Mahasiswa Papua Bogor: Kekerasan dan Rasisme di Indonesia Harus Selesai
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Mahasiswa Papua Bogor: Kekerasan dan Rasisme di Indonesia Harus Selesai

Rabu, 21 Agustus 2019 | 18:49 WIB
Oleh : Vento Saudale / WM

Bogor, Beritasatu.com - Mahasiswa Papua Bogor menilai, kekerasan dan rasisme terhadap masyarakat Papua harus selesai. Kekerasan dan rasisme di Jawa Timur merupakan momen pemerintah untuk menghapus stereotip buruk terhadap orang Papua.

Hal itu dikatakan, Ketua Persatuan Mahasiswa Papua Bogor Bernart Lumpedai saat melakukan aksi dalam menyikapi kekerasan dan rasisme di Tugu Kujang, Kota Bogor, Rabu (21/8/2019). Kata dia, kerusuhan yang terjadi Papua merupakan puncak gunung es yang dirasakan masyarakat Papua selama ini.

"Kami di daerah-daerah saat ini pun masih merasakan kekerasan dan rasisme dari masyarakat terhadap kami. Kami dinilai kotor dan kerap dipandang sebelah mata oleh masyarakat umum," paparnya.

Dalam tatanan kampus, kata dia, pergaulan mahasiwa terhadap orang Papua terbatas. Dalam pergaulan dikucilkan, untuk organisasi dibatasi.

"Ini merupakan contoh-contoh real yang kami alami, sebagai perantauan di luar Papua. Tolong ini harus selesai, kami Indonesia, kulit kami memang berbeda, tetapi kami NKRI," kata Bernart.

Kata dia, kasus Surabaya merupakan momen dimana, pemerintah harus hadir sehingga tidak ada stereotipe buruk terhadap orang Papua. Bernart dan mahasiwa Papua Bogor lainnya pun berharap, momen kejadian di Surabaya terakhir dan pemerintah bersikap adil.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

3 Pemuka Agama Abrahamik Berbagi Pengalaman “Tinggal Seatap”

Kabar baik dari tiga agama Abrahamik harus disebarkan ke dunia.

NASIONAL | 22 Agustus 2019

Mahasiswa Papua Kembalikan Minuman Beralkohol Kiriman Polisi

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Se-Tanah Papua dan Solidaritas Peduli Kemanusiaan mengembalikan minuman beralkohol pemberian polisi.

NASIONAL | 23 Agustus 2019

Geledah Rumah Kabid SDA Dinas PUPKP Yogya, KPK Sita Uang Rp 130 Juta

Tim penyidik KPK menyita uang sebesar Rp 130 juta saat menggeledah rumah Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPKP Kota Yogyakarta Aki Lukman Nor Hakim

NASIONAL | 23 Agustus 2019

Kemtan Luncurkan Inovasi Bioplastik dari Tapioka

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyiapkan royalti sebesar Rp 8 miliar untuk para peneliti yang berhasil melahirkan inovasi-inovasi baru.

NASIONAL | 23 Agustus 2019

Aktivitas Pelajar di Kota Sorong Kembali Normal

Aktivitas sekolah di Sorong, Papua Barat kembali normal pada Jumat (23/8/2019).

NASIONAL | 23 Agustus 2019

Cipayung Plus: Aparat Harus Ungkap Aktor Intelektual Penyerangan Asrama Papua di Surabaya

Kelompok Cipayung Plus berharap agar pemerintah segera menyelesaikan persoalan mahasiswa Papua

NASIONAL | 22 Agustus 2019

Perjuangkan Lahan, Warga Lampung Timur Minta Bertemu Moeldoko

Berharap mendapatkan rekomendasi dari Ditjen Planologi dan Data Lingkungan KLHK.

NASIONAL | 23 Agustus 2019

Revolusi Industri 4.0, Gita Gutawa: Pendidikan Harus Beradaptasi

Sistem pendidikan secara utuh harus ikut beradaptasi dengan perkembangan teknologi, mulai dari kurikulum, cara mengajar, sistem pengajaran,dan sebagainya.

NASIONAL | 23 Agustus 2019

Tertimpa Pohon, Anggota Pemadam Kebakaran Hutan di Batanghari Kritis

Asmara dalam kondisi kritis usai tertimpa pohon saat memadamkan api di kawasan hutan Taman Raya Sultan Thaha Syaifuddin, Batanghari, Jambi.

NASIONAL | 23 Agustus 2019

Kasus Aspidum Kejati DKI, KPK Cegah 6 Orang

KPK mencegah enam orang bepergian ke luar negeri terkait kasus dugaan suap pengurusan perkara penipuan investasi yang menjerat mantan Aspidum Kejati DKI.

NASIONAL | 23 Agustus 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS