Langgar Hukum, Pasang Sirine di Kendaraan Pribadi
INDEX

BISNIS-27 510.175 (-17.99)   |   COMPOSITE 5783.33 (-162.95)   |   DBX 1064.04 (-3.52)   |   I-GRADE 168.858 (-6.35)   |   IDX30 499.932 (-20.46)   |   IDX80 131.904 (-5.05)   |   IDXBUMN20 373.781 (-16.94)   |   IDXG30 136.463 (-5.07)   |   IDXHIDIV20 450.262 (-17.47)   |   IDXQ30 146.101 (-5.82)   |   IDXSMC-COM 248.411 (-4.69)   |   IDXSMC-LIQ 303.864 (-9.52)   |   IDXV30 127.988 (-5.61)   |   INFOBANK15 983.467 (-30.4)   |   Investor33 429.105 (-15.66)   |   ISSI 169.797 (-5.07)   |   JII 620.069 (-24.81)   |   JII70 213.196 (-7.42)   |   KOMPAS100 1177.3 (-40.52)   |   LQ45 920.112 (-35.48)   |   MBX 1606.46 (-51.44)   |   MNC36 321.125 (-12.05)   |   PEFINDO25 316.867 (-8.18)   |   SMInfra18 295.49 (-12.78)   |   SRI-KEHATI 366.206 (-13.14)   |  

Langgar Hukum, Pasang Sirine di Kendaraan Pribadi

Sabtu, 24 Oktober 2020 | 09:53 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / WM

Jakarta, Beritasatu.com -Pemasangan lampu isyarat atau rotator dan sirine di kendaraan pribadi merupakan pelanggaran hukum. Pelanggar dapat dikenakan sanksi pidana kurungan paling lama 1 tahun atau denda Rp 250.000.

Pemerhati masalah transportasi Budiyanto mengatakan, kendaraan pribadi yang memasang lampu isyarat atau rotator dan sirine dengan tujuan mendapatkan prioritas dalam berlalu lintas masih sering terlihat di jalan. Ironisnya, mereka juga kerap mengemudikan kendaraanya dengan ugal-ugalan sehingga mengabaikan keamanan dan keselamatan pengguna jalan lain.

"Sikap dan perilaku mereka seperti petugas resmi yang sedang melaksanakan tugas dengan membunyikan sirene dan menghidupkan lampu isyarat atau rotator," ujar Budiyanto, Sabtu (24/10/2020).

Dikatakan Budiyanto, masyarakat ada yang sudah mengerti, namun ada juga yang tidak paham tentang penggunaan rotator atau sirine. Berdasarkan UU 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan diatur bahwa untuk kepentingan tertentu kendaraan bermotor dapat dilengkapi dengan lampu isyarat dan atau sirene, terdiri atas warna merah, biru, dan kuning.

"Lampu isyarat warna merah atau biru berfungsi sebagai tanda kendaraan bermotor yang memiliki hak utama. Sedangkan lampu isyarat warna kuning sebagai tanda peringatan kepada pengguna jalan lain," ungkapnya.

Budiyanto menyampaikan, pengaturan penggunaan lampu isyarat sudah diatur sedemikian rupa antara lain:
a. Lampu isyarat warna biru dan dan sirene digunakan untuk kendaraan bermotor petugas Kepolisian Negara RI.
b. Lampu isyarat warna merah dan sirene digunakan untuk kendaraan tahanan, pengawalan Tentara Nasional Indonesia, pemadam kebakaran, ambulans, palang merah, rescue, dan mobil jenazah.
c. Lampu isyarat warna kuning tanpa sirene digunakan kendaraan bermotor patroli jalan tol, pengawasan sarana dan prasarana jalan tol, pengawasan sarana dan prasarana lalu lintas dan angkutan jalan, perawatan dan pembersihan fasilitas umum, menderek kendaraan, dan angkutan barang khusus.

"Pemasangan lampu isyarat dan atau sirene pada kendaraan pribadi untuk keperluan pribadi tidak diatur dalam Undang-undang lalu lintas dan angkutan Jalan. Dengan demikian bagi pengemudi kendaraan bermotor pribadi yang memasang lampu isyarat dan atau sirene merupakan pelanggaran lalu lintas," tegasnya.

Kendaraan pribadi memasang rotator dan sirine merupakan pelanggaran diatur dalam Pasal 287 ayat 4 UU Nomor 22 Tahun 2009, berbunyi: "Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang melanggar ketentuan mengenai penggunaan atau hak utama bagi kendaraan bermotor yang menggunakan alat peringatan dengan bunyi dan sinar, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250.000 (dua ratus lima puluh ribu rupiah)."

Budiyanto menambahkan, perilaku pemilik kendaraan pribadi bersirine dan rotator yang kerap ngebut dan ugal-ugalan di jalan bukan hanya melanggar peraturan lalu lintas, namun juga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

"Sehingga perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat luas tentang lampu isyarat atau sirine," tandasnya.

Sementara itu, pelanggaran kendaraan pribadi memasang rotator atau sirine juga menjadi sasaran penindakan dalam Operasi Zebra Jaya yang rencananya digelar pada 26 Oktober hingga 8 November 2020 mendatang.

"Sasaran Operasi Zebra Jaya 2020 di antaranya pelanggaran melawan arus lalu lintas, tidak memakai helm, pelanggaran stop line atau marka jalan, penggunaan strobo dan rotator, serta melintasi bahu jalan," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Rumput Hybrid di Jakarta Stadium Ditargetkan Rampung Desember

Rumput hybrid ini memiliki komposisi 5% rumput sintetis yang diimpor dari Italia dan rumput naturalnya sebesar 95 persen yang merupakan jenis rumput Zoysia.

MEGAPOLITAN | 24 Oktober 2020

PSBB Transisi, DKI Tingkatkan Kapasitas Testing, Tracing Treatment

Diperlukan keseimbangan antara kebijakan pelonggaran dengan peningkatan kapasitas 3T.

MEGAPOLITAN | 24 Oktober 2020

KPU Kota Tangerang Selatan Mulai Lelang Logistik Pilkada Tangsel 2020

Beberapa komponen yang dilelang untuk logistik Pilkada Tangsel diantaranya adalah berupa kotak suara, kertas surat suara, bilik pencoblosan, tinta,dan APD.

MEGAPOLITAN | 23 Oktober 2020

Akhir Pekan, Kasus Covid di Jakarta Tembus 100.000 Kasus

Total orang dinyatakan telah sembuh 84.430 orang dengam tingkat kesembuhan 85,1%. Sedangkan total 2.138 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 2,2%.

MEGAPOLITAN | 23 Oktober 2020

Pemprov DKI Akan Carikan Solusi Terbaik soal Pembongkaran Tiang Monorel

Sejumlah pihak termasuk DPRD DKI menilai keberadaan tiang-tiang dari proyek monorel yang mangkrak tersebut, membahayakan dan merusak estetika ibu kota.

MEGAPOLITAN | 23 Oktober 2020

DKI Belum Putuskan Perpanjangan PSBB Transisi

Wagub DKI Riza Patria mengungkap selama PSBB transisi, belum ada tanda-tanda peningkatan kasus Covid di ibukota. Justru yang terjadi kecenderungannya menurun.

MEGAPOLITAN | 23 Oktober 2020

KPAI Sebut Demo Berisiko dan Bahaya Buat Jiwa Anak

Menyampaikan aspirasi itu merupakan hak anak tapi harus melalui saluran yang tepat, aman, dan tidak berisiko bagi anak.

MEGAPOLITAN | 23 Oktober 2020

Polisi Ciduk Pelaku Penodongan di Terminal Bus Tanjung Priok dan Danau Sunter

Komplotan penodong itu masih berusia sekitar 20 tahun yang sering melakukan aksinya di Terminal Bus Tanjung Priok dan Danau Sunter.

MEGAPOLITAN | 23 Oktober 2020

Wali Kota Tangerang Mengaku Belum Tahu Alokasi Vaksin untuk Daerahnya

Ditambahkan Arief, lantaran belum dapat informasi apapun terkait vaksin tersebut, pihaknya juga hingga kini belum dapat melakukan pendataan.

MEGAPOLITAN | 23 Oktober 2020

Puluhan Rumah di Bekasi Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Sebanyak 14 rumah warga di RW 013 PUP mengalami kerusakan setelah diterjang angin puting beliung.

MEGAPOLITAN | 23 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS