KPK Cecar Adik Nazaruddin Soal Aliran Gratifikasi Bowo Sidik

KPK Cecar Adik Nazaruddin Soal Aliran Gratifikasi Bowo Sidik

Senin, 1 Juli 2019 | 19:29 WIB
Oleh : Fana Suparman / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung memeriksa Anggota Komisi VII DPR Fraksi Demokrat, M Nasir, Senin (1/7/2019). Nasir diperiksa sebagai saksi kasus dugaan penerimaan gratifikasi yang menjerat anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso. Pemeriksaan Nasir dilakukan tim penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Indung, pegawai PT Inersia yang juga orang kepercayaan Bowo Sidik.
Dalam pemeriksaan ini, tim penyidik mencecar Nasir soal aliran dana gratifikasi yang diduga diterima Bowo.

"Penyidik mendalami pengetahuan saksi terkait dugaan aliran dana gratifikasi kepada tersangka BSP (Bowo Sidik Pangarso)," kata Jubir KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi.

Sebelumnya, KPK pernah menggeledah ruang kerja M Nasir pada Sabtu, 4 Mei 2019. Namun, tidak ada yang disita oleh KPK dari ruang kerja Nasir.

Penggeledahan ini diduga berkaitan dengan pemberian gratifikasi untuk Bowo Sidik Pangarso terkait pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK). KPK sedang mendalami gratifikasi tersebut.

Selain Nasir, tim penyidik KPK juga menjadwalkan empat saksi lainnya terkait kasus dugaan gratifikasi Bowo Sidik pada hari ini. ‎Empat saksi lainnya tersebut yakni, Staf M Nasir, Rati Pitria Ningsi; dan tiga pihak swasta, Novi Novalina, Tajudin, serta Kelik Tahu Priambodo. Namun, keempat saksi tersebut mangkir dari pemeriksaan penyidik.

"Belum diperoleh informasi ketidakhadiran keempat saksi," kata Febri.
Diberitakan, KPK menetapkan anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso dan anak buahnya, staf PT Inersia bernama Indung serta Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti sebagai tersangka setelah diperiksa intensif setelah ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (27/3/2019) hingga Kamis (28/3/2019) dinihari.

Bowo melalui Indung diduga menerima suap dari Asty dan petinggi PT Humpuss Transportasi Kimia lainnya terkait kerja sama bidang pelayaran menggunakan kapal PT Humpuss Transportasi Kimia.

Tak hanya suap dari PT Humpuss Transportasi Kimia, Bowo juga diduga menerima gratifikasi dari pihak lain. Secara total, suap dan gratifikasi yang diterima Bowo mencapai sekitar Rp 8 miliar. Uang tersebut dikumpulkan Bowo untuk melakukan serangan fajar pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kasus Suap Aspidum Kejati DKI, 3 Orang Dilarang ke Luar Negeri

Dua dari pihak swasta bernama Sendi Pericho dan Tjhun Tje Ming serta seorang PNS bernama Arih Wira Suranta.

NASIONAL | 1 Juli 2019

2 Tahun Jadi Tersangka, Mantan Kadis PU Papua Ditahan KPK

KPK menahan Maikel di Rutan Pomdam Jaya Guntur.

NASIONAL | 1 Juli 2019

Wadah Pegawai Bentuk Tim Kawal Seleksi Capim KPK

Wadah akan meminta masukan dari ahli, koalisi masyarakat sipil, akademisi serta pemangku kepentingan lain.

NASIONAL | 1 Juli 2019

TNI Hentikan Sementara Pencarian Helikopter MI 17

Pencarian akan kembali dilanjutkan dengan dua unit helikopter jenis bell.

NASIONAL | 1 Juli 2019

E-TLE Bisa Merekam Wajah Pengemudi yang Melanggar Lalin

Tilang elektronik dapat merekam wajah pengendara yang melanggar lalu lintas

NASIONAL | 1 Juli 2019

Ketua KPK Sebut Kasus BLBI dan E-KTP Tuntas Sebelum Desember

Agus menyebut ada dua perkara yang menurutnya harus tuntas, yaitu kasus BLBI dan e-KTP.

NASIONAL | 1 Juli 2019

Keahlian Operasi Militer Selain Perang Prajurit TNI Patut Diapresiasi

Keahlian dan keterampilan prajurit TNI di bidang hukum dan komputer juga menjadi konsentrasi baru mengatasi berbagai ancaman sosial budaya dan ancaman.

NASIONAL | 1 Juli 2019

Begini Cara Kerja Tilang Elektronik

Tilang elektronik mulai diberlakukan hari ini

NASIONAL | 1 Juli 2019

Tingkatkan Efektivitas, Kolinlamil Perbarui Alutsista

Kolinlamil perlu menajamkan dan meningkatkan kemampuan operasional laut militer.

NASIONAL | 1 Juli 2019

Kenang KAA, Taman Asia Afrika Dibangun di Kiara Artha Park

Taman seperti angka delapan ini dibangun di lahan seluas 12,9 hektare.

NASIONAL | 1 Juli 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS