Empat Pesan Jokowi untuk Seluruh Rektor Indonesia
INDEX

BISNIS-27 510.175 (-5.02)   |   COMPOSITE 5783.33 (-34.9)   |   DBX 1064.04 (3.68)   |   I-GRADE 168.858 (-2.05)   |   IDX30 499.932 (-6.56)   |   IDX80 131.904 (-1.36)   |   IDXBUMN20 373.781 (-4.99)   |   IDXG30 136.463 (-1.34)   |   IDXHIDIV20 450.262 (-4.33)   |   IDXQ30 146.101 (-1.65)   |   IDXSMC-COM 248.411 (0.53)   |   IDXSMC-LIQ 303.864 (-0.33)   |   IDXV30 127.988 (-0.8)   |   INFOBANK15 983.467 (-7.16)   |   Investor33 429.105 (-4.78)   |   ISSI 169.797 (-1.13)   |   JII 620.069 (-8.87)   |   JII70 213.196 (-2.12)   |   KOMPAS100 1177.3 (-10.4)   |   LQ45 920.112 (-10.33)   |   MBX 1606.46 (-11.91)   |   MNC36 321.125 (-3.81)   |   PEFINDO25 316.867 (0.32)   |   SMInfra18 295.49 (-3.95)   |   SRI-KEHATI 366.206 (-4.18)   |  

Empat Pesan Jokowi untuk Seluruh Rektor Indonesia

Sabtu, 4 Juli 2020 | 11:54 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pembukaan Forum Rektor Indonesia (FRI) tahun 2020 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Sabtu (4/7/2020).

Dalam acara tersebut, Jokowi menekankan FRI mempunyai peran besar dalam memajukan bangsa dan negara Indonesia sehingga mampu bersaing dengan negara maju lainnya.

Jokowi menitipkan empat pesan kepada seluruh rektor Indonesia yang tergabung dalam FRI. Pertama, Jokowi mengajak FRI jangan hanya menjadi forum komunikasi, tetapi harus dikemas menjadi forum saling peduli dan berbagi, yang mampu membantu pihak tidak mampu. Selain itu, yang punya membantu yang tidak punya.

“Berbagi pengalaman secara daring, berbagi kurikulum dan silabus, berbagi koleksi perpustakaan secara daring, berbagi dosen dan perkuliahan secara daring untuk maju bersama memajukan seluruh mahasiswa di seluruh Indoensia. Ini saya meyakini bisa dilakukan FRI,” kata Jokowi.

Kedua, mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengajak para rektor dan FRI memfasilitasi mahasiswa agar bisa belajar kepada siapa saja. “Sekali lagi bisa belajar kepada siapa saja. Mahasiswa tidak hanya belajar kepada dosen, tapi juga mahasiswa belajar kepada pelaku industri, kepada wirausahawan, kepada praktisi pemerintahan, kepada praktisi hukum dan kepada para pelaku lapangan lainnya,” ujar Jokowi.

Tujuannya agar mahasiswa bisa menangkap perubahan dunia yang dipicu disrupsi dan hyper kompetisi. Ia menambahkan di era disrupsi dan hyper kompetisi seperti sekarang, dunia berubah sangat cepat.

Menurut Jokowi, banyak hal yang belum sempat dibukukan, ternyata sudah mengalami perubahan di lapangan. Banyak karakter yang tidak hanya bisa ditangkap dengan membaca, tapi melalui pengalaman nyata. Hal itu sangat penting untuk memerdekakan mahasiwa agar bisa belajar ke siapa saja

“Ketiga, saya mengajak perguruan tinggi lebih aktif bekerja sama dengan industri, termasuk bekerja sama dengan kawasan industri terdekat. Jika ada kawasan industri terdekat, ajak segera bekerja sama buka fakultas, atau departemen atau program studi yang karakter keilmuannya dekat dengan kawasan industri itu,” terang Jokowi.

Kerja sama dengan indsutri, sambung Jokowi, bukan hanya memberikan pengalaman kerja bagi mahasiswa, tetapi juga perguruan tinggi bisa bekerja sama untuk penelitian dan pengembangan teknologi untuk research and development di dunia industri sekaligus untuk pengembangan ilmu murni.

Keempat, Jokowi menegaskan pendidikan tinggi harus memberikan perhatian besar kepada kesehatan fisik dan kesehatan mental mahasiswa. Selain itu, harus membangun karakter mahasiswa yang hati dan pikirannya merah putih untuk Indonesia, berakhlak mulia, bermental baja, dan memegang teguh Pancasila.

Lebih lanjut Jokowi menyatakan suasana kampus harus memperkokoh rasa kebangsaan, menghargai kebinekaan dalam persaudaraan dan persatuan, berintegritas tinggi dan antikorupsi serta penuh toleransi dan menghargai demokrasi.

“Bapak, Ibu, orangtua mereka yang bertanggung jawab untuk masa depan mereka dan sekaligus masa depan indonesia. Semua itu harus kita lakukan dengan cepat dengan sangat segera,” ungkap Jokowi.

Tak lupa ia mengajak seluruh rektor Indonesia yang tergabung dalam FRI agar memanfaatkan puncak bonus demografi saat ini untuk mencetak generasi muda unggul sehingga mampu membangun Indonesia Maju.

“Satu abad republik Indonesia sudah dekat di 2045 nanti, tinggal 25 tahun lagi. Mari kita cetak sejarah mari kita buktikan kita tidak akan terjebak middle income trap, mari kita buktikan di tahun 2045 nanti Indonesia mampu menjadi negara berpenghasilan tinggi yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” papar Jokowi.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pemerintah dan PSSI Bagi Tugas untuk Piala Dunia U-20

Pemerintah akan fokus pada penyelenggaraan dan venue. Sedangkan, PSSI berkonsentrasi pada persiapan timnas Indonesia.

NASIONAL | 4 Juli 2020

Kempora Salurkan Bantuan untuk Organisasi Mahasiswa

Bantuan yang terdiri dari masker, cairan pembersih tangan, sabun cuci tangan, serta vitamin diharapkan dapat memutuskan mata rantai penyebaran virus corona.

NASIONAL | 4 Juli 2020

Kinerja Menteri Dievaluasi, PDIP Dukung Penuh Langkah Presiden Jokowi

Evaluasi yang dilakukan oleh Presiden Jokowi terhadap kinerja menterinya telah dilakukan secara berkala dan berkesinambungan.

NASIONAL | 4 Juli 2020

Indosurya Akomodir Saran Kreditur untuk Capai Perdamaian

Pengelola Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya Cipta menggelar pertemuan dengan sejumlah kreditur dalam rangka menyelesaikan persoalan perbankan

NASIONAL | 3 Juli 2020

Serang Polisi, Tersangka Narkoba di Medan Ditembak

Saat itu petugas sedang melaksanakan patroli dan mendapatkan informasi dari masyarakat.

NASIONAL | 4 Juli 2020

3.304 Handphone Ilegal Disita Bea Cukai Kepri

Nilai barang yang berhasil diamankan ini senilai Rp 12 miliar dan berpotensi merugikan negara Rp 2,5 miliar.

NASIONAL | 4 Juli 2020

BNPT Ajak Ormas Cegah Ideologi Selain Pancasila Kuasai Ruang Publik

Saat ini kelompok radikal teroris sudah memanfaatkan internet sebagai sarana untuk menyebarkan paham mereka kepada masyarakat luas.

NASIONAL | 3 Juli 2020

Try Sutrisno Paparkan Empat Poin Penting Pembinaan Ideologi Pancasila

Menurut Try Sutrisno, ada empat poin penting yang perlu dimaknai dan menjadi alasan penguatan ideologi Pancasila.

NASIONAL | 3 Juli 2020

Mendikbud: Guru Penggerak Agen Perubahan Masa Depan

Mereka akan menjadi calon kepala sekolah, calon pengawas sekolah, dan calon pelatih program pelatihan guru.

NASIONAL | 3 Juli 2020

Jadi Tersangka Suap, Bupati Kutai Timur dan Istri Langsung Ditahan

Ismunandar dan istrinya, Encek UR Firgasih, ditahan di dua tempat yang berbeda, yakni di gedung KPK lama dan gedung KPK baru.

NASIONAL | 3 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS