KPK Dalami Motif Bupati Kutai Timur Bawa Banyak Uang untuk Sosialisasi Pilkada
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

KPK Dalami Motif Bupati Kutai Timur Bawa Banyak Uang untuk Sosialisasi Pilkada

Sabtu, 4 Juli 2020 | 12:58 WIB
Oleh : Fana Suparman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bakal terus mendalami dan mengembangkan kasus dugaan suap terkait proyek-proyek infrastruktur di lingkungan Pemkab Kutai Timur yang telah menjerat Bupati Kutai Timur Ismunandar bersama istrinya, Encek Unguria R Firgasih yang juga Ketua DPRD Kutai Timur serta tiga anak buahnya. Salah satu yang bakal didalami KPK adalah motif Ismunandar dan Encek membawa uang miliaran rupiah untuk sosialiasi Pilkada Kutai Timur di Jakarta.

Diketahui, dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Ismunandar dan istri Encek serta sejumlah pihak lain pada Kamis (2/7/2020), Tim Satgas KPK juga menyita uang tunai sekitar Rp 170 juta dan sejumlah buku tabungan berisi Rp 4,8 miliar serta sertifikat deposito senilai Rp 1,2 miliar. Diduga uang tersebut dikumpulkan dari para rekanan yang menggarap proyek di Kutai Timur.

Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango mengatakan, Ismunandar yang juga Penasihat Partai NasDem itu berada di Jakarta sebagai bagian dari langkahnya untuk mencalonkan diri kembali sebagai Bupati Kutai Timur. Jabatan Ismunandar akan berakhir pada 2021.
"Kedatangan Bupati Kutai Timur ke Jakarta dalam kaitan mengikuti kegiatan sosialisasi pencalonan yang bersangkutan sebagai calon Bupati Kutai Timur periode 2021-2024," ungkap Nawawi dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (3/7/2020) malam.

Namun, Nawawi enggan berkomentar lebih lanjut mengenai keterkaitan hal itu dengan kasus suap yang menjerat Ismunandar. Termasuk mengenai adanya kemungkinan uang suap dari para rekanan dipergunakan Ismunandar untuk mendapat tiket pencalonannya. "Kami tidak dalam posisi untuk menyikapi apakah itu kaitannya kampanye dan sebagainya. Relevansi dengan pilkada kami tidak sampai ke situ," kata Nawawi.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Penindakan KPK Karyoto juga enggan berspekukasi dini mengenai motif Ismunandar membawa sejumlah buku rekening dan sertifikat deposito itu ke Jakarta. Meski demikian, Karyoto memastikan, pihaknya akan mendalami motif Ismunandar membawa miliaran rupiah untuk sosialiasi pencalonan. "Saat ini motif membawa tabungan ini belum kita gali lebih dalam, tapi setidaknya dalam hal kewajaran buat apa berangkat jauh-jauh menyiapkan semua buku tabungan yang ada saldonya. Tentunya ini yang mungkin kita mundur satu hari kita tidak tahu apakah ini akan menjadi, tapi karena menangkapnya hari kemarin, ya keadaannya masih seperti itu. buku tabungan dibawa dengan saldo yang cukup besar. Jadi kalau ini nanti untuk apa, motifnya apa, sedang kita dalami," ungkap Karyoto.

KPK menduga uang tersebut berasal dari sejumlah rekanan Pemkab Kutai. Hal ini lantaran uang tersebut disimpan di sejumlah buku tabungan atas nama Musyaffa Kepala Bapenda atau pejabat eselon III. "Tidak mungkin punya sebanyak itu. dan bukti transfernya sudah jelas dari pemeriksaan awal memang didapatkan dari A B C D yang ada kaitannya dengan ini (suap dari rekanan terkait proyeK di Kabupaten Kutai Timur) ," ujar Karyoto.

Karyoto memastikan kasus ini akan terus dikembangkan oleh pihaknya. Bahkan, tak menutup kemungkinan dugaan suap kepada Ismunandar dan istri serta sejumlah pihak lain nilainya akan bertambah. "Yang lain-lain belum bisa kita jumlahkan karena nanti akan kita lengkapi dari laporan PPATK, LHKPN, dan hasil dari penyidikan lebih lanjut terhadap pemeriksaan beberapa saksi maupun terhadap proyek-proyek yang dikerjakan para tersangka. apabila ini masih ada kemungkinan berkembang terhadap proyek-proyek lain, kita sampaikan nanti berapa belanja modal di daerah Kutai Timur ini. Kalau umpamanya yang suapnya 10 persen, kami akan bisa melihat apakah semua proyek dikenakan pungutan 10 persen atau tidak ini akan menjadi tantangan kami untuk penyidikan lebih lanjut," kata Karyoto.

Diberitakan, KPK menetapkan Bupati Kutai Timur, Ismunandar dan istrinya, Encek UR Firgasih yang juga menjabat Ketua DPRD Kutai Timur sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek infrastruktur, Jumat (3/7/2020). Tak hanya pasangan suami istri itu, status tersangka juga disematkan KPK terhadap tiga anak buah Ismunandar, yakni Kepala Bapenda, Musyaffa; Kepala Dinas PU, Aswandini; Kepala BPKAD, Suriansyah serta dua pihak swasta bernama Aditya Maharani dan Deky Aryanto. Penetapan tersangka ini dilakukan KPK melalui gelar perkara setelah memeriksa 16 orang yang dibekuk dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta, Samarinda dan Kutai Timur pada Kamis (3/7/2020).

Ismunandar bersama istrinya dan ketiga diduga menerima suap dari Aditya Maharani dan Deky Aryanto terkait sejumlah proyek di Dinas PU dan Dinas Pendidikan Pemkab Kutai Timur yang digarap keduanya. Setidaknya, dalam OTT kemarin, tim Satgas KPK menyita uang tunai sekitar Rp 170 juta dan sejumlah buku tabungan dengan nilai total Rp 4,8 miliar serta sertifikat deposito senilai Rp 1,2 miliar.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kasad Dampingi Menhan Kunjungan Kerja ke Akmil Magelang

Saat ini Akademi Militer juga mulai memperkenalkan metode e-learning sebagai sarana edukasi bagi para taruna taruni.

NASIONAL | 4 Juli 2020

Empat Pesan Jokowi untuk Seluruh Rektor Indonesia

Rektor mempunyai peran besar dalam memajukan bangsa dan negara Indonesia sehingga mampu bersaing dengan negara maju lainnya.

NASIONAL | 4 Juli 2020

Pemerintah dan PSSI Bagi Tugas untuk Piala Dunia U-20

Pemerintah akan fokus pada penyelenggaraan dan venue. Sedangkan, PSSI berkonsentrasi pada persiapan timnas Indonesia.

NASIONAL | 4 Juli 2020

Kempora Salurkan Bantuan untuk Organisasi Mahasiswa

Bantuan yang terdiri dari masker, cairan pembersih tangan, sabun cuci tangan, serta vitamin diharapkan dapat memutuskan mata rantai penyebaran virus corona.

NASIONAL | 4 Juli 2020

Kinerja Menteri Dievaluasi, PDIP Dukung Penuh Langkah Presiden Jokowi

Evaluasi yang dilakukan oleh Presiden Jokowi terhadap kinerja menterinya telah dilakukan secara berkala dan berkesinambungan.

NASIONAL | 4 Juli 2020

Indosurya Akomodir Saran Kreditur untuk Capai Perdamaian

Pengelola Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya Cipta menggelar pertemuan dengan sejumlah kreditur dalam rangka menyelesaikan persoalan perbankan

NASIONAL | 3 Juli 2020

Serang Polisi, Tersangka Narkoba di Medan Ditembak

Saat itu petugas sedang melaksanakan patroli dan mendapatkan informasi dari masyarakat.

NASIONAL | 4 Juli 2020

3.304 Handphone Ilegal Disita Bea Cukai Kepri

Nilai barang yang berhasil diamankan ini senilai Rp 12 miliar dan berpotensi merugikan negara Rp 2,5 miliar.

NASIONAL | 4 Juli 2020

BNPT Ajak Ormas Cegah Ideologi Selain Pancasila Kuasai Ruang Publik

Saat ini kelompok radikal teroris sudah memanfaatkan internet sebagai sarana untuk menyebarkan paham mereka kepada masyarakat luas.

NASIONAL | 3 Juli 2020

Try Sutrisno Paparkan Empat Poin Penting Pembinaan Ideologi Pancasila

Menurut Try Sutrisno, ada empat poin penting yang perlu dimaknai dan menjadi alasan penguatan ideologi Pancasila.

NASIONAL | 3 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS