Banpres Produktif Sebesar Rp 28,8 T Bidik 12 Juta Usaha Kecil dan Mikro
INDEX

BISNIS-27 503.6 (2.5)   |   COMPOSITE 5652.76 (48.27)   |   DBX 1032.04 (3.25)   |   I-GRADE 164.451 (1.87)   |   IDX30 490.95 (3.33)   |   IDX80 128.766 (0.95)   |   IDXBUMN20 358.484 (4.17)   |   IDXG30 133.521 (0.92)   |   IDXHIDIV20 437.723 (3.27)   |   IDXQ30 142.408 (1.41)   |   IDXSMC-COM 239.978 (2.77)   |   IDXSMC-LIQ 292.98 (3.3)   |   IDXV30 120.747 (2.08)   |   INFOBANK15 969.323 (8.87)   |   Investor33 424.184 (2.73)   |   ISSI 165.497 (1.49)   |   JII 607.992 (3.57)   |   JII70 207.954 (1.77)   |   KOMPAS100 1151.81 (10.08)   |   LQ45 901.663 (6.22)   |   MBX 1571.94 (14.64)   |   MNC36 316.426 (2.22)   |   PEFINDO25 300.975 (9.54)   |   SMInfra18 283.853 (1.3)   |   SRI-KEHATI 362.321 (2.15)   |  

Banpres Produktif Sebesar Rp 28,8 T Bidik 12 Juta Usaha Kecil dan Mikro

Senin, 24 Agustus 2020 | 14:34 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meluncurkan bantuan sosial dengan skema cash transfer dengan nama program bantuan presiden (banpres) produktif bagi pelaku usaha kecil dan mikro, di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (24/8/2020).

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, anggaran banpres produktif ini dialokasikan sebesar Rp 28,8 triliun untuk membantu 12 juta pelaku usaha kecil dan mikro.

Dalam acara tersebut, Teten mengatakan, dampak pandemi Covid-19 kepada pelaku UMKM tidak seragam namun ada banyak usaha mikro kecil yang tidak dapat bertahan akibat pandemi Covid-19. Mereka ini yang dimasukkan dalam program Banpres Produktif.

"Ada UMKM yang sedang kredit bank, maupun lembaga pembiayaan lainnya, usahanya mengalami penurunan produksi maupun penjualan. Terhadap mereka telah dialokasikan program restrukturisasi pinjaman, subsidi kredit dan pembebasan pajak, termasuk juga pembiayaan baru dengan bunga rendah," kata Teten Masduki.

Kemudian, lanjut Teten, ada juga UMKM yang sudah berkoperasi yang terdampak pandemi Covid-19. Mereka tela diberikan alokasi anggaran untuk tambahan modal kerja kepada koeprasi melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) yang berada dibawah Kementerian Koperasi dan UKM.

"Sementara ada pula pelaku usaha mikro yang belum mengakses pembiayaan, perbankan, bahkan tidak sedikit yang belum punya rekening di bank, sebagaimana arahan bapak presiden kepada kami agar kelompok ini juga mendapatkan pembiayaan dalam bentuk hibah dan disebut banpres produktif untuk usaha mikro," ujar Teten Masduki.

Untuk program banpres produktif untuk usaha mikro ini, Teten memaparkan, masing-masing pelaku usaha akan mendapatkan bantuan dana sebesar Rp 2,4 juta per usaha mikro dengan target 12 juta penerima.

Dari data yang telah dihimpun dari Dinas Koperasi dan UKM seluruh provinsi di Indonesia, Kementerian dan lembaga, koperasi yang telah disahkan badan hukumnya, OJK, Bank Himbara dan perusahaan pembiayaan pemerintah dalam hal ini BUMN dan BLU, untuk tahap awal Banpres Produktif telah disalurkan kepada satu juta pelaku usaha mikro yang tersebar di 34 provinsi dengan jumlah bantuan sebesar Rp 2,4 triliun.

"Hari ini, mereka hadir. Dan Insyaallah, sebelum akhir September sebanyak 9,16 juta pelaku usaha mikro akan menerima Banpres Produktif dengan total anggaran Rp 22 triliun. Untuk sisanya, kami sudah rakorkan kemarin, akan menyusul untuk 3 juta pelaku usaha berikutnya," terang Teten Masduki.

Dengan diberikannya banpres produktif ini, Teten Masduki mengharapkan, para pelaku usaha mikro yang unbankable dapat menambah program kerja dan melanjutkan usahanya. Terlebih lagi dapat meningkatkan inklusi keuangan. Bahkan, dengan dibukanya rekening, bagi pelaku usaha mikro yang selama ini belum terhubung, dapat menjadi terhubung dengan perbankan.

"Agar program Banpres Produktif untuk usaha mikro ini dapat tepat sasaran. dan bermanfaat. Sehingga peran UMKM dalam perekonomian nasional semakin kuat," papar Teten Masduki.

Teten mengatakan kepada Jokowi, bahwa dalam acara peluncuran banpres produktif di Istana Negera telah hadir 20 perwakilan pelaku usaha mikro penerima Banpres Produktif.

"Sedangkan sebagian besar penerima lainnya dari 34 provinsi telah terhubung dan mengikuti acara kita melalui telekonferensi di daerah masing-masing," jelas Teten Masduki.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Airlangga Hartarto: UMKM Lokal Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional

Pemerintah mendukung bangkitnya kegiatan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal karena akan mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

EKONOMI | 24 Agustus 2020

Kebijakan Ganjil-Genap Sepeda Motor Persulit Ekonomi Kelompok Menengah ke Bawah

Aturan ganjil-genap untuk sepeda motor dinilai akan semakin mempersulit perekonomian kelompok menengah ke bawah.

EKONOMI | 24 Agustus 2020

Targetkan Substitusi Impor 35%, Pemerintah Harus Benahi Jaringan Distribusi

Untuk mencapai target substitusi impor 35% pada 2022, pemerintah harus membenahi jaringan distribusi antara penghasil bahan baku dengan industri di hilir.

EKONOMI | 24 Agustus 2020

Aparat Diminta Tegas Terhadap Impor Baja Ilegal

Adanya pemalsuan SNI terhadap produk besi baja, apalagi berkualitas rendah, tentu mengganggu dan membahayakan proyek srategis nasional.

EKONOMI | 24 Agustus 2020

Emas Antam Turun ke Rp 1,023 juta Per Gram

Untuk pecahan 500 gram: Rp 481,820 juta.

EKONOMI | 24 Agustus 2020

Sri Mulyani Lantik 11 Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Kemkeu

Usaha kecil menengah adalah tulang punggung perekonomian Indonesia.

EKONOMI | 24 Agustus 2020

Sesi Siang, IHSG Naik 7 Poin ke 5.279

Sebanyak 208 saham naik, 202 saham melemah dan 154 saham stagnan.

EKONOMI | 24 Agustus 2020

Ditopang Infrastruktur, Pengiriman Paket SiCepat Tembus 1 Juta Per Hari

SiCepat telah memperkuat layanan infrastruktur dengan menambah hampir 1.000 gerai.

EKONOMI | 24 Agustus 2020

Awal Sesi, Rupiah Turun di Tengah Penguatan Mata Uang Asia

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.775-Rp 14.774 per dolar AS.

EKONOMI | 24 Agustus 2020

Awali Perdagangan, IHSG di Sekitar Garis Datar

Pukul 09.10 WIB, indeks harga saham gabungan naik 4,3 poin (0,08 persen) menjadi 5.277.

EKONOMI | 24 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS