Moeldoko: RS Jangan Permainkan Data Kematian Pasien
INDEX

BISNIS-27 447.922 (0.22)   |   COMPOSITE 5096.45 (-4.63)   |   DBX 966.383 (0.26)   |   I-GRADE 139.404 (0.54)   |   IDX30 427.333 (0.82)   |   IDX80 113.424 (-0.07)   |   IDXBUMN20 292.954 (-1.76)   |   IDXG30 119.109 (0.49)   |   IDXHIDIV20 379.033 (0.39)   |   IDXQ30 124.381 (0.25)   |   IDXSMC-COM 220.154 (-1.19)   |   IDXSMC-LIQ 258.539 (-0.54)   |   IDXV30 108.161 (-0.91)   |   INFOBANK15 830.634 (2.07)   |   Investor33 372.738 (0.67)   |   ISSI 150.924 (0.03)   |   JII 548.46 (1.53)   |   JII70 187.38 (0.16)   |   KOMPAS100 1019.47 (0.03)   |   LQ45 787.196 (1.37)   |   MBX 1409.36 (-1.53)   |   MNC36 279.413 (0.25)   |   PEFINDO25 280.307 (-3.18)   |   SMInfra18 241.86 (0.29)   |   SRI-KEHATI 315.824 (0.31)   |  

Moeldoko: RS Jangan Permainkan Data Kematian Pasien

Kamis, 1 Oktober 2020 | 12:12 WIB
Oleh : Stefy Thenu / WBP

Semarang, Beritasatu.com - Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko memperingatkan rumah sakit (RS) tidak nakal dan mempermainkan data kematian pasien selama Covid-19. Moeldoko mengingatkan akan ada tindakan serius, agar isu yang menimbulkan keresahan pada masyarakat ini segera tertangani.

"Tadi saya diskusi banyak dengan pak Gubernur Jateng, salah satunya adalah tentang definisi ulang kasus kematian selama pandemi. Definisi ini harus kita lihat kembali, jangan sampai semua kematian itu selalu dikatakan akibat Covid-19," kata Moeldoko, saat bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di kantor Pemprov Jateng, Kamis (1/10/2020).

Moeldoko mengatakan isu rumah sakit mengcovidkan semua pasien yang meninggal untuk mendapatkan anggaran dari pemerintah sudah menggema di masyarakat. Ada orang sakit biasa atau mengalami kecelakaan, didefinisikan meninggal karena Covid-19. Padahal hasil tesnya negatif. "Ini perlu diluruskan, agar jangan sampai menguntungkan pihak-pihak yang ingin mencari keuntungan dari definisi itu," tegasnya.

Hal itu disambut baik oleh Ganjar. Ganjar membenarkan, bahwa isu itu sudah menimbulkan keresahan dalam masyarakat. Bahkan, kejadian itu sudah pernah terjadi di Jawa Tengah.

"Tadi Pak Moeldoko tanya, itu bagaimana ya banyak asumsi muncul semua yang meninggal di rumah sakit dicovidkan. Ini sudah terjadi di Jawa Tengah, ada orang diperkirakan Covid-19 terus meninggal, padahal hasil tes belum keluar. Setelah hasilnya keluar, ternyata negatif. Ini kan kasihan, ini contoh-contoh agar kita bisa memperbaiki hal ini," kata Ganjar.

Untuk mengantisipasi hal itu, Ganjar menegaskan sudah menggelar rapat dengan jajaran rumah sakit rujukan Covid-19 di Jawa Tengah dan pihak terkait. Dari rapat itu diputuskan, untuk menentukan atau mengekspos data kematian, mereka yang meninggal harus terverifikasi.

"Seluruh rumah sakit dimana ada pasien meninggal, maka otoritas dokter harus memberikan catatan meninggal karena apa. Catatan itu harus diberikan kepada kami, untuk kami verifikasi dan memberikan statemen ke luar," terangnya.

Memang dengan sistem itu, maka akan terjadi delay (keterlambatan) data angka kematian. Namun menurutnya, delay data itu lebih baik daripada terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Teknologi dan pandemi, mendorong negara melakukan transformasi digital. Jika tidak, ada risiko ekonomi dan resesi dan risiko kesehatan banyak korban.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Chandra Asri Dukung Pengemasan Makanan Ramah Lingkungan

TrileneĀ® HI50TN telah memperoleh izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta memenuhi standar halal sehingga menjamin keamanan dan kualitasnya.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Kesadaran Masyarakat Bengkulu Gunakan Masker Masih Rendah

Warga yang terjaring tidak memakai masker masih diberikan teguran lisan.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Tak Ada Kompromi untuk Pengganggu Pancasila

Pancasila selalu digoda setiap saat.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Fasilitas Pengolahan Limbah Akan Dibangun di Kawasan Industri Medan

PT Adhi Karya juga terbuka untuk bekerja sama dengan mitra-mitra industri dari provinsi-provinsi lain di Sumatera Bagian Utara dalam mengelola limbah dan sampah

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Besok, Jokowi Kunjungi Labuan Bajo Tinjau Pembangunan Infrastruktur

Jokowi akan meninjau sarana prasarana jalan dan pelabuhan.

NASIONAL | 30 September 2020

Terduga Teroris yang Ditangkap di Jateng Mantan Kombatan Suriah

Persoalan terorisme akan terus merajalela bila akar pemikiran intoleransi dan radikalisme yang anti terhadap Pancasila dibiarkan.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Len Industri Berikan Bantuan Pompa Air Tenaga Surya untuk Warga NTT

Lokasi pembangunan sumur yang berada di Desa Rababeka memudahkan warga untuk mengambil air bersih.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Kemdikbud Targetkan 27,3 Juta Penerima Bantuan Kuota Internet hingga September

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menargetkan penyaluran bantuan kuota data internet pendidikan pada September 2020 mencapai 27,3 juta orang. Hal ini sebagai upaya mempercepat proses belajar mengajar secara daring, sehingga bisa terlaksana meskipun di tengah pandemi Covid-19

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Jokowi Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Pada setiap tanggal 1 Oktober, bangsa Indonesia memperingati sebagai hari Kesaktian Pancasila, menyusul ditumbangkannya Gerakan 30 September (G30S) PKI.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Presiden Kunjungi Lubang Buaya

Dari Lubang Buaya, Presiden menuju rumah yang menjadi lokasi penyiksaan dan pembuangan para jenazah pahlawan revolusi.

NASIONAL | 1 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS