Hasto: RI Butuh Produktif dan Inovatif Ketimbang Berkonflik di Dalam Negeri
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Hasto: RI Butuh Produktif dan Inovatif Ketimbang Berkonflik di Dalam Negeri

Sabtu, 10 Oktober 2020 | 07:21 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Sekjen DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menjadi pembicara dalam acara diskusi daring yang digelar Persatuan Insinyur Indonesia bertajuk 'Sudah Mapan Kok Sekolah Lagi', pada Jumat (9/10/2020) malam.

Hasto dalam paparannya menjelaskan alasan tetap mengambil studi doktoral di Universitas Pertahanan. Padahal ia dianggap publik sudah mapan sebagai sekjen partai pemenang Pemilu dan sudah mendapat gelar Master Manajemen.

Dalam forum itu, Hasto mengatakan, ia tak pernah merasa mapan, sehingga perlu terus mendapatkan ilmu. "Saya tidak pernah merasa mapan status quo, sehingga hidup ini terus proses belajar menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Demi mendorong sebuah kesadaran betapa Indonesia lebih butuh menjadi produktif dan inovatif dibanding berkonflik sendiri di dalam negeri," imbuh Hasto.

Hasto mengulas sejumlah negara maju. Dasar mereka adalah menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Indonesia, menurut Hasto, harus melakukan hal yang sama. "Kalau kita lihat mengapa Amerika, Eropa Barat selalu maju karena dia menguasai ilmu dasar dan tekonologi, matematika, fisika, kimia, maka kita harus kuasai itu," papar Hasto.

Proklamator bangsa Bung Karno dikutip Hasto, mengatakan agama harus bersekutu dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal itu menjadi acuan bangsa Indonesia. "Kita negara yang begitu kaya raya negara yang punya tugas sejarah menjadi pemimpin di antara bangsa-bangsa, pemimpin negarawan yang luar biasa dan itu semua melalui ide. Jadi merubah dunia, kata Bung Karno itu, melalui tiga cara. Dengan senjata, dengan modal, atau kapital dengan ide. Ide over opinion," jelasnya.

Kepada para insinyur, Hasto mengatakan dalam pekerjaan apapun, harus membuat sejarah. Menjadi yang terbaik, namun bukan dengan semangat individual, tetapi dengan semangat kebersamaan.

Ia bercerita bagaimana Bung Karno memotivasi para insinyur agar lebih inovatif dalam bekerja. Hal itu menurut Hasto bisa dilihat dari sejarah pembangunan Waduh Jatiluhur dan pembangunan kawasan Semanggi.

"Ketika merancang Semanggi, Bung Karno sampai marah pada insinyur kita, kalau Bung Karno marah kemudian mengancam, saya akan datangkan orang asing kalau kamu enggak bisa. Kita merdeka melawan Belanda saja bisa, masak kamu bangun jembatan saya enggak bisa," tutur Hasto.

"Diancam dengan mendatangkan orang asing kemudian insinyur kita bekerja keras untuk menemukan sebuah cara untuk bisa punya kemampuan menguasai tekonologi," imbuh Hasto lagi.

Lebih lanjut, Hasto berpesan kepada seluruh Insinyur Indonesia agar menjalankan kampanye ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kemajuan bangsa. Selain itu, Hasto berpesan, para insinyur penting melakukan pemetaan potensi agar mendorong Indonesia berdikari sesuai semangat pancasila.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Presiden: UU Cipta Kerja, Perusahaan Tak Bisa Lakukan PHK Sepihak

Jokowi menegaskan bahwa UU Cipta Kerja membuat perusahaan tidak dapat melakukan PHK secara sepihak.

POLITIK | 9 Oktober 2020

PP dan Perpres Turunan UU Cipta Kerja Akan Diterbitkan dalam 3 Bulan

Jokowi menargetkan dalam waktu tiga bulan ini, pemerintah akan menyelesaikan PP dan Perpres yang menjadi turunan UU Cipta Kerja.

POLITIK | 9 Oktober 2020

UU Cipta Kerja Tidak Resentralisasi Kewenangan dari Daerah ke Pusat

Perizinan berusaha dan pengawasannya tetap dilakukan oleh pemerintah daerah sesuai dengan Norma Standar Prosedur dan Kriteria (NSPK) yang ditetapkan pusat.

POLITIK | 9 Oktober 2020

KPU Tetapkan 66 Bapaslon Independen Jadi Peserta Pilkada 2020

Total calon independen yang mendaftar pada tanggal 4-6 September lalu mencapai 69 orang.

POLITIK | 9 Oktober 2020

KPU: Sudah 662 Paslon dari Parpol Jadi Peserta Pilkada 2020

Terdapat 672 Bapaslon dari Parpol yang mendaftar sebagai peserta Pilkada 2020 pada tanggal 4-6 September 2020.

POLITIK | 9 Oktober 2020

Jokowi Tegaskan UU Cipta Kerja Sediakan Lapangan Kerja Baru

Presiden Jokowi menegaskan bahwa UU Cipta Kerja akan menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya bagi pengangguran dan pencari kerja.

POLITIK | 9 Oktober 2020

Demo UU Cipta Kerja, Presiden Jokowi Soroti Hoax dan Disinformasi

Jokowi menyatakan bahwa unjuk rasa terjadi karena adanya disinformasi serta hoax yang terjadi di media sosial.

POLITIK | 9 Oktober 2020

Ketua Fraksi Gerindra Meninggal Setelah Terinfeksi Covid-19

Ketua Fraksi Gerindra MPR Soepriyatno meninggal dunia.

POLITIK | 9 Oktober 2020

Ketua Fraksi Gerindra MPR Meninggal Akibat Covid-19

Habiburrokhman menyebut Soepriyatno sebelumnya terpapar Covid-19 sejak akhir September 2020.

POLITIK | 9 Oktober 2020

Puan Ajak Parlemen Dunia Gotong Royong Atasi Pandemi Covid-19

Ketua DPR Puan Maharani mengajak parlemen dunia yang tergabung dalam Inter-Parliamentary Union untuk terus bergotong royong dalam menghadapi pandemi Covid-19.

POLITIK | 9 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS