1 Lagi WNI Meninggal di Kapal Tiongkok, DFW Usulkan Moratorium
INDEX

BISNIS-27 426.538 (9.14)   |   COMPOSITE 4842.76 (86.03)   |   DBX 923.5 (4.3)   |   I-GRADE 127.867 (2.68)   |   IDX30 404.318 (9.27)   |   IDX80 105.647 (2.39)   |   IDXBUMN20 263.312 (8.62)   |   IDXG30 113.239 (2.01)   |   IDXHIDIV20 361.834 (7.99)   |   IDXQ30 118.461 (2.52)   |   IDXSMC-COM 206.934 (2.87)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (4.81)   |   IDXV30 99.778 (2.72)   |   INFOBANK15 760.318 (20.93)   |   Investor33 353.585 (8.19)   |   ISSI 142.238 (2.16)   |   JII 514.346 (8.02)   |   JII70 174.038 (3.24)   |   KOMPAS100 945.162 (21.52)   |   LQ45 740.002 (16.7)   |   MBX 1338.07 (26.39)   |   MNC36 264.409 (6.09)   |   PEFINDO25 251.635 (6.23)   |   SMInfra18 228.656 (3.83)   |   SRI-KEHATI 297.818 (7.21)   |  

1 Lagi WNI Meninggal di Kapal Tiongkok, DFW Usulkan Moratorium

Sabtu, 23 Mei 2020 | 12:22 WIB
Oleh : WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Satu lagi anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di kapal ikan berdendera Tiongkok meninggal pada Jumat (22/5/2020). Untuk itu, lembaga Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia mengusulkan moratorium dan evaluasi terhadap kebijakan pengiriman pekerja migran WNI yang bekerja di kapal ikan Tiongkok karena telah mencuat sejumlah kasus.

"Kini saatnya pemerintah Indonesia mengambil sikap tegas melakukan moratorium dan perbaikan tata kelola awak kapal perikanan migran agar tidak ada lagi korban jiwa yang berjatuhan," kata Koordinator Nasional DFW Indonesia, Moh Abdi Suhufan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (23/5/2020).

Menurut dia, pengiriman awak kapal perikanan ke luar negeri ditengarai menjadi ajang bisnis dan praktik perdagangan orang atau kerja paksa bagi pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab di dalam negeri.

Ia mengingatkan seorang awak kapal perikanan asal Indonesia wafat pada 22 Mei 2020 karena ditelantarkan selama dua bulan di Pelabuhan Karachi Pakistan setelah bekerja di kapal ikan berbendera Tiongkok, FV Jin Shung.

Korban bernama Eko Suyanto telah mengalami sakit sejak 19 Maret 2020 dan diturunkan secara sepihak oleh nakhoda Kapal FV Jin Shung dan dititipkan di kapal kecil milik nelayan Pakistan. "Selama dua bulan sejak sakit sampai meninggal, almarhum tidak pernah mendapatkan perawatan medis," kata Abdi

Menurut laporan pengaduan yang diterima Fisher Centre Bitung tanggal 21 Mei 2020, Eko Suyanto sebelumnya bekerja di kapal FV Jin Shung selama 4 bulan yaitu November 2019-Maret 2020.

"Bekerja 4 bulan, dengan gaji US$ 300 per bulan, seharusnya Eko telah menerima gaji akumulasi sebesar US$ 12.000, tapi pada kenyataan belum sepeser pun menerima gaji," kata Koordinator Nasional DFW Indonesia itu.

Atas meninggalnya Eko Suyanto, Abdi menegaskan bahwa PT MTB sebagai perusahaan pengirim harus bertanggung jawab atas kejadian ini. Kementerian Luar Negeri juga perlu memfasilitasi kepulangan jenazah Eko Suyanto ke Indonesia, dan meminta pertanggungjawaban PT MTB untuk memberikan hak-hak almarhum sebagai pekerja sesuai kontrak kerja yang disepakati kedua belah pihak.

Koordinator Program dan Advokasi DFW-Indonesia untuk SAFE Seas Project, Muhammad Arifuddin mendorong pemerintah Indonesia untuk melakukan investigasi dan pengusutan hukum kepada agen yang mengirim Eko Suyanto.

"Dalam catatan kami, sejak Desember 2019-Mei 2020 ada lima orang awak kapal perikanan Indonesia yang terlaporkan meninggal dan dua orang hilang ketika bekerja di kapal berbendera Tiongkok," kata Arifuddin.

Sementara menurut Ketua Dewan Pimpinan Daerah Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI) Sulawesi Utara Anwar Dalewa yang membuat pengaduan di Fisher Centre meminta pihak berwajib di Indonesia untuk membongkar praktik pengiriman awak kapal perikanan migran yang selama ini dilakukan secara ilegal.



Sumber:ANTARA

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Jokowi dan Ibu Negara Ucapkan Selamat Idulfitri

Idulfitri tahun ini dirayakan dengan cara yang berbeda karena adanya pandemi Covid-19.

NASIONAL | 23 Mei 2020

Awasi Dana Bansos, Ketua KPK Dinilai Implementasikan Pencegahan Korupsi

Agar pemberian bansos kepada masyarakat terdampak Covid-19 tepat sasaran dan tidak terjadi penyimpangan.

NASIONAL | 22 Mei 2020

ICW Pertanyakan KPK Limpahkan Kasus THR Pejabat Kemdikbud ke Polisi

KPK tidak menemukan unsur penyelenggara negara yang menjadi kewenangannya

NASIONAL | 22 Mei 2020

Imam Besar Masjid Istiqlal: Salat Id Ibadah Sunah, Jaga Kesehatan Wajib

Jika sudah terinfeksi virus, sulit memastikan apakah tahun berikutnya masih bisa berjumpa dengan bulan Ramadan.

NASIONAL | 23 Mei 2020

Polres Intan Jaya Evakuasi Tenaga Medis Covid-19 yang Ditembak

Salah satu tenaga medis meninggal dunia.

NASIONAL | 23 Mei 2020

Jasa Marga Pastikan Kesiapan Layanan di Tol Trans Jawa

Terdapat empat titik yang berpotensi terjadi antrean di ruas Jalan Tol Surabaya-Gempol.

NASIONAL | 23 Mei 2020

H-1, Penjagaan 17 Titik Perbatasan Surabaya Diperketat

Hasil evaluasi PSBB di perbatasan masih ditemukannya banyak pengendara motor yang berboncengan.

NASIONAL | 23 Mei 2020

Persediaan APD di Yogyakarta Cukup Hingga Juni

Ada banyak bantuan yang masuk dan pengadaan tetap dilakukan.

NASIONAL | 23 Mei 2020

Kasus UNJ, KPK Nilai Boyamin Saiman Sebar Opini Keliru

Boyamin tuduh KPK permalukan diri sendiri karena menangani kasus kecil dan kemudian melimpahkannya ke polisi.

NASIONAL | 23 Mei 2020

PGRI Dorong Guru Lebih Akrab dengan Teknologi

Peran guru tetap tidak akan tergantikan oleh teknologi, terutama dalam menanamkan pendidikan karakter.

NASIONAL | 22 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS