Aspri Imam Nahrawi

Selain Gatot, Chandra Bakti yang merupakan pejabat pembuat komitmen (PPK) Kempora juga ditunda kesaksiannya.

NASIONAL | 6 Februari 2020

KSP Jadi Pusat Informasi Penanganan Virus Corona

Moeldoko mengatakan, semua informasi terkait virus corona dari sejumlah kementerian akan dihimpun di KSP.

NASIONAL | 6 Februari 2020

Ketua KPK Sebut Pegang Surat Penarikan Kompol Rossa

Kapolri sudah perintahkan menyebar surat daftar pencarian orang (DPO) atas nama Harun Masiku

NASIONAL | 6 Februari 2020

Pemulangan WNI Eks ISIS Harus Dikaji Komprehensif

Pemerintah sebaiknya terlebih dahulu memastikan secara komprehensif seperti apa rencana dan langkah-langkah pemulangan.

NASIONAL | 6 Februari 2020

Lagi, Aparat Tangkap 2 Simpatisan Kelompok MIT di Pegunungan Poso

Sekarang mereka dalam pemeriksaan.

NASIONAL | 6 Februari 2020

Mensos Ajak Rumah Zakat Berkolaborasi dalam Penyaluran Bantuan

Rumah Zakat menargetkan sebanyak 2.814 Desa Berdaya di 34 provinsi dapat terbangun di tahun 2020.

NASIONAL | 6 Februari 2020

Turis Tiongkok di Bali Diminta Perpanjang Visa

Diperkirakan masih ada ribuan turis asal Tiongkok yang masih berada Bali setelah pemerintah Indonesia menghentikan penerbangan.

NASIONAL | 6 Februari 2020

Dampak Virus Korona, Harga Masker Melambung

Tingginya permintaan masyarakat membuat pihak apotek terkadang kehabisan stok.

NASIONAL | 6 Februari 2020

JB Sumarlin, Menkeu Era Soeharto, Meninggal

JB Sumarlin meninggal di RS St Carolus Jakarta

NASIONAL | 6 Februari 2020

Pemerintah Siapkan Tiga Strategi Penanganan Karhutla

Presiden Jokowi menginginkan penanganan karhutla berjalan cepat dan tepat agar tidak meluas.

NASIONAL | 6 Februari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS