Ekonom PKS: Genderuwo Adalah Segelintir Orang yang Kuasai Perekonomian Nasional
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Ekonom PKS: Genderuwo Adalah Segelintir Orang yang Kuasai Perekonomian Nasional

Rabu, 14 November 2018 | 18:55 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / WM

Jakarta - Sosok genderuwo belakangan menjadi tenar pasca Presiden Joko Widodo (Jokowi) melontarkan kritik terhadap kondisi politik Tanah Air. Setelah sebelumnya menyebut "politik sontoloyo", Jokowi kembali melontarkan kiasan "politik genderuwo" yang mengarah pada politik yang menebar ketakutan.

Menyikapi kondisi ini, pakar ekonomi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Farouk Abdullah Alwyni menilai, genderuwo hanya pantas disematkan kepada segelintir pihak yang menguasai perekonomian nasional.

"1% dari masyarakat kita mengontrol 50% perekonomian masyarakat. Satu persen menguasai 50%, jadi yang 1% ini yang mungkin dimaksud (genderuwo)," kata Farouk, dalam diskusi "Rabu Biru" bertema : Prabowo-Sandi Menumpas Genderuwo Ekonomi, di Prabowo-Sandi Media Center, Sriwijaya, Jakarta Selatan, Rabu (14/11).

Ahli ekonomi syariah itu menilai, selama beberapa dekade ini hanya sekitar 20% masyarakat yang merasakan pertumbuhan ekonomi. Sisanya, sekitar 80% tidak mendapat manfaat pertumbuhan ekonomi.

"Padahal, salah satu cara jitu Indonesia untuk keluar dari negara ke-tiga adalah keadilan ekonomi," ungkap mantan direksi Muamalat yang juga caleg PKS dari Dapil DKI 2 itu.

Menurutnya, suka tidak suka tumbuhnya konglomerasi di Indonesia juga sangat dipengaruhi sejak masa Orde Baru (Orba). Konglomerasi di Indonesia juga timbul karena didukung oleh birokrasi yang kurang memperhatikan pemerataan pertumbuhan ekonomi nasional.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

Usung Prabowo-Sandi, Partai Koalisi Yakin Berdampak Elektoral

Dhimam Abror meyakini, coat-tail effect atau dampak elektoral terhadap partai pendukung akan tetap ada

NASIONAL | 14 November 2018

Bank Sampah Dorong Peningkatan Daur Ulang Plastik

prilaku collecting system harus dibangun di masyarakat lewat adanya bank-bank sampah di tingkat RW atau kelurahan sehingga akan lebih banyak sampah plastik yang didaurulang dan tercipta ekonomi sirkular

NASIONAL | 14 November 2018

Jadi Korban Lion Air, Jenazah WN Italia Belum Diambil

Jenazah Andrea Manfredi yang berhasil diidentifikasi tim DVI Mabes Polri masih disimpan.

NASIONAL | 14 November 2018

Sejumlah Artis Ibu Kota Siap Meriahkan Wisuda UBSI

Kehadiran artis ibu kota sebagai apresiasi dari kampus untuk wisudawan.

NASIONAL | 14 November 2018

Wapres Bantah Pemberian Tunjangan Kinerja Bersifat Politis

Kenaikan tunjangan diberikan berdasarkan kinerja ASN.

NASIONAL | 14 November 2018

Tim DVI Telah Identifikasi 89 Jenazah Penumpang Lion Air

Proses identifikasi terfokus pada pemeriksaan DNA.

NASIONAL | 14 November 2018

4 Jenazah Lion Air Teridentifikasi Lewat DNA

Atas nama Robert Susanto, laki-laki, usia 56 tahun.

NASIONAL | 14 November 2018

Kembali Dinyatakan Menipu, Henry Gunawan Dituntut 3,5 Tahun Penjara

Henry J Gunawan dituntut hukuman penjara selama 3 tahun 6 bulan dalam kasus kongsi pembangunan dan pengelolaan Pasar Turi Surabaya.

NASIONAL | 14 November 2018

Wapres: Pengawasan Dana Desa Perlu Ditingkatkan

JK juga meminta aparat keamanan lebih banyak mengawasi pengunaan dana desa.

NASIONAL | 14 November 2018

Diajak Makan Jokowi di Singapura, Begini Reaksi TKW

TKW yang sedang berada di kawasan tersebut menyambut kedatangan Jokowi sambil berswafoto.

NASIONAL | 14 November 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS