Bongkar Klinik Aborsi, Polisi Tetapkan 17 Tersangka
INDEX

BISNIS-27 503.122 (7.61)   |   COMPOSITE 5724.74 (89.25)   |   DBX 1066.46 (9.81)   |   I-GRADE 166.255 (3.05)   |   IDX30 491.004 (8.8)   |   IDX80 129.735 (2.65)   |   IDXBUMN20 364.991 (9.26)   |   IDXG30 133.352 (2.1)   |   IDXHIDIV20 441.973 (8.53)   |   IDXQ30 143.512 (2.54)   |   IDXSMC-COM 247.38 (3.5)   |   IDXSMC-LIQ 301.054 (8.02)   |   IDXV30 127.096 (4)   |   INFOBANK15 976.214 (12.27)   |   Investor33 422.656 (6.59)   |   ISSI 167.54 (3)   |   JII 607.336 (12.69)   |   JII70 209.626 (4.39)   |   KOMPAS100 1162.4 (23.4)   |   LQ45 904.834 (17.52)   |   MBX 1587.29 (26.24)   |   MNC36 315.598 (5.98)   |   PEFINDO25 317.232 (4.1)   |   SMInfra18 287.626 (7.78)   |   SRI-KEHATI 361.444 (5.7)   |  

Bongkar Klinik Aborsi, Polisi Tetapkan 17 Tersangka

Selasa, 18 Agustus 2020 | 15:22 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / WM

Jakarta, Beritasatu.com -Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, membongkar praktik aborsi di Klinik Dr. SWS, Sp. OG, Jalan Raden Saleh I RT 02 RW 02 Nomor 10 A, Kenari, Senen, Jakarta Pusat. Penyidik menangkap dan menetapkan 17 orang tersangka dalam kasus ini.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Tubagus Ade Hidayat mengatakan, 17 tersangka itu berinisial dr. SS (57), dr. SWS (84) selaku dokter yang bertanggungjawab terhadap klinik, dr. TWP (59), EM (68), AK (27), SMK (32), W (44), J (52), M (42), S (57), WL (46), AR (44), MK (38), WS (49), CCS (22), HR (23), dan LH (46).

"Peristiwa tentang aborsi yang tidak sesuai dengan ketentuan, dan sudah diamankan 17 orang tersangka. Terdiri dari tiga orang dokter, satu orang bidan, dua orang perawat. Itu ada enam tenaga medis," ujar Tubagus, Selasa (18/8/2020).

Tubagus menambahkan, polisi juga mengamankan empat orang yang berperan melakukan negosiasi, penerimaan dan juga bagian keuangan.

"Kemudian yang turut membantu melakukan itu ada empat orang yang kita amankan, tugasnya antar jemput, membersihkan janin dan juga calo serta pembelian obat. Terakhir, tiga orang yang melakukan aborsi. Artinya satu pasangan dan kemudian orang yang menyuruh melakukan. Sehingga semuanya ada 17 orang tersangka yang kita amankan," ungkapnya.

Tubagus menyampaikan, klinik aborsi itu telah beroperasi kurang lebih selama 5 tahun. "Dalam data yang bisa kita lakukan penggeledahan ini didapatkan terhitung mulai dari Januari 2019 sampai dengan 10 April 2020, terdatakan pasien aborsi sebanyak 2.638 pasien, dengan asumsi perkiraan setiap hari kurang lebih lima sampai tujuh orang yang melakukan aborsi di tempat tersebut," katanya.

Menurut Tubagus, modus praktik aborsi itu mekanismenya pertama pasien menghubungi call center atau langsung datang ke klinik untuk membuat janji. Selanjutnya, pasien diarahkan menuju tempat pendaftaran dan konfirmasi pemeriksaan awal.

"Selanjutnya ada tujuh langkah sampai dengan pelaksanaan aborsi. Itu adalah timeline pelaksanaan aborsi yang dilakukan di klinik tersebut," jelasnya.

Biaya

Menyoal biaya, Tubagus mengungkapkan, angkanya bervariasi bergantung usia kandungan. Semisal usia kandungan 6 sampai 7 minggu biayanya Rp 1.500.000 hingga Rp 2.000.000, usia kandungan 8-10 minggu Rp 3.000.000 sampai Rp 3.500.000, usia kandungan 10-12 minggu dengan biaya Rp 4.000.000 hingga Rp 5.000.000 dan usia 15-20 minggu dengan biaya Rp 7.000.000 sampai Rp 9.000.000.

"Masalah biaya sangat bergantung kepada besar atau usia janin. Usia janin di sini kita bagi empat kriteria 6-7 minggu, 8-10 minggu, 10-12 Minggu, dan 15-20 minggu. Biayanya sangat bergantung kepada kesulitan setelah dilakukan pemeriksaan awal baik pemeriksaan medis maupun pemeriksaan dalam bentuk USG," sebutnya.

Tubagus menambahkan, soal pembagian 40 persen jatah dokter atau medis, 40 persen diberikan kepada calo, dan 20 persen untuk jatah pengelola.

"Setelah melakukan aborsi atau pengguguran kandungan, karena usianya masih umur mingguan ada yang masih berbentuk gumpalan darah dan juga ada yang sudah berbentuk janin bayi. Bagaimana cara pemusnahan barang bukti tersebut mengingat jumlahnya sampai dengan ribuan berdasar data satu tahun kemarin, maka yang dilakukan adalah setelah dilakukan pelaksanaan aborsi kemudian janin diletakkan di ember, kemudian dimusnahkan dengan cara diberikan larutan, kemudian menjadi larut dia, kemudian dilakukan pembuangan melalui closet. Itu adalah proses sehingga sampai dengan saat ini kita belum menemukan adanya makam terhadap janin tersebut, karena proses penghilangan barang bukti dengan demikian," terangnya.

Tubagus menyebutkan, kasus aborsi ini terbongkar bermula dari keterangan SS salah satu tersangka kasus pembunuhan bos roti asal Taiwan, Hsu Ming Hu, yang jenazahnya dibuang di Sungai Citarum, Subang, Jawa Barat. "Awal daripada penyelidikan adalah salah satu dari tersangka kita kemarin itu adalah orang yang juga melakukan aborsi di tempat ini," tandasnya.

Para tersangka dikenakan Pasal 299 KUHP dan atau Pasal 346 KUHP dan atau Pasal 348 ayat (1) KUHP dan atau Pasal 349 KUHP dan atau Pasal 194 juncto Pasal 75 UU 36/2009 Tentang Kesehatan, dan atau Pasal 77A juncto Pasal 45A UU 35/2014 tentang Perubahan Atas UU 23/2002 Tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 10 tahun.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kasus E-KTP Djoko Tjandra, Mantan Lurah Grogol Dicecar 22 Pertanyaan

Mantan lurah Grogol Asep Subhan dinonaktifkan setelah ketahuan menerbitkan KTP untuk Djoko yang saat itu masih menjadi buron jaksa.

MEGAPOLITAN | 18 Agustus 2020

Hasil Swab Test 55 Anggota DPRD Kabupaten Bogor Negatif

Satu orang staf DPRD Kabupaten Bogor kembali dinyatakan positif covid-19, usai dilakukan penelusuran oleh Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor.

MEGAPOLITAN | 18 Agustus 2020

Karyawan Reaktif Corona, Kantor BMKG Ditutup Sementara Selama Sepekan

Dari rapid test pada 12 agustus lalu, terdapat 31 karyawan reaktif. Mereka akhirnya menjalani swab test.

MEGAPOLITAN | 18 Agustus 2020

Pelanggar Protokol Kesehatan di Tangsel Akan Didenda

Pemkot Tangerang Selatan akan menerapkan sanksi denda kepada para pelanggar PSBB di Kota Tangerang Selatan.

MEGAPOLITAN | 18 Agustus 2020

Kasus Covid-19 Mingguan di Tangerang Tembus Level Tertinggi

Dalam seminggu terakhir ada 76 kasus baru yang terkonfirmasi positif dalam periode 10-17 Agustus, lebih tinggi dari rekor sebelumnya 75 kasus.

MEGAPOLITAN | 18 Agustus 2020

Selama PSBB, Angka Perceraian di Tangsel Meningkat

Di masa normal angka perceraian bisa mencapai 2.500 sampai 3.000, dengan adanya pandemi Covid-19 ini, angkanya meningkat 10 persen.

MEGAPOLITAN | 18 Agustus 2020

BPJamsostek Bogor Kota Salurkan Donasi APD

BPJamsostek Bogor Kota mendonasikan 60 set APD ke rumah sakit yang menangani pasien Covid-19.

MEGAPOLITAN | 18 Agustus 2020

Tiga ASN Pemkot Tangerang Positif Covid-19

Dinas Kesehatan Kota Tangerang akan terus mengawaki ketiga ASN yang terkonfirmasi Covid-19 tersebut.

MEGAPOLITAN | 18 Agustus 2020

Remaja Pembunuh Balita Divonis 2 Tahun Penjara

Putusan hakim sudah dirasa tepat karena apabila tidak dijerat hukuman, maka dapat menyakiti keluarga bocah balita yang menjadi korban pembunuhan NF.

MEGAPOLITAN | 18 Agustus 2020

Wakil Ketua DPRD DKI Minta Insentif Tenaga Medis Segera Dibayarkan

Taufik meminta insentif dokter dan tenaga medis yang menangani virus corona (Covid-19) harus segera dibayarkan.

MEGAPOLITAN | 18 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS