Bawaslu: Sebulan Kampanye, Metode Daring Bukan Naik, Malah Turun
INDEX

BISNIS-27 503.122 (7.61)   |   COMPOSITE 5724.74 (89.25)   |   DBX 1066.46 (9.81)   |   I-GRADE 166.255 (3.05)   |   IDX30 491.004 (8.8)   |   IDX80 129.735 (2.65)   |   IDXBUMN20 364.991 (9.26)   |   IDXG30 133.352 (2.1)   |   IDXHIDIV20 441.973 (8.53)   |   IDXQ30 143.512 (2.54)   |   IDXSMC-COM 247.38 (3.5)   |   IDXSMC-LIQ 301.054 (8.02)   |   IDXV30 127.096 (4)   |   INFOBANK15 976.214 (12.27)   |   Investor33 422.656 (6.59)   |   ISSI 167.54 (3)   |   JII 607.336 (12.69)   |   JII70 209.626 (4.39)   |   KOMPAS100 1162.4 (23.4)   |   LQ45 904.834 (17.52)   |   MBX 1587.29 (26.24)   |   MNC36 315.598 (5.98)   |   PEFINDO25 317.232 (4.1)   |   SMInfra18 287.626 (7.78)   |   SRI-KEHATI 361.444 (5.7)   |  

Bawaslu: Sebulan Kampanye, Metode Daring Bukan Naik, Malah Turun

Rabu, 28 Oktober 2020 | 07:07 WIB
Oleh : Robertus Wardy / WBP

Jakarta, Beritasatu.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengungkapkan hingga satu bulan tahapan kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, kampanye dengan metode dalam jaringan (daring) tidak mengalami peningkatan signifikan. Jumlah kegiatan kampanye daring pada 10 hari ketiga kampanye, dari 16-25 Oktober malah menurun dibandingkan 10 hari kedua (6-15 Oktober 2020).

“Upaya mendorong peningkatan kampanye daring, baik melalui media daring maupun media sosial, ternyata tidak membuahkan hasil maksimal. Padahal, metode ini adalah yang diharapkan paling banyak digunakan mengingat pandemi Covid-19,” kata anggota Bawaslu, Mochammad Afifuddin, di Jakarta, Selasa (27/10/2020).

Ia menjelaskan berdasarkan hasil pengawasan Bawaslu di 270 daerah yang menyelenggarakan pilkada serentak pada 10 hari ketiga tahapan kampanye, metode daring mengalami penurunan dibandingkan 10 hari sebelumnya. Pada periode 16 hingga 25 Oktober 2020, ada 80 kegiatan kampanye metode daring, turun dibandingkan periode 6 hingga 15 Oktober sebanyak 98 kegiatan. Penurunan itu menggambarkan, metode ini bukan kegiatan utama yang diprioritaskan tim kampanye sebagai bentuk aktivitas berkomunikasi dengan pemilih.

Menurut Afif, kurangnya minat kampanye daring diduga karena ketidaksiapan tim kampanye dan pasangan calon. Metode ini juga dianggap tidak dapat menjadi ruang dialog yang komunikatif sehingga tidak efektif dalam menyampaikan visi, misi, dan program untuk mempengaruhi pemilih.

“Hal ini membuat kampanye dengan metode daring menjadi metode paling kurang diminati dibandingkan bentuk kampanye lainnya. Hingga satu bulan tahapan kampanye, jumlah kegiatan kampanye daring paling sedikit dibandingkan kampanye tatap muka atau pertemuan terbatas, pemasangan alat peraga kampanye, penyebaran bahan kampanye,” jelas Afif.

Sementara anggota Bawaslu lainnya, Fritz Edward Siregar, menambahkan kampanye dengan metode tatap muka dan pertemuan terbatas masih diminati dan paling banyak dilakukan meski di tengah pandemi Covid-19. Berdasarkan catatan Bawaslu, pada 10 hari ketiga kampanye, pertemuan terbatas atau tatap muka diselenggarakan sebanyak 13.646 kegiatan. Meski jumlahnya menurun dibandingkan pada 10 hari kedua kampanye yaitu sebanyak 16.468 kegiatan.

Dia menyarankan kontradiksi antara jumlah kampanye melalui metode daring dengan tatap muka menuntut pertimbangan kembali mana yang harus lebih didorong. Apakah memperbanyak kampanye daring atau menguatkan penegakkan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan kampanye terbuka. Penguatan disiplin protokol kesehatan dilakukan termasuk dengan penyediaan perlengkapan protokol kesehatan seperti sabun cuci tangan, penyanitasi tangan (hand sanitizer), masker, dan disinfektan. Bukan hanya disediakan, penyelenggara kampanye juga harus memastikan hal-hal tersebut digunakan dan diterapkan dalam aktivitas kampanye ditambah dengan penegakan jaga jarak dalam kegiatan.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kampanye Pilkada 2020 Harus Sentuh Aspek Keagamaan

Calon kepala daerah sebaiknya mengusung program yang menyentuh aspek keagamaan dalam kampanye.

POLITIK | 27 Oktober 2020

Mahfud: Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Dapat Cegah Korupsi

Mahfud meresmikan Aplikasi Umum SPBE Bidang Kearsipan Dinamis dan Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik.

POLITIK | 27 Oktober 2020

KPU: DPT Pilkada 2020 Capai 100.359.152 Jiwa

KPU mengumumkan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pilkada Serentak 2020 sebanyak 100.359.152 jiwa.

POLITIK | 27 Oktober 2020

Barisan Muda PAN Dukung Bobby Nasution di Pilwalkot Medan

Bobby Nasution menyampaikan apresiasi dan berterima kasih atas dukungan Barisan Muda PAN.

POLITIK | 26 Oktober 2020

Airlangga: Golkar Institute untuk Lahirkan Politisi Tangguh

Airlangga Hartarto mengemukakan bahwa pendirian Golkar Institute untuk melahirkan pemimpin yang menjadi politisi tangguh.

POLITIK | 26 Oktober 2020

Penelusuran Kesalahan Teknis UU Suatu Kewajaran

Saat pandemi Covid-19ini, prosedur pembuatan hukum dan lain-lain tidak bisa disamakan dengan situasi biasa.

POLITIK | 26 Oktober 2020

Diapresiasi, Quality Control UU Ciptaker yang Dilakukan Kemsetneg

Apabila tidak ada titik temu dalam suatu pasal atau ayat pada pembicaraan tingkat I, maka diambil keputusan saat tingkat II.

POLITIK | 26 Oktober 2020

Pesan AHY untuk Paslon, Ketua DPD PD Jabar: Utamakan Sopan Santun

Aspirasi dari pemilih pun ikut didengar. Rata-rata masyarakat menginginkan berat murah dan sebagainya.

POLITIK | 26 Oktober 2020

Fokus Urus Covid-19, Ganjar Enggan Komentari Hasil Survei

"Aku tak ngurusi mudik wae, ora indikator (saya mengurusi mudik saja, bukan indikator)" kata Ganjar.

POLITIK | 26 Oktober 2020

Survei Indikator: Elektabilitas Ganjar Kalahkan Prabowo dan Anies

Ganjar Pranowo memiliki elektabilitas 18,7 %, disusul Prabowo Subianto 16,8 % dan Anies Baswedan 14,4 %.

POLITIK | 25 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS