Umumkan Penghentian 36 Penyelidikan, Firli Bahuri: Tanda Cinta ke KPK
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Umumkan Penghentian 36 Penyelidikan, Firli Bahuri: Tanda Cinta ke KPK

Senin, 24 Februari 2020 | 16:33 WIB
Oleh : Fana Suparman / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuai kritik lantaran mengumumkan perhentian 36 penyelidikan. Sejumlah kalangan menilai KPK tidak seharusnya mengumumkan hal tersebut karena penyelidikan merupakan proses pengumpulan informasi yang seharusnya bersifat tertutup.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Ketua KPK, Firli Bahuri mengatakan, kritikan dari sejumlah pihak menjadi masukan dan bahan evaluasi bagi lembaga yang dipimpinnya. Firli menilai, kritikan itu merupakan bentuk kepedulian terhadap KPK.

"Kritikan itu kita jadikan suatu bahan untuk kita koreksi, hati-hati dan juga itu wujud, bukti bahwa yang mengkritik itu sayang dengan KPK. Dia cinta," kata Firli seusai mengikuti kegiatan Seminar Nasional "Penegakan Hukum Dalam Rangka Penyelenggaraan Pemerintah Daerah dan Percepatan Pembangunan", di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/2/2020).

Firli menyatakan, pihaknya memegang aturan perundang-undangan yang menyebut penyelidikan sebagai informasi yang dikecualikan terbuka untuk publik. Untuk itu, KPK tidak pernah menyampaikan kasus atau pihak yang diduga terlibat dalam 36 kasus yang penyelidikannya dihentikan tersebut.

"Ada hal yang dirahasiakan yang memang dilindungi. Misal contoh, kita tidak menyebut kasusnya apa, kita juga tidak menyebut siapa saja yang terlibat," katanya.

Firli menjelaskan, alasan pihaknya menyampaikan mengenai penghentian 36 penyelidikan.

Menurutnya, hal tersebut sebagai bagian dari bentuk transparansi dan keterbukaan atas kinerja KPK. Firli mengakui, langkah tersebut akan ditanggapi beragam oleh publik. Namun, kata Firli, KPK berkomitmen untuk terbuka dan transparan sepanjang diperbolehkan oleh aturan perundang-undangan.

"Memang mengawali sesuatu yang baru dalam sistem keterbukaan. Kalau anda biasa tertutup pasti anda akan kaget dengan keterbukaan. Ada yang disebut kurva J, seketika kita terbuka, pasti ada risiko," katanya.

Firli pun membantah adanya motif lain di balik langkah KPK mengumumkan dihentikannya 36 penyelidikan. Ditekankan, pengumuman ini semata sebagai bagian dari transparansi KPK.

"Apapun yang disampaikan, kita terima. Kan lebih baik kita terbuka walaupun akhirnya kita dicurigai, walaupun akhirnya kita ditanyain. Tapi yang pasti, kami lima pimpinan KPK dan seluruh orang KPK lebih baik terbuka daripada sembunyi-sembunyi," katanya.

Menurut Firli, penghentian 36 penyelidikan bukanlah hal yang aneh. Keputusan tersebut diambil KPK melalui mekanisme dan proses yang diamanatkan aturan perundang-undangan.

"Terlampau banyak perkara yang ditinggalkan yang tidak selesai. Begitu hari pertama kami masuk, tentu kita lihat berapa sih perkara enggak selesai, karena orang orang juga menanyakan kan, jumlah di tahap penyelidikannya ada 366, di tahap penyidikan ada 133 dan ini harus kita selesaikan semua. Maknanya adalah kalau tidak selesai, tetapi kita harus hati-hati, harus dengan sesuai dengan ketentuan hukum," katanya



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kejaksaan Agung Buka Rekening yang Diblokir

Jaksa Agung sedang membuka rekening di beberapa bank yang terblokir.

NASIONAL | 24 Februari 2020

Wapres Dukung Kemitraan BPPT dengan Industri

Wapres berharap kemitraan tersebut memunculkan inovasi untuk mendorong perekonomian bangsa.

NASIONAL | 24 Februari 2020

Wapres: Iptek Tolok Ukur Kemajuan Bangsa

Menurut Wapres, revolusi industri 4.0 menuntut adanya penggunaan iptek dalam kehidupan sehari-hari.

NASIONAL | 24 Februari 2020

Hamil di Kolam Renang Jadi Berita Terpopuler Media Inggris

Berita ini mengalahkan kabar rapat rahasia kerajaan Inggris untuk mempersiapkan Pangeran William sebagai putra mahkota.

NASIONAL | 24 Februari 2020

Kejagung Bentuk Satgas Investasi Berantas Jaksa Nakal

Satgas investasi ini penting untuk memastikan internal Kejaksaan Agung telah bersih dari oknum nakal.

NASIONAL | 24 Februari 2020

Penipu Putri Arab Setengah Triliun Selalu Berpindah Hotel

Dalam kasus penipuan dan penggelapan terhadap Putri Arab, polisi menetapkan dua tersangka yakni EMC dan anaknya EAH.

NASIONAL | 24 Februari 2020

Ini Alasan Pemerintah Evakuasi Terlebih Dahulu 188 WNI ABK Kapal World Dream

Evakuasi 188 WNI ABK Kapal World Dream menggunakan KRI Dr Soeharso supaya bisa langsung dibawa ke Pulau Sebaru tanpa melalui daratan.

NASIONAL | 24 Februari 2020

Evakuasi 74 WNI di Kapal Diamond Princess, Pemerintah Masih Negosiasi dengan Jepang

Pemerintah harus menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian, apalagi saat ini, 74 WNI tersebut berada di atas kapal yang menjadi pusat episentrum virus korona.

NASIONAL | 24 Februari 2020

Jhonlin Ride Sukses Digelar

Sebanyak 6.500 peserta mengikuti ajang yang menyediakan hadiah Rp 500 juta ini.

NASIONAL | 24 Februari 2020

Golkar Dukung Bobby Nasution di Pilkada Medan

Partai Golkar akhirnya menetapkan dukungan terhadap Bobby Nasution sebagai calon wali kota dalam Pilkada Medan, September 2020 mendatang.

NASIONAL | 24 Februari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS