Survei Charta Politika: 7 Parpol Lolos ke Senayan
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Survei Charta Politika: 7 Parpol Lolos ke Senayan

Senin, 25 Maret 2019 | 19:02 WIB
Oleh : Robertus Wardi / WBP

Jakarta, Beritasatu.com – Lembaga survei Charta Politika menyebut hanya ada tujuh partai politik (parpol) yang bakal lolos masuk ke parlemen di Senayan dari hasil Pemilu 2019. Ketujuh parpol tersebut adalah yang lolos memenuhi ambang batas minimal masuk parlemen atau parliamentary threshold (PT) 4 persen.

“Tujuh lolos, sembilan out. Ini dampaknya suara yang hilang dari sembilan partai yang tidak lolos cukup banyak,” kata Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (25/3/2019).

Survei dilakukan pada 1 – 9 Maret 2019 melalui wawancara tatap muka (face to face interview) dengan menggunakan kuesioner terstruktur (structured interview). Jumlah responden mencapai 2.000 orang masyarakat dewasa dan terdaftar sebagai pemilih. Sampel dipilih sepenuhnya secara acak (probability sampling) dengan menggunakan metoda penarikan sampel acak bertingkat (multistage random sampling). Tingkat kesalahan atau margin of error 2,19 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Yunarto Wijaya menjelaskan dari survei yang ada, parpol yang lolos adalah PDIP (24,8 persen), Gerindra (15,7), Golkar (9,8), PKB (7,2), Demokrat (5,1), Nasdem (4,9), dan PKS (4,1). “Yang berpeluang lolos juga adalah PPP (3,6 persen) dan PAN (3,2 persen),” tutur Yunarto Wijaya.

Menurut Yunarto Wijaya, ada beberapa faktor seseorang memilih partai tertentu. Yang paling banyak adalah karena mengusung calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) sendiri. Ada 16,8 persen responden menyebut memilih partai karena faktor capres dan cawapres. “Ini yang disebut cocktail effect atau efek ekor jas. Yang paling banyak mendapat efek itu adalah PDIP dan Gerindra,” tutup Yunarto Wijaya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA



TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS