Kartu Prakerja Jokowi Solusi Maksimalkan Bonus Demografi
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Kartu Prakerja Jokowi Solusi Maksimalkan Bonus Demografi

Rabu, 13 Maret 2019 | 22:02 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Peluncuran program Kartu Prakerja yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) jika terpilih kembali di periode kedua 2019-2024, dinilai akan makin memaksimalkan bonus demografi berupa jumlah sumber daya manusia (SDM). Sekaligus meningkatkan kualitas para tenaga kerja berusia muda (rata-rata dibawah 30 tahun) yang mencapai setengah dari total penduduk Indonesia.

Politisi muda asal PKB, Tommy Kurniawan mengatakan, Kartu Prakerja yang ditujukan kepada tenaga kerja baru dan juga lama, baik untuk mendapatkan layanan pelatihan vokasi (skilling, up-skilling, re-skilling), sertifikasi kompetensi kerja, atau untuk pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), dinilai akan menambah ketrampilan dan bobot tenaga kerja Indonesia sehingga mampu bersaing di era globalisasi. Bahkan, Kartu Prakerja tersebut dapat pula mendorong kreatifitas dan inovasi tenaga kerja muda Indonesia untuk mengembangkan jiwa enterpreneurship sehingga mampu menciptakan lapangan kerja baru.

"Kartu Prakerja itu sangat baik dan tepat di era bonus demografi berupa tenaga kerja muda Indonesia yang besar, namun kurang memiliki skill dan kualitas yang dibutuhkan di era industri yang mengarah ke revolusi industri 4.0. Sumber daya manusia itu investasi. Jika investasi tersebut terlatih dan trampil sesuai dengan bidang yang dibutuhkan industri atau perusahaan, maka akan bisa memajukan perekonomian nasional," kata Tommy pada keterangannya di Jakarta Rabu (13/3).

Hal tersebut dinyatakan saat dirinya diminta pendapat terkait Kartu Pra-kerja yang disampaikan Jokowi beberapa waktu lalu di Konvensi Rakyat, "Optimis untuk Indonesia Maju", di Sentul, Jawa Barat lalu.

Ia menambahkan, Kartu Prakerja sangat berguna bagi para fresh graduate atau anak-anak muda yang kurang memiliki keterampilan agar bisa dilatih sehingga lebih mudah mencari kerja dan diterima di perusahaan perusahaan.

"Langkah berikutnya, pemerintah harus membuat pemetaan sehingga para pemilik Kartu Prakerja yang sudah mengikuti pelatihan dan peningkatan skill bisa langsung disalurkan ke perusahaan-perusahaan yang membutuhkan. Harus ada link and match yang efektif antara pemilik kartu, pemerintah, dan perusahaan," jelas Tommy.

Sambutan antusias juga disampaikan generasi muda yang merupakan angkatan kerja baru. Menurut Adam Zainul Bahri dan Okty Syaira, program Kartu Pra-kerja merupakan harapan baru untuk lebih mengembangkan minat dan bakat dalam bekerja. Menurut keduanya, keberadaan kartu tersebut akan makin melengkapi peran total pemerintah yang tak hanya menyediakan lapangan pekerjaan, tapi juga menyiapkan tenaga kerja yang lebih trampil dan berkualitas.

"Tak hanya di kota-kota besar yang peluang bekerja masih besar, kartu pra-kerja ini akan memberikan banyak manfaat bagi generasi muda yang berada di kota kecil sehingga potensi mereka juga lebih berkembang. Bahkan, para pemilik kartu dapat terbuka wawasannya dan membangun jiwa enterpreneurship untuk menciptakan sesuatu di bidang yang menjadi minatnya," ucap Adam, anak muda asal Jakarta.

Menurut Okty, agar program kartu pra-kerja bisa lebih maksimal, maka keterlibatan BUMN dan perusahaan swasta nasional harus dioptimalkan karena jumlah tenaga kerja di Indonesia sangat besar. "Selain untuk tidak terlalu memberatkan APBN, BUMN dan pihak swasta nasional bisa dilibatkan dalam pelatihan yang diberikan instruktur profesional yang sesuai dengan industri yang dibutuhkan," tambah perempuan muda yang berdomisili di Bekasi itu.

Dalam menyongsong industri 4.0, kebutuhan tenaga kerja yang melek tehnologi mengambil porsi terbesar. Meski demikian, kebutuhan tenaga kerja berkualitas di sektor-sektor lain tak kalah penting.

"Memang IT, khususnya pembuat program atau analisis big data butuh sumber daya manusia yang besar. Apalagi di era industri 4.0. Namun, hampir semua sektor butuh sumber daya berkualitas di tengah era golobalisasi. Mulai dari bidang pertanian, manufaktur, hingga olahraga, dll membutuhkan tenaga kerja yang trampil dan matang," ungkap Tommy.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pemerintah Inggris Siap Bantu Pelatihan Vokasi di Jatim

Pemerintah Inggris berjanji akan memberikan banyak hal untuk pendidikan vokasi.

NASIONAL | 13 Maret 2019

Kredit Macet di BJB Syariah, Aher: Saya Tidak Tahu-menahu

Ahmad Heryawan mengaku tidak tahu menahu tentang kredit macet di Bank Jabar Banten Syariah (BJBS).

NASIONAL | 13 Maret 2019

Kader Dipanah, Yusril Minta Kepolisian Usut Tuntas

Ketua Tim Pemenangan Partai Bulan Bintang, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, dipanah orang tidak dikenal saat hendak pulang ke rumahnya

NASIONAL | 13 Maret 2019

KKP Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Terbesar

Kementerian Kelautan dan Perikanan menggagalkan upaya penyelundupan benih lobster ke Singapura.

NASIONAL | 13 Maret 2019

Komisi II: WNA Tak Boleh Miliki Hak Memilih di Pemilu 2019

Anggota Komisi II DPR Yandri Susanto mendesak Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kemdagri tak menyepelekan data e-KTP untuk warga negara asing (WNA).

NASIONAL | 13 Maret 2019

Gerindra: PSI Mendegradasi Pemerintahan Jokowi

pidato Ketum PSI Grace Natalie sebenarnya mengonfirmasi dan mendegrasi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) yang gagal membangun kerukunan umat beragama

NASIONAL | 13 Maret 2019

Relawan Samawi Nilai Prabowo Perlu Belajar Kendalikan Emosi di Ruang Publik

Calon presiden (capres) 02 Prabowo Subianto perlu lebih mengendalikan emosi saat di ruang-ruang publik.

NASIONAL | 13 Maret 2019

Wiranto: Jangan Diributkan Seakan Ledakan di Sibolga Bagian dari Menganggu Pemilu.

Terorisme bergerak tatkala ada kelengahan dari aparat keamanan.

NASIONAL | 13 Maret 2019

Timnas Pencegahan Korupsi Sudah Jalankan Perpres 54/2018

Tim Nasional (timnas) pencegahan korupsi bekerja sesuai amanat Peraturan Presiden (Perpres) 54/2018.

NASIONAL | 13 Maret 2019

Wiranto Minta Semua Pihak Doakan Prajurit TNI-Polri yang Bertugas di Papua

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto meminta agar seluruh pihak mendoakan aparat keamanan yang bertugas di Papua.

NASIONAL | 13 Maret 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS