BBM RON Rendah Berakibat Buruk pada Intelegensia Anak dan Pasien Covid-19
INDEX

BISNIS-27 503.122 (7.61)   |   COMPOSITE 5724.74 (89.25)   |   DBX 1066.46 (9.81)   |   I-GRADE 166.255 (3.05)   |   IDX30 491.004 (8.8)   |   IDX80 129.735 (2.65)   |   IDXBUMN20 364.991 (9.26)   |   IDXG30 133.352 (2.1)   |   IDXHIDIV20 441.973 (8.53)   |   IDXQ30 143.512 (2.54)   |   IDXSMC-COM 247.38 (3.5)   |   IDXSMC-LIQ 301.054 (8.02)   |   IDXV30 127.096 (4)   |   INFOBANK15 976.214 (12.27)   |   Investor33 422.656 (6.59)   |   ISSI 167.54 (3)   |   JII 607.336 (12.69)   |   JII70 209.626 (4.39)   |   KOMPAS100 1162.4 (23.4)   |   LQ45 904.834 (17.52)   |   MBX 1587.29 (26.24)   |   MNC36 315.598 (5.98)   |   PEFINDO25 317.232 (4.1)   |   SMInfra18 287.626 (7.78)   |   SRI-KEHATI 361.444 (5.7)   |  

BBM RON Rendah Berakibat Buruk pada Intelegensia Anak dan Pasien Covid-19

Kamis, 15 Oktober 2020 | 06:31 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com- Pengunaan bahan bakar dengan RON rendah yang berakibat memburuknya kualitas udara ternyata berdampak negatif pada intelegensia anak. Selain itu, berdampak pada kondisi pasien yang terpapar Covid-19, terutama kelompok rentan.

Peneliti Senior Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Muhayatun Susanto mengatakan polutan logam berat timbal (Pb) yang terdapat di udara jika terhisap dan terakumulasi hingga 10 ug/dL pada seorang anak, dapat mengakibatkan menurunnya tingkat intelegensia, learning disability, mengalami gejala anemia, hambatan dalam pertumbuhan, perkembangan kognitif buruk, sistem kekebalan tubuh yang lemah dan gejala autis. "Salah satu rekomendasi dari hasil penelitian Batan adalah pentingnya penggunaan BBM (bahan bakar minyak) tanpa timbal Pb," kata dia dalam keterangam tertulisnya, Kamis (15/10/2020).

Menurut dia, program pemerintah penggunaan bensin tanpa timbal yang diberlakukan sejak Juli 2006 baik bagi lingkungan. Program tersebut berdampak signifikan terhadap menurunnya konsentrasi logam timbal di Kota Bandung. Sayangnya, hasil ini tidak diikuti kota lainnya di Indonesia karena kadar logam berat Pb pada PM-2,5 dan PM-10 di beberapa kota masih relatif tinggi.

Batan dalam penelitian soal polusi udara, telah mengambil sampel beberapa kota, seperti Jakarta, Tangerang, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Pekanbaru, Medan, Palangka Raya, Balikpapan, Makassar, Manado, Ambon, Jayapura, Mataram dan Denpasar. Dari kota yang diteliti, Batan mencatat bahwa konsentrasi timbal Pb tertinggi terjadi di Surabaya, Tangerang dan Jakarta.

Selama ini pemantauan kualitas udara biasanya dilakukan terhadap CO, SO2, Nox, O3 dan PM10 (partikulat yang berukuran kurang dari 10 mikrometer) sebagai dasar untuk menghitung Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Padahal di udara juga terdapat partikulat yang berukuran kurang dari 2,5 mikrometer, yang dikenal dengan PM-2,5. Polutan partikulat PM-2,5 dinilai lebih berbahaya karena ukurannya yang kecil sehingga mampu menembus bagian terdalam dari paru-paru.

Polusi udara juga makin memperburuk kondisi pasien Covid-19. Penelitian Departemen Biostatistik Harvard, T.H. Chan School of Public Health berjudul Exposure to Air Pollution and Covid-19 Mortality in the United States yang ditulis Xiao Wu dan dipublikasikan New England Journal of Medicine menyebutkan, tingkat polusi udara tinggi sebelum pandemi, berdampak buruk ke pasien, bahkan lebih parah bisa mengalami kematian. Disebutkan dalam riset, pasien yang mengalami paparan jangka panjang PM 2.5, 15 persen lebih mungkin mengalami kematian akibat corona dibanding yang hidup di suatu daerah dengan kualitas udara lebih baik.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) juga mendesak, pemerintah daerah menjalankan aturan Nomor 13 tahun 2012 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, terutama dalam hal melakukan pencegahan kerusakan lingkungan hidup, antara lain lalai dalam melakukan inventarisasi sumber pencemar, pemantauan kualitas udara, pengujian emisi gas buang, dan lalai dalam penataan penanggungjawab usaha dan/atau kegiatan yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran udara dari sumber bergerak maupun tidak bergerak.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Doni Monardo Pantau Banjir Garut

Ada enam kecamatan di Kabupaten Garut dilanda bencana alam pada Senin (12/10/2020) lalu dan terparah di Kecamatan Cibalong, Cikelet dan Pameungpeuk.

NASIONAL | 14 Oktober 2020

Serahkan Bantuan untuk Korban Longsor, Bupati Tabanan Serukan Warga Jaga Kesehatan

Karena kesehatan adalah modal utama di masa pandemi yang dibarengi dengan cuaca yang ekstrem saat ini.

NASIONAL | 14 Oktober 2020

Apresiasi Penjelasan Pemerintah, PP Muhammadiyah Terus Kaji UU Cipta Kerja

Dari penjelasan pemerintah, sebagian aspirasi PP Muhammadiyah dan penyelenggara pendidikan telah diakomodir.

NASIONAL | 14 Oktober 2020

Dituding Komersialisasi Pendidikan, Pengamat: UU Cipta Kerja Kini Sesuai Penjelasan Presiden

Dalam UU Cipta Kerja versi 812 halaman, pasal 65 yang disoroti selama ini sudah memiliki penjelasan yang cukup detail sesuai penjelasan Presiden Jokowi.

NASIONAL | 14 Oktober 2020

NU Batal Gugat UU Cipta Kerja dengan Satu Syarat

Naskah UU Cipta Kerja yang dikeluarkan dari Sekretariat Negara harus persis seperti yang dijelaskan oleh Presiden Jokowi.

NASIONAL | 14 Oktober 2020

Siapkan Talenta Muda, Dikti Luncurkan Konsorsium Riset Kecerdasan Buatan

Dibutuhkan sekitar 250.000 talenta di bidang artificial intelligence ini dalam 5 tahun ke depan.

NASIONAL | 14 Oktober 2020

Uji Klinis Fase 3, Biofarma: 1.589 Relawan Sudah Disuntik Vaksin Sinovac

1.589 relawan Indonesia sudah disuntik dengan kandidat vaksin Covid-19 dari Sinovac, Tiongkok, dalam uji klinik fase 3 vaksin itu di Indonesia.

NASIONAL | 14 Oktober 2020

KLHK: Kegiatan Berusaha Risiko Tinggi Wajib Miliki Amdal

Perlindungan lingkungan dijamin di perizinan berusaha. Maksud dan tujuan perlindungan lingkungan tidak dikurangi.

NASIONAL | 14 Oktober 2020

Belum Tercatat dalam Lembaran Negara, UU Cipta Kerja Sudah Digugat ke MK

UU Cipta Kerja yang baru disahkan dan belum tercatat dalam lembaran negara sudah dimohonkan untuk diuji ke Mahkamah Konstitusi.

NASIONAL | 14 Oktober 2020

Bobby: Pilkada Bukan Ajang Permusuhan

Menurut Bobby Nasution, pilkada yang digelar di Medan untuk meningkatkan silaturahmi sekaligus bertujuan untuk membangun kemajuan Kota Medan.

NASIONAL | 14 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS