Tannas di Bidang Pariwisata, Mahasiswa Harus Kenal Papeda, Gudeng, Konro...
INDEX

BISNIS-27 447.922 (0.22)   |   COMPOSITE 5096.45 (-4.63)   |   DBX 966.383 (0.26)   |   I-GRADE 139.404 (0.54)   |   IDX30 427.333 (0.82)   |   IDX80 113.424 (-0.07)   |   IDXBUMN20 292.954 (-1.76)   |   IDXG30 119.109 (0.49)   |   IDXHIDIV20 379.033 (0.39)   |   IDXQ30 124.381 (0.25)   |   IDXSMC-COM 220.154 (-1.19)   |   IDXSMC-LIQ 258.539 (-0.54)   |   IDXV30 108.161 (-0.91)   |   INFOBANK15 830.634 (2.07)   |   Investor33 372.738 (0.67)   |   ISSI 150.924 (0.03)   |   JII 548.46 (1.53)   |   JII70 187.38 (0.16)   |   KOMPAS100 1019.47 (0.03)   |   LQ45 787.196 (1.37)   |   MBX 1409.36 (-1.53)   |   MNC36 279.413 (0.25)   |   PEFINDO25 280.307 (-3.18)   |   SMInfra18 241.86 (0.29)   |   SRI-KEHATI 315.824 (0.31)   |  

Tannas di Bidang Pariwisata, Mahasiswa Harus Kenal Papeda, Gudeng, Konro...

Rabu, 6 Februari 2019 | 20:44 WIB
Oleh : Willy Masaharu / WM

Palembang, Beritasatu.com - Ketahanan Nasional (Tannas) di bidang Pariwisata harus dimulai dengan memperkenalkan berbagai macam makanan tradisional kepada anak didik. Ketidaktahuan anak didik terhadap kayanya budaya kuliner asli Indonesia menyebabkan pariwisata Indonesia tidak berkembang dan tanpa disadari akan digeser oleh kuliner asing. Memperkenalkan segala jenis kuliner asli Indonesia sejak dini secara tidak langsung juga akan menciptakan ketahanan pangan dan industri pariwisata Indonesia.

Demikian ditegaskan oleh Alumnus Lemhannas PPSA XXI, AM Putut Prabantoro kepada ratusan mahasiswa Politeknik Pariwisata Palembang dalam kuliah perdana, Senin (4/2). Dalam kuliah perdana yang dibuka oleh Direktur Politeknik Pariwisata Palembang, Dr Zulkifli Harahap.MM, hadir juga sebagai pembicara dalam kuliah perdana itu, Staff Ahli bidang Ekonomi dan Kawasan Pariwisata, Kempar Dr Anang Sutono, MM.Par, CHE, Ferdiansyah (Komisi X DPR RI) dan Caturida Meiwanto Doktoralina (Ketua Asosiasi Dosen dan Guru Provinsi Banten, yang juga alumnus Lemhannas PPSA XXI).

Dalam paparannya yang berjudul “JADI “LOE” MAU GIMANA, COY ?, Putut Prabantoro mengawali kuliahnya dengan memperkenalkan besarnya sebuah negara yang bernama Indonesia. Disebutkan, luas Indonesia itu adalah separuh luas Australia, lebih luas dari Benua Eropa yang terdiri dari 11 negara. Bahkan Provonsi Palangkaraya luasnya tiga kali negara Singapura, Danau Toba luasnya 570 kali negara Monaco atau Provinsi Jawa Timur luasnya 2,5 kali negara Kuwait.

“Dengan luasan seperti itu, berbagai macam makanan tradisional ada di setiap daerah ataupun pulau. Rata-rata mahasiswa belum pernah ke daerah-daerah di lain pulau di Indonesia. Sehingga seharusnya ada kurikulum wajib untuk mahasiswa pariwisata pergi ke daerah lain di Indonesia dan mengenal Tanah Air, budaya suku-suku di Indonesia serta kuliner khas daerah masing-masing seperti papeda, gudeg, konro dan lainnya. Tanpa memperkenalkan daerah dan makanan khasnya ke Indonesia, pendidikan pariwisata Indonesia akan hilang karena anak didik berkiblat pada kuliner barat,” tegas Putut Prabantoro.

Oleh karenanya, Putut Prabantoro, yang juga konsultan komunikasi publik itu, menyarankan, agar institusi pendidikan pariwisata Indonesia memperkenalkan kekayaan potensi pariwisata termasuk budayanya dan juga kekayaan kuliner tradisional Indonesia agar anak didiknya membumi pada kekayaan dan keindahan tanah airnya.

Sementara itu, Caturida Meiwanto Doktoralina menegaskan bahwa, untuk mencapai keberhasilan di bidang pariwisata, para mahasiswa harus mengerti kondisi persaingan dunia tourisme di dunia. Diibaratkan dengan burung elang, yang ingin berusia lebih dari 70 tahun, tahap penderitaan melalui pergantian kuku dan paruh pada usia 40 tahun tidak mungkin dihindari. Jika ingin berusia panjang, burung elang hanya memiliki satu pilihan yakni menderita dengan pergantian kuku dan paruh.

“Jika kita yakin berdasarkan data yang ada bahwa dunia pariwisata merupakan bisnis masa depan yang menjanjikan dalam era Milenial, kerja keras melalui pendidikan yang tidak mudah, harus dijalani. Harus ada semangat tempur untuk memenangkan persaingan global di bidang pariwisata dari hulu ke hilir. Selain itu, pendidikan etika dan moral yang menjadi landasan wujud dunia pariwisata Indonesia harus dibangun oleh para mahasiswa yang dalam 15 tahun akan menjadi enterpreneur-enterprenus baru dalam dunia pariwisata,” ujar Caturida Meiwanto Doktoralina.

Caturida, yang juga Ketua Asosiasi Dosen dan Guru Provinsi Banten, meminta para dosen untuk lebih terbuka wawasannya terhadap keterbukaan perkembangan teknologi dan informasi yang serba cepat. Kreativitas dalam mendidik sekolah kejuruan pariwisata sangat dibutuhkan oleh para anak didik.

“Industri pariwisata itu tidak mungkin sama yang ditawarkan. Keunikan, keistimewaan, kekhasan selalu menjadi nomor satu dalam industri ini. Sangat dibutuhkan pendidikan yang dapat menumbuhkan kreativitas anak didik. Bakpia Jogya dulu hanya dikenal isinya kacang hijau. Sekarang berbagai macam varian rasa sudah ada di bakpia Jogya. Dan yang lebih penting dari segalanya adalah, bagaimana industri pariwisata Indonesia akan berujung pada terwujudnya ketahanan nasional khususnya di bidang ekonomi dan budaya,” tegas Caturida.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Menteri Agraria Tegaskan Orang Asing Dapatkan Sertifikat Tanah Hoax

Orang asing tidak akan mungkin diberikan sertifikat karena hal tersebut adalah pelanggaran hukum.

NASIONAL | 6 Februari 2019

Jokowi Gunakan Strategi Ofensif karena Situasi dan Kondisi

Muradi mengatakan, penggunaan strategi defensif dan ofensif atau gabungan keduanya dalam kontestasi politik merupakan strategi yang wajar dan sah-sah saja

NASIONAL | 6 Februari 2019

Tabur 31.1 Kejagung Amankan Buronan ke-9 di 2019

rogram Tangkap Buronan (Tabur) 31.1 Kejaksaan tahun 2019 berhasil mengamankan buronan ke-9 pada awal tahun in

NASIONAL | 6 Februari 2019

Inayah Wahid: Percepat Pengesahan RUU P-KS

Pemerintah bersama DPR diharapkan bisa segera membahas dan mengesahkan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS)

NASIONAL | 6 Februari 2019

Dinkes Sumut Waspadai Penyebaran DBD

Jumlah pasien tertinggi akibat DBD berada di Kota Medan.

NASIONAL | 6 Februari 2019

Pemerintah dan DPR Diminta Luruskan Informasi Substansi RUU P-KS

JKP3 meminta DPR dan Pemerintah segera meluruskan disinformasi dengan memberikan informasi terkait substansi RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

NASIONAL | 6 Februari 2019

Polisi Dalami Upaya Hilangkan Rekaman CCTV di PT Liga Indonesia

Polisi saat ini mencari informasi terkait usaha menghilangkan rekaman CCTV khususnya di PT Liga Indonesia.

NASIONAL | 6 Februari 2019

Jelang Musim Panen, Kemtan Berharap Bulog dan Peternak Serap Jagung Petani

Sampai Februari dan Maret nanti panen jagung bisa mencapai 8-10 juta ton.

NASIONAL | 6 Februari 2019

Petisi RUU Kekerasan Seksual Berisi Pasal-pasal Hoax

JKP3 menyesalkan adanya informasi bohong (hoax) terkait dengan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) yang beredar di masyarakat.

NASIONAL | 6 Februari 2019

Tak Usung Caleg Mantan Koruptor, Parpol Menuai Citra Positif

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengumumkan daftar calon anggota legislatif (Caleg) eks koruptor ke publik.

NASIONAL | 6 Februari 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS