Puan: Pancasila Bintang Penuntun Indonesia
INDEX

BISNIS-27 503.107 (3.64)   |   COMPOSITE 5679.25 (39.48)   |   DBX 1039.52 (6.03)   |   I-GRADE 166.189 (1.51)   |   IDX30 492.322 (4.24)   |   IDX80 129.082 (1.23)   |   IDXBUMN20 363.759 (3.05)   |   IDXG30 133.243 (1.23)   |   IDXHIDIV20 440.08 (4.72)   |   IDXQ30 143.762 (1.37)   |   IDXSMC-COM 242.127 (1.27)   |   IDXSMC-LIQ 293.644 (2.95)   |   IDXV30 123.61 (1.71)   |   INFOBANK15 979.67 (1.27)   |   Investor33 423.592 (3.04)   |   ISSI 165.745 (1.68)   |   JII 604.859 (8.29)   |   JII70 207.745 (2.62)   |   KOMPAS100 1155.02 (10)   |   LQ45 903.46 (7.58)   |   MBX 1578.72 (11.24)   |   MNC36 316.411 (2.6)   |   PEFINDO25 310.113 (2.97)   |   SMInfra18 286.549 (2.16)   |   SRI-KEHATI 362.507 (2.38)   |  

Puan: Pancasila Bintang Penuntun Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2020 | 11:25 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua DPR Puan Maharani menegaskan Pancasila merupakan bintang penuntun agar bangsa dan negara Indonesia dapat melalui segala tantangan zaman. Puan berharap Pancasila sebagai jiwa bangsa Indonesia dapat terus dirawat, diperkuat, dan diwujudkan dalam perilaku keseharian.

"Pancasila tidak semata-mata ditempatkan sebagai slogan, tetapi Pancasila harus diwujudkan dalam cara berpikir, berperilaku, dan berkarya bagi seluruh elemen masyarakat Indonesia. Pancasila adalah bintang penuntun Indonesia," kata Puan saat Round Table Discussion Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), di Jakarta, Selasa (27/10/2020).

Diskusi ini merupakan rangkaian kajian strategis jangka panjang Lemhannas dalam mencari bentuk implementasi nilai-nilai Pancasila pada era globalisasi. Puan mengatakan Pancasila hadir dan terwujud dalam jiwa manusia Indonesia yang berkebudayaan Indonesia. Selain itu juga dalam politik negara di berbagai bidang untuk mencapai tujuan bernegara.

Wakil rakyat dari daerah pemilihan Jawa Tengah V tersebut menuturkan dalam era globalisasi seperti saat ini, kemajuan teknologi dan industri semakin cepat dan dinamis. Menempatkan masyarakat terbuka dan terhubung secara sosial, budaya, ekonomi, dan politik.

Berbagai ideologi, cara berpikir, cara kerja, dan cara hidup, dengan mudah masuk, meski belum tentu sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia. Karena itu, lanjut Puan, sangat penting memastikan agar negara menjamin Pancasila mengisi seluruh tatanan politik, sosial, ekonomi, budaya, kehidupan beragama, sebagai jiwa bangsa Indonesia.

"Kita tidak antibudaya asing. Kita tidak dapat mengisolasi diri dari pengaruh budaya asing. Namun dengan kepribadian jiwa bangsa yang kuat, maka budaya asing dapat disaring dan dilarutkan dalam kebudayaan nasional," ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.

Menurut Puan, diperlukan komitmen dan tanggung jawab bersama dari legislatif, eksekutif, maupun yudikatif untuk tetap menjaga Pancasila. Dengan begitu, ideologi dan budaya yang masuk tidak merusak sendi-sendi Pancasila,

Puan mengungkap dalam Undang-Undang (UU) 12/2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, disebutkan pada Pasal 2, Pancasila merupakan sumber segala sumber hukum negara. "Tantangan bagi pembentuk peraturan perundang-undangan adalah bagaimana menempatkan Pancasila teraktualisasi dalam proses pembentukan peraturan perundang-undangan yang embedded dalam setiap tahapannya," ujar Puan.

Sebagai konsekuensi dari sumber dari segala sumber hukum, kata Puan, maka semua norma dan ketentuan peraturan perundang-undangan Republik Indonesia tidak boleh bertentangan dengan Pancasila dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. "Tidak ada tempat dalam peraturan perundang-undangan Republik Indonesia yang mengabaikan Pancasila," ungkap Puan.

Puan menyatakan, selama 75 tahun Indonesia merdeka, Pancasila sudah menjadi falsafah, ideologi, dasar negara, dan kekuatan negeri ini dalam melalui berbagai tantangan. "Kita harus yakin seyakin-yakinnya bahwa selama Pancasila masih ada di hati orang Indonesia maka selama itu juga Indonesia akan terus ada," ucap Puan.

Puan menyebut, semua harus yakin bahwa seberat apa pun tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia. "Selama kita jadikan Pancasila sebagai bintang penuntun, maka Insyaallah kita mampu melalui setiap kesulitan dan menggapai mimpi serta cita-cita bersama," kata dia.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Dua Penyerang Tim Pencari Fakta Papua Diringkus, Satu Tewas

KKB kelompok Sabinus Waker itu menamakan diri kelompok Kemabu.

NASIONAL | 27 Oktober 2020

Pilkada Medan, Fadli Zon: Pilih Bobby-Aulia Kalau Medan Mau Berkah

Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra mengajak masyarakat melihat secara riil kondisi ibu kota Sumatera Utara tersebut.

NASIONAL | 27 Oktober 2020

Liburan Panjang, Gubernur Sumut Minta Masyarakat Tunda Perjalanan Wisata

Kampanye 3M itu dilaksanakan petugas gabungan yang meliputi TNI, Polri, Satuan Polisi Pamong Praja di setiap pintu masuk lokasi pariwisata di kabupaten/kota.

NASIONAL | 27 Oktober 2020

Serap Aspirasi Pedagang, Bobby Blusukan di Tengah Saat Hujan

Munir dan Rizal mengaku tidak menyangka jika menantu Presiden Joko Widodo itu rela menyapa pedagang.

NASIONAL | 27 Oktober 2020

Pertamina MOR IV Siagakan Stok BBM dan LPG Jelang Libur Panjang

Kevin mengatakan, BBM dan LPG di Jawa Tengah didukung oleh enam Fuel Terminal yang berada di wilayah Semarang, Cilacap, Boyolali, Maos, Tegal dan Lomanis.

NASIONAL | 27 Oktober 2020

Jokowi Tinjau Lumbung Pangan dan Serahkan Sertifikat Hak Tanah di Sumut

Setibanya di Bandar Udara Internasional Silangit, Tapanuli Utara, Presiden menuju Desa Ria-Ria, Kabupaten Humbang Hasundutan dengan menempuh jalur darat.

NASIONAL | 27 Oktober 2020

Heru Hidayat Klaim Tudingan Tukang Goreng Saham Tak Terbukti

Heru Hidayat tidak pernah berhubungan dengan investasi Jiwasraya dan tidak mengenal para manajer investasi.

NASIONAL | 27 Oktober 2020

Libur Panjang, Wisatawan ke Jabar Bakal Hadapi Pemeriksaan Covid-19

Pemeriksaan itu,ada yang menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR) serta pemeriksaan cepat.

NASIONAL | 26 Oktober 2020

Jabar Kekurangan Tempat Penyimpanan Vaksin dan Tenaga Kesehatan

Dinas Kesehatan mendata total alat pendingin untuk vaksin di wilayah Bogor-Depok-Bekasi sebanyak 354 unit. 51 alat pendingin dalam kondisi rusak.

NASIONAL | 26 Oktober 2020

Gubernur Sumsel Dorong Penerapan Aspal Karet Lateks

Walaupun harganya mahal, tapi umur jalannya dua kali lipat lebih awet.

NASIONAL | 27 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS