Menteri LHK Prediksi Puncak Karhutla pada Agustus-September

Menteri LHK Prediksi Puncak Karhutla pada Agustus-September

Selasa, 23 Juni 2020 | 14:48 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / WBP

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar memprediksi puncak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akan terjadi pada pekan kedua Agustus hingga pekan pertama September 2020.

“Kita sudah mempelajari, baik perilaku iklim maupun perilaku hotspot, dan waktu-waktu ledakan karhutla yang rata-rata terjadi di Agustus minggu kedua sampai September minggu pertama,” kata Siti Nurbaya Bakar seusai menghadiri rapat terbatas tentang antisipasi kebakaran hutan dan lahan bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (23/6/2020).

Berdasarkan pantauan perilaku hotspot, Siti Nurbaya Bakar melihat terdapat dua fase krisis karhutla di kawasan Riau, sebagian Sumatera bagian Utara dan Aceh. Fase krisis pertama, terjadi di bulan Maret-April dan fase krisis kedua masuk di bulan Juni-Juli hingga puncaknya pada Agustus-September.

Untuk mengatasi dua fase krisis ini, pemerintah melakukan rekayasa hari hujan melalui teknologi modifikasi cuaca berdasarkan analisis Badan Metereologi Klimataologi Geofisika (BMKG). Untuk rekayasa hujan, dapat dilakukan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menggunakan pesawat TNI AU. Pasalnya, BPPT belum mempunyai pesawat sendiri untuk melakukan rekayasa hujan. “Itu sudah kita lakukan, sehingga kita sudah melewati fase krisis pertama di Riau,” ujar Siti Nurbaya Bakar.

Menurut dia, fase krisis pertama penting ditangani karena bersamaan dengan merebaknya pandemi virus corona atau Covid-19 dan Hari Idulfitri 1441 Hijriah. “Makanya itu coba kita atasi, pemerintah berupaya. Bapak Presiden perintahkan jangan ada masalah dari Lebaran dan seterusnya. Oleh karena itu, kita lakukan modifikasi cuaca di beberapa tempat di Sumatera. Ini sudah kita lakukan pada 13-31 Mei. Sehingga Lebaran jangan ada asap,” terang Siti Nurbaya Bakar.

Menurutnya, ada korelasi antara modifikasi hari hujan. Awan direkayasa dan diinduksi sehingga mempunyai banyak uang air kemudian jatuh menjadi hujan. Modifikasi cuaca ini berpengaruh pada lahan gambut. “Membasahi gambut juga kemudian memberikan air untuk embung-embung yang dibangun. Sehingga tidak ada asap-asap,” paparnya.

Modifikasi cuaca juga akan kembali dilakukan di kawasan Kalimantan. Berdasarkan analisis BMKG, hotspot akan terasa ketika masuk musim kemarau sekitar bulan Juli, lalu puncaknya pada Agustus dan September. “Kita akan lakukan di Kalimantan, ini sudah dipersiapkan akan didukung BNBP, BPPT, BMKG, TNI. Nanti di bulan Agustus ke September, kita harus lihat lagi yang Sumatera. Mudah-mudahan ini bisa menjadi solusi yang ada formatnya, dengan sistematis kita persiapkan,” ungkap Siti Nurbaya.

Selain itu, lanjutnya, pemerintah juga meningkatkan pengawasan hutan dan penegakan hukum serta meningkatkan sistem monitoring Polri, seperti yang telah diterapkan di Polda Riau. “Jadi banyak yang secara sistematis sudah dipersiapkan oleh pemerintah,” kata dia.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ini Pesan Mendes Kepada 7.448 Mahasiswa KKN UNP

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar berpesan agar para mahasiswa KKN memahami skala prioritas pembangunan desanya.

NASIONAL | 23 Juni 2020

IPW Desak 3 Jenderal Polisi yang Jabat di Kementerian Pensiun Dini

Undang-undang Kepolisian Nomor 2 Tahun 2002 juga menyebutkan bahwa polisi tidak boleh merangkap jabatan di luar tugas-tugas kepolisian.

NASIONAL | 23 Juni 2020

Disabilitas Tetap Produktif pada Masa New Normal

Selain itu ibadah bersama pun dilakukan melalui aplikasi zoom.

NASIONAL | 23 Juni 2020

Sudah Menjadi UU, MK Tidak Menerima Gugatan Perppu Covid-19

Permohonan gugatan Perppu Covid-19 telah kehilangan objek.

NASIONAL | 23 Juni 2020

Penggugat Yakin MK Putuskan Tidak Menerima Uji Materi Perppu Covid-19

Boyamin sebelumnya mengaku sudah mengantisipasi disahkannya Perppu Covid-19 menjadi UU.

NASIONAL | 23 Juni 2020

Evaluasi PPDB, Ganjar: Pembuat SKD Aspal Diseret ke Ranah Hukum

"Kalau ditemukan, jangan segan untuk langsung mencopot. Karena ini soal integritas," tegas Ganjar.

NASIONAL | 23 Juni 2020

Mahfud MD Klaim Pemerintah Telah Berhasil Kurangi Kebakaran Hutan

Keberhasilan mengatasi kebakaran hutan dan lahan membuat aksi protes dari aktivis lingkungan hidup terhadap pemerintah berkurang.

NASIONAL | 23 Juni 2020

Doni Monardo: Asap Pekat Karhutla Berbahaya bagi Pengidap Covid-19

Asap pekat karhutla bisa menimbulkan ancaman kesehatan bagi masyarakat yang memiliki ISPA, asma, dan mengidap Covid-19.

NASIONAL | 23 Juni 2020

Guru Diminta Utamakan Progres Pembelajaran Anak

Dirjen GTK Kemendikbud Iwan Syahril menghimbau guru untuk mengutamakan progres pembelajaran ketika mengajar di tengah pandemi Covid-19.

NASIONAL | 23 Juni 2020

Interpelasi Gubernur Banten, Fraksi PDIP Berubah Sikap

Perubahan sikap ini terjadi setelah Gubernur Banten Wahidin Halim mengirim surat kepada Ketua DPRD Banten Andra Soni.

NASIONAL | 23 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS