Proyek Fiktif Waskita, KPK Periksa Eks Komisaris PT Aryana
INDEX

BISNIS-27 503.6 (2.5)   |   COMPOSITE 5652.76 (48.27)   |   DBX 1032.04 (3.25)   |   I-GRADE 164.451 (1.87)   |   IDX30 490.95 (3.33)   |   IDX80 128.766 (0.95)   |   IDXBUMN20 358.484 (4.17)   |   IDXG30 133.521 (0.92)   |   IDXHIDIV20 437.723 (3.27)   |   IDXQ30 142.408 (1.41)   |   IDXSMC-COM 239.978 (2.77)   |   IDXSMC-LIQ 292.98 (3.3)   |   IDXV30 120.747 (2.08)   |   INFOBANK15 969.323 (8.87)   |   Investor33 424.184 (2.73)   |   ISSI 165.497 (1.49)   |   JII 607.992 (3.57)   |   JII70 207.954 (1.77)   |   KOMPAS100 1151.81 (10.08)   |   LQ45 901.663 (6.22)   |   MBX 1571.94 (14.64)   |   MNC36 316.426 (2.22)   |   PEFINDO25 300.975 (9.54)   |   SMInfra18 283.853 (1.3)   |   SRI-KEHATI 362.321 (2.15)   |  

Proyek Fiktif Waskita, KPK Periksa Eks Komisaris PT Aryana

Selasa, 13 Oktober 2020 | 11:02 WIB
Oleh : Fana Suparman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan memeriksa mantan Komisaris PT Aryana Sejahtera, Mohammad Hosen, Selasa (13/10/2020). Hosen bakal diperiksa sebagai saksi kasas dugaan korupsi terkait pelaksanaan pekerjaan subkontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Pemeriksaan terhadap Hosen dilakukan penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka mantan Kepala Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya yang juga mantan Dirut PT Jasa Marga Desi Arryani.

"Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka DSA (Desi Arryani)," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Selasa (13/10/2020).
PT Aryana Sejahtera diduga merupakan salah satu dari empat perusahaan yang dipergunakan Desi dan empat tersangka lainnya kasus ini untuk mengerjakan sekitar 41 pekerjaan subkontraktor fiktif di 14 proyek yang digarap Waskita Karya.

Selain Hosen, penyidik KPK juga menjadwalkan memeriksa Staf Keuangan Divisi II PT Waskita Karya Wagimin dan Kepala Seksi Administrasi Tol Benoa 4 PT Waskita Karya Hendra Adityawan. Seperti halnya Hosen, Wagimin dan Hendra juga diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Desi Arryani.

Diketahui, KPK telah menjerat lima pejabat atau mantan pejabat Waskita Karya sebagai tersangka dalam kasus ini. Kelima tersangka yakni mantan Direktur Utama (Dirut) Jasa Marga, Desi Arryani; Dirut PT Waskita Beton Precast, Jarot Subana; Wakil Kadiv II PT Waskita Karya, Fakih Usman. Kemudian, Kepala Divisi II PT Waskita Karya, Fathor Rachman; serta Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya, Yuly Ariandi Siregar.

Saat kasus korupsi ini terjadi, Desi Arryani menjabat sebagai Kepala Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya, Jarot Subana selaku Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya, sementara Fakih Usman sebagai Kepala Proyek dan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya.

Kasus korupsi ini bermula dari keputusan Desi Arryani pada 2009 atau saat menjabat sebagai kepala Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya (Persero) Tbk untuk menyepakati pengambilan dana dari perusahaan BUMN tersebut melalui pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan oleh Divisi III/Sipil/II. Dalam rangka melaksanakan keputusannya tersebut, Desi kemudian memimpin rapat koordinasi internal terkait penentuan subkontraktor, besaran dana dan lingkup pekerjaannya.

Selanjutnya, kelima tersangka melengkapi dan menandatangani dokumen kontrak dan dokumen pencairan dana terkait dengan pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif tersebut. Kemudian pada tahun 2011, Desi mendapatkan promosi menjadi Direktur Operasional PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Fathor Rachman juga dipromosikan menjadi Kepala Divisi III/Sipil/II menggantikan Desi. Atas permintaan dan sepengetahuan dari kelima tersangka, kegiatan pengambilan dana milik PT. Waskita Karya melalui pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif tersebut, dilanjutkan, dan baru berhenti pada tahun 2015.

Seluruh dana yang terkumpul dari pembayaran terhadap pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif tersebut selanjutnya digunakan oleh pejabat dan staf pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya (Persero) untuk membiayai pengeluaran di luar anggaran resmi PT Waskita Karya (Persero), seperti pembelian peralatan yang tidak tercatat sebagai aset perusahaan, pembelian valuta asing, pembayaran biaya operasional bagian pemasaran, pemberian fee kepada pemilik pekerjaan (bowheer) dan subkontraktor yang dipakai, pembayaran denda pajak perusahaan subkontraktor, serta penggunaan lain oleh pejabat dan staf Divisi III/Sipil/II.

Selama periode 2009-2015, setidaknya ada 41 kontrak pekerjaan subkontraktor fiktif pada 14 proyek yang dikerjakan oleh Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Sedangkan perusahaan subkontraktor yang digunakan untuk melakukan pekerjaan fiktif tersebut adalah PT Safa Sejahtera Abadi, CV Dwiyasa Tri Mandiri, PT MER Engineering dan PT. Aryana Sejahtera. Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Investigatif dalam Rangka Penghitungan Kerugian Keuangan Negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) total kerugian keuangan negara yang timbul dari kegiatan pelaksanaan pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif tersebut sekitar Rp 202 miliar.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Petinggi KAMI Syahganda Nainggolan Ditangkap Bareskrim

Syahganda ditangkap dalam kasus dugaan melanggar tindak pidana UU Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

NASIONAL | 13 Oktober 2020

Syahganda Nainggolan Ditangkap Polisi, KAMI: Kita Tidak Akan Pernah Surut

Sekretaris Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Syahganda Nainggolan ditangkap polisi.

NASIONAL | 13 Oktober 2020

Musim Hujan, Presiden Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi

Bencana hidrometeorologi adalah bencana yang dipengaruhi faktor cuaca, seperti banjir, longsor, dan puting beliung.

NASIONAL | 13 Oktober 2020

Ini Cara Mudah dan Hemat Dukung Anak Belajar di Rumah

Samsung melalui program Semangat Tetap Sekolah menjadi solusi bagi orangtua dan murid Indonesia dalam menjalani Pembelajaran Jarak Jauh pada pandemi Covid-19.

NASIONAL | 13 Oktober 2020

Semen Gresik Pasok 150.000 Ton Produk Unggulan Ultrapro untuk Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Semen Gresik memasok 75% atau 150.000 ton Ultrapro untuk pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

NASIONAL | 13 Oktober 2020

Kejagung Tangkap DPO Kasus Korupsi Penataan dan Pemanfaatan Tanah

Erwin Panggabean diamankan tanpa perlawanan di sebuah ruko di Jalan Rawe Komplek Pertokoan Martubung Medan.

NASIONAL | 13 Oktober 2020

DPR Minta Pembangunan Tol Cisumdawu Dipercepat

Pembangunan tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) dipercayai dapat mendukung pertumbuhan ekonomi.

NASIONAL | 13 Oktober 2020

KLHK: UU Ciptaker Beri Kepastian Hukum bagi Warga Sekitar Hutan

Sekretaris Jenderal KLHK Bambang Hendroyono memastikan masyarakat di sekitar hutan dapat bekerja dengan perlindungan hukum yang jelas berkat UU Ciptaker.

NASIONAL | 13 Oktober 2020

Kasus Jiwasraya, Kejagung Tahan Pejabat OJK dan Dirut PT Himalaya Energi

Sebelumnya, Tim Jaksa Penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung melakukan pemeriksaan terhadap empat orang saksi dan satu tersangka.

NASIONAL | 13 Oktober 2020

Pengacara Terdakwa Jiwasraya Nilai Putusan Hakim Copy Paste Tuntutan Jaksa

Putusan yang dibacakan Majelis Hakim sama persis dengan surat tuntutan JPU, mulai titik, koma maupun narasinya.

NASIONAL | 13 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS