Kasus Korupsi Djoko Tjandra Cs Kembali Dilimpahkan ke Kejagung
INDEX

BISNIS-27 510.175 (-19.05)   |   COMPOSITE 5783.33 (-170.92)   |   DBX 1064.04 (-1.68)   |   I-GRADE 168.858 (-6.97)   |   IDX30 499.932 (-21.14)   |   IDX80 131.904 (-5.19)   |   IDXBUMN20 373.781 (-18.36)   |   IDXG30 136.463 (-5.44)   |   IDXHIDIV20 450.262 (-18.14)   |   IDXQ30 146.101 (-6.28)   |   IDXSMC-COM 248.411 (-4.72)   |   IDXSMC-LIQ 303.864 (-9.61)   |   IDXV30 127.988 (-5.5)   |   INFOBANK15 983.467 (-36.67)   |   Investor33 429.105 (-16.64)   |   ISSI 169.797 (-4.69)   |   JII 620.069 (-22.27)   |   JII70 213.196 (-7.01)   |   KOMPAS100 1177.3 (-42.41)   |   LQ45 920.112 (-37.05)   |   MBX 1606.46 (-54)   |   MNC36 321.125 (-12.61)   |   PEFINDO25 316.867 (-8.64)   |   SMInfra18 295.49 (-13.73)   |   SRI-KEHATI 366.206 (-13.72)   |  

Kasus Korupsi Djoko Tjandra Cs Kembali Dilimpahkan ke Kejagung

Senin, 21 September 2020 | 11:09 WIB
Oleh : Farouk Arnaz / WBP

Jakarta, Beritasatu.com — Penyidik Tipikor Bareskrim Polri akhirnya kembali melimpahkan berkas penyidikan kasus korupsi dibalik hilangnya nama Djoko Tjandra dari daftar red notice Interpol ke Kejaksaan Agung (Kejagung). Sebelumnya Kamis (17/9/2020) lalu penyidik Dit Tipidum Bareksrim juga telah melimpahkan penggunaan surat jalan asli tapi palsu dalam kasus Djoko Soegianto Tjandra Cs ke kejaksaan.

“Untuk berkas perkara surat jalan palsu dengan tersangka JST (Djoko), PU (Prasetijo Utomo), dan ADK (Anita Dewi Kolopaking) telah dilimpahkan pada hari Kamis 17 September2020 sudah dikembalikan lagi ke jaksa, sedangkan untuk berkas perkara Tipikor direncanakan dikirim kembali hari ini,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Awi Setiyono dalam keterangannya Senin (21/9/2020).

Berkas perkara Tipikor yang dilimpahkan hari ini itu adalah milik Djoko, Irjen Napoleon Bonaparte, dan Prasetijo Utomo. Belum jelas mengapa berkas milik pengusaha Tommy Sumardi yang juga terseret dalam kasus ini belum dilimpahkan. “Hari Ini Senin 21 September 2020, rencana berkas Tipikor itu akan dikirim kembali ke jaksa,” tambah Awi.

Seperti diberitakan ada tiga berkas yang sebelumnya dikirimkan penyidik Dit Pidum ke jaksa yakni berkas perkara Anita setebal 2.025 lembar, berkas Djoko setebal 1.879 lembar, dan berkas Brigjen Prasetijo setebal 2.080 lembar. Jika ada yang kurang lengkap maka berkas akan dikembalikan ke penyidik atau P-19. Jika sudah lengkap maka berkas akan dinyatakan P-21 yang artinya tersangka kasus ini akan disidang.

Dalam kasus korupsi, pihak yang memberi suap adalah Djoko dan Tommy dikenakan Pasal 5 ayat (1), Pasal 13 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 KUHP. Sementara Napoleon dan Prasetijo diduga menerima suap. Mereka disangkakan Pasal 5 ayat (2), Pasal 11, dan Pasal 12 huruf a dan b UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 KUHP.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Rektor Unhan Serukan Budaya Damai dalam Pilkada Serentak 2020

Rektor Unhan mengusulkan agar pemerintah menerapkan e-voting dalam pilkada serentak 2020 yang telah dilaksanakan di banyak negara.

NASIONAL | 21 September 2020

Belajar Tatap Muka di Bengkulu Tengah, Siswa Wajib Kontongi Izin Wali Murid Bermeterai Rp 6.000

"Namun, kita berharap pelaksanaan KMB tatap muka berjalan baik di Bengkulu Tengah," kata Saidirman.

NASIONAL | 21 September 2020

Kader PSI Siapkan Bukti Rekaman Asusila Bupati Poso dengan ASN

Novran mengatakan, bukti rekaman dugaan asusila Bupati Poso dengan ASN berinisial VT sudah beredar luas di masyarakat.

NASIONAL | 21 September 2020

Ikadi: Ulama Harus Berpikiran Nasional

Masing-masing organisasi massa (ormas) keagamaan punya kiat-kiat tersendiri dalam berdakwah.

NASIONAL | 21 September 2020

Angka Kecelakaan Tinggi, Kemhub Kampanyekan Keselamatan Jalan

Kemhub melalui Ditjen Hubdat terus mengampanyekan pentingnya keselamatan jalan mengingat angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia masih tinggi.

NASIONAL | 21 September 2020

Tumpang-Tindih Peraturan Hambat Perampingan Birokrasi dan Kelembagaan

Perampingan birokrasi dan kelembagaan tidak akan efektif selama masih terhambat dengan adanya tumpang-tindih peraturan.

NASIONAL | 20 September 2020

Indonesia Butuh Desain Besar Reformasi Birokrasi dan Kelembagaan

Reformasi birokrasi dan kelembagaan adalah sebuah keniscayaan untuk mewujudkan visi Indonesia 2045.

NASIONAL | 20 September 2020

2 Prajurit TNI Gugur di Papua

Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) kembali berulah di Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua.

NASIONAL | 20 September 2020

Azis Syamsuddin: Negara Jangan Kalah dengan KKB

Wakil ketua DPR Azis Syamsuddin turut berduka cita terhadap personel TNI gugur akibat ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua.

NASIONAL | 20 September 2020

Atasi Dampak Covid-19, DPR Ajak GP Ansor kian Membumikan Pancasila

Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan harapan agar Gerakan Pemuda (GP) Ansor mampu melahirkan ide besar membumikan Pancasila,

NASIONAL | 20 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS